Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Al-Qur’an Mukjizat Terbesar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Januari 2022 14:47 2:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Januari 2022 15:00
Bagikan
mukjizat al-qur'an
Bagikan

Al-Qur’an mukjizat yang tak bisa dibuat atau ditiru manusia meskipun hanya satu ayat saja, ini sesuai janji Allah sendiri

Hidayatullah.com | SEMUA Nabi memiliki mukjizat. Nabi Isa AS, punya mukjizat bisa menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah Ta’ala, s ementara Islam mempunyai Al-Quran mukjizat yang telah dijamin Allah.

Kisah ini difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat Ali Imran [3] ayat 49.

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (Isa AS berkata), ‘Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman’.” (Surat Ali Imran [3] ayat 49).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Mukjizat, secara istilah, berarti kejadian luar biasa yang Allah Ta’ala berikan kepada para Nabi-Nya sebagai bukti kenabian mereka. Nabi Ibrahim AS memiliki mukjizat tak mempan dibakar oleh Raja Namrud.

Nabi Nuh AS mempunyai mukjizat mampu membuat kapal besar dalam waktu singkat ketika Allah Ta’ala memerintahkannya. Nabi Musa AS mampu membelah lautan ketika dikejar oleh Raja Fir’aun dan bala tentaranya.

Semua mukjizat tersebut terlihat tidak rasional. Artinya, terlihat aneh, tak bisa dicerna oleh akal, hanya mampu dilihat dan dirasakan saat itu saja.

Laut yang dibelah oleh Nabi Musa AS atas izin Allah Ta’ala, misalnya, hanya bisa dilihat dan dirasakan saat Nabi Musa AS sudah terdesak dikejar Fir’aun dan bala tentaranya. Setelah Bani Israil bersama Nabi Musa AS berhasil menyeberangi Laut Merah yang terbelah, laut tersebut menutup kembali seperti sedia kala, menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya.

Sejak saat itu, kita tak bisa lagi melihat laut yang terbelah. Sebab, kejadiannya hanya satu kali itu saja.

Dari sekian banyak mukjizat para nabi dan Rasul, hanya ada satu mukjizat yang rasional, isinya mampu dicerna oleh akal manusia, kebenarannya bisa dibuktikan, keberadaannya bisa dirasakan, dan keindahan bahasanya bisa diresapi sampai saat ini, bahkan sampai akhir zaman. Itulah al-Qur’an mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk umat manusia.

Memang, Al-Qur’an mukjizat, yang tak bisa dibuat oleh manusia meskipun hanya satu ayat saja. Ini diungkap oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat Yunus [10] ayat 38:

اَمۡ يَقُوۡلُوۡنَ افۡتَـرٰٮهُ‌ ؕ قُلۡ فَاۡتُوۡا بِسُوۡرَةٍ مِّثۡلِهٖ وَادۡعُوۡا مَنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ

“Apakah pantas mereka mengatakan, ‘Muhammad yang telah membuatnya?’ Katakanlah, ‘Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (Al-Qur’an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar’.” (QS: Yunus: 38).

Namun, al-Qur’an tidak ekslusif hanya untuk para Nabi dan Rasul saja. Bukan juga untuk segolongan manusia saja.

Al-Qur’an mukjizat yang diciptakan oleh Allah Ta’ala untuk semua manusia. Ini tidak seperti kitab-kitab yang diturunkan Allah Ta’ala sebelumnya yang diperuntukkan bagi kaum tertentu saja.

Hanya saja, al-Qur’an baru akan menjadi petunjuk bila manusia mengimaninya. Jika tidak, mana mungkin al-Qur’an bisa dijadikan petunjuk? Mengimaninya saja tidak, apalagi mengikutinya.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat al-Baqarah [2] ayat 2 dan 3:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ ھُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS: Al-Baqarah 2-3)

Yang menarik, al-Qur’an mukjiat yang tidaklah diturunkan sekaligus. Tapi Al-Quran mukjizat yang diturunkan secara bertahap.

Perihal ini, kaum kafir sempat bertanya seraya mengolok-olok, dan dijawab langsung Allah SWT:

وَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ الۡـقُرۡاٰنُ جُمۡلَةً وَّاحِدَةً‌  ‌ۛۚ كَذٰلِكَ ‌ۛۚ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُـؤَادَكَ‌ وَرَتَّلۡنٰهُ تَرۡتِيۡلًا

“Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).” (al-Furqon [25]: 32).

Lalu Allah Ta’ala menjawab, sebagaimana sambungan dari ayat tadi, “Agar Kami memperteguh hatimu, (wahai) Muhammad.” Dengan demikian, wajarlah bila al-Qur’an mukjizat terbesar di antara sekian banyak mukjizat yang diberikan Allah Ta’ala kepada pada Nabi dan Rasul.* 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anmukjizat al-Qur'an
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya sesajen Tanggapi Kecaman Terkait Video Sesajen yang Ditendang, Fahmi Salim: Perlu ‘Tes Wawasan Ketauhidan’
Tulisan selanjutnya hukuman mati herry Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Dituntut Hukuman Mati, Pesantrennya akan Dibubarkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?