Hidayatullah.com — Kelompok advokasi dan hak sipil Muslim Amerika Serikat telah mendesak polisi melakukan penyelidikan penuh untuk kejahatan rasial. Peristiwa ini terjadi setelah kasus pemukulan seorang ustadz di kota Anaheim di area metropolitan Los Angeles.
Dilansir Anadolu Agency hair Kamis (19/10/2020) Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) cabang Los Angeles, dalam pernyataannya, mengatakan ketika sedang dalam perjalanan pulang, ustadz Khaled Hemaya diserang oleh seorang pria tak dikenal saat dia akan memasuki gerbang perumahannya di Anaheim. Saat Hemaya memasuki gerbang, seorang pria kulit putih dilaporkan memblokir kendaraan Hemaya dan menanyakan apakah dia tinggal di perumahan itu.
“Dia melihat atribut keagamaan saya, menghentikan saya dan kepada saya, ‘Anda bukan [seorang] penduduk di sini, Anda tidak diizinkan masuk’,” kata Hemaya.
Pria itu diduga menyuruh Hemaya untuk “kembali ke negara Anda” dan menyebutnya sebagai “Arab kotor” dan “teroris”. Belakangan, pria tersebut dikabarkan mulai mengutuk Hemaya, menendang ban kendaraannya dan akhirnya membuka pintu kendaraan Hemaya dan meninjunya.
Laporan itu mengatakan seorang penjaga keamanan tiba dan menelepon polisi Anaheim. Namun, polisi menolak untuk melakukan penangkapan dan menyarankan Hemaya untuk membuat laporan polisi untuk mengajukan tuntutan pidana.
Direktur Eksekutif CAIR-LA, Hussam Ayloush, menyebut insiden itu “tercela” dan “contoh bagaimana kebencian itu menjalar ke dalam kehidupan sehari-hari orang.” “Karena kebencian anti-Muslim telah meningkat secara eksponensial selama beberapa tahun terakhir, kami telah memperingatkan bahaya bagaimana menormalkan pidato kebencian mengarah pada ancaman kebencian dan serangan kebencian,” katanya dalam pernyataan itu.*