Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Peradaban Mulia Bukan Sekadar Peradaban Meteri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 November 2020 11:02 11:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2020 11:02
Bagikan
Seorang pria Arab bercengkrama dengan Al-Quran di tengah terik matahari di gurun
Bagikan

Hidayatullah.com | SERING kita salah kaprah mengenai peradaban yang sukses menurut Islam. Kita menduga, berhasil tidaknya sebuah peradaban cuma diukur dari kemajuan bangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kreasi budaya yang dicapai oleh umat Islam. Jika semua itu tidak tercapai maka kita berasumsi bahwa umat Islam belum mencapai masa terbaiknya.

Memang, di masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah pada abad ke3 Hijriyah, kondisi umat Islam pernah mencapai kegemilangannya. Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat pada saat itu. Baghdad sebagai ibu kota pemerintahan menjadi pusat peradaban Islam, tempat berkumpulnya para intelektual dari Arab, Eropa, Persia, China, India, dan Afrika.

Keadaaan sosial ekonomi masyarakat juga sangat baik. Pertanian dan perdagangan berkembang pesat. Masyarakat hidup makmur. Begitu juga wilayah kekuasaan Islam bertambah luas.

Namun, masa itu bukanlah sebaik-baik masa di mana peradaban Islam tegak. Jika masa itu disebut terbaik, mustahil Rasulullah ﷺ bersabda;

: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Sebaik-baik manusia ialah pada zamanku, kemudian zaman berikutnya, dan kemudian zaman berikutnya. Lalu akan datang suatu kaum yang persaksiannya mendahului sumpah, dan sumpahnya mendahului persaksian.”  (HR: Bukhari).

Profil peradaban Islam paling baik sesungguhnya ada pada masa Rasulullah ﷺ, bukan pada masa Abbasiyah. Peradaban yang dibangun pada masa Rasulullah ﷺ adalah peradaban Rabbani, bukan sekadar peradaban materi.

Peradaban Rabbani adalah peradaban yang dibangun berdasarkan ajaran-ajaran Allah Ta’la. Ia didorong oleh perintah Ilahi dan sasarannya untuk mencapai ridha Ilahi. Namun, peradaban Rabbani tetaplah bersifat insani. Kendati dorongan dan tujuannya berpangkal dari Allah Ta’ala, tetapi peradaban ini dibangun dengan usaha manusia, melalui kemampuan, bakat, dan kecenderungan manusia yang telah dititipkan Allah Ta’ala untuk memakmurkan bumi.

Karena itu di dalam peradaban Rabbani harus mengandung sifat kemuliaan manusia, yaitu keadilan, perdamaian, ilmu pengetahuan, dan amal (usaha). Peradaban Rabbani juga bersifat duniawi. Sebab, Islam bukan agama akhirat saja, tapi juga agama untuk dunia.

Di antara sasaran peradaban Islam adalah menguasai dunia dan hukum-hukum alam demi menggapai ridha Allah Ta’ala. Bahkan, dalam surat al-Anfal [8] ayat 60 dan 61, Allah Ta’ala menyuruh kita menyiapkan kekuatan untuk menggetarkan musuh Allah Ta’ala. Kekuatan di sini maksudnya untuk memenangkan peperangan, baik kekuatan material, moral, maupun ruhiyyah.

Peradaban Islam juga bersifat komprehensif. Ia mencakup semua aspek kehidupan dunia yang menyentuh ekonomi, politik, akidah, ilmu pengetahuan, sosial, dan sebagainya.

Jadi, membangun peradaban Islam ala Madinah harus dimulai dengan cara menyiapkan individu-individu Rabbani dan pemimpin pemimpin yang Rabbani, lalu memerangi berbagai penyebab perpecahan yang menjadi penyebab utama kehancuran umat.

Peradaban Rabbani harus dibangun di atas landasan penghambaan kepada Allah Ta’ala, tunduk kepada syariat-Nya, dan memandang dunia dengan pandangan yang integral dan menyeluruh. Fokus pembangunannya harus sesuai dengan kesatuan jiwa, rohani, fikiran, dan perasaan, tanpa adanya pemisahan satu sama lainnya.

Seluruh unsur peradaban Rabbani hendaknya mengarah kepada penyerahan diri kepada Allah Ta’ala semata. Tiada suatu aktivitas pun dalam peradaban Rabbani kecuali bertujuan mencari ridha Allah Ta’ala.

Karena itu, seorang Muslim dalam peradaban Rabbani bisa saja mengambil sarana dan menejemen dari budaya lain, tetapi tidak boleh mengambil  sistem kehidupannya. Mereka harus meyadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi hanyalah wasilah (alat) untuk membangun masyarakat terpuji yang berdiri di atas nilai-nilai Islam. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dinasti Abbasiyahperadaban Islamperadaban Rabbani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Austria: Retorika Anti-Muslim Meningkat setelah Serangan Wina
Tulisan selanjutnya Ustadz Diserang, CAIR Desak Polisi Selidiki Motif Kejahatan Rasial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?