Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

An-Nūr

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Mei 2022 21:41 9:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Mei 2022 21:40
Bagikan
Ilustrasi “Mouth Speaks” karya Paulo Zerbato
Bagikan

Setelah api fitnah membakar kemana-mana, Allah padamkan seketika dengan air sejuk berupa Surah An-Nūr ayat 11 sampai 20

Oleh: Ananda Abdul Fattah

Hidayatullah.com | AUS dan Khazraj bergelar Al-Anshār (para penolong Rasulullah dan orang-orang yang berhijrah) dan sudah dipersaudarakan dengan Al-Muhajirūn (Orang-orang yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya).

Namun, dalam kitab Ash-Shahābiyāt hawla Ar-Rasūl, pada bab Biografi ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Syaikh Mahmud Al-Mishri menggambarkan Aus dan Khazraj hampir saling bunuh akibat fitnah yang disebarluaskan Abdullah bin Ubay bin Salul dan kawan-kawan.

Ketika kemelut fitnah tuduhan zina terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq dan Sahabat Shafwan ibnul-Mu’aththal as-Sulami sudah sangat memuncak, Rasulullah ﷺ naik ke mimbar lalu bersabda:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Wahai seluruh kaum Muslimin, siapakah yang mau menolongku dari seorang lelaki yang telah menyakiti keluargaku? Sungguh aku tidak mengetahui tentang keluargaku melainkan kebaikan. Mereka (orang yang menyebar isu) telah menceritakan kepadaku tentang seorang lelaki yang tidak aku ketahui tentangnya selain kebaikan (maksudnya Shafwan). Dan tidaklah ada orang yang menemui istriku kecuali ia bersamaku.”

Sa’ad bin Muadz Al-Anshāri berdiri lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kami akan menolongmu darinya. Bila dia dari Bani Aus akan kami penggal lehernya. Bila dia dari saudara-saudara kami Bani Khazraj kami akan laksanakan apapun perintah Anda.”

Abdullah bin Ubay bin Salul yang sedang dibicarakan berasal dari Bani Khazraj. Seketika berdirilah Sa’ad bin ‘Ubadah Al-Anshāri dari Bani Khazraj, “Demi Allah kamu tidak bisa membunuhnya dan tidak akan mampu membunuhnya.”

Maka berdirilah Usaid bin Hudhair, sepupu Sa’ad bin Muadz, lalu dia berkata kepada Sa’ad bin ‘Ubadah, “Engkau bohong, sungguh kami akan membunuhnya karena kamu orang munafik yang sedang memperdebatkan tentang orang-orang munafik.”

Keadaan semakin memanas, sampai mereka hampir saling membunuh sementara Rasulullah ﷺ masih berdiri di tempat khutbahnya. Lalu Rasulullah ﷺ menenangkan mereka. Mereka diam. Rasulullah ﷺ pun diam.

Hikmah

Kita yang membaca berbagai catatan sejarah tentang peristiwa yang disebut hadits ifki (pembicaraan yang mengandung fitnah) ini ikut tegang tapi tidak sampai merasakan tekanan yang dahsyat. Karena kita tahu happy ending-nya.

Di mana setelah lebih dari sebulan, api fitnah membakar kemana-mana, Allah padamkan seketika dengan air sejuk berupa Surah An-Nūr ayat 11 sampai 20.

Sedangkan Rasulullah ﷺ, Ibunya orang-orang beriman ‘Aisyah yang waktu itu masih berusia remaja belasan tahun, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ayah ‘Aisyah serta para sahabat, benar-benar diuji kelurusan akal dan kekokohan jiwanya.

Sebab, kemudian kita menyaksikan dengan jelas, bahwa Allah sedang mentarbiyah beliau-beliau dan kita semua di zaman sesudahnya, bagaimana menghadapi fitnah dahsyat sejenis itu: tuduhan zina atas istri utusan Allah. Seakan-akan mau meledak tanah-tanah suci menerima fitnah dahsyat itu, yang telah dikobarkan lisan-lisan orang munafiq.

Dari rangkaian peristiwa hadits ifki itu kita melihat, betapa sempurnanya ketergantungan hidup Rasulullah ﷺ dan terutama para Sahabat kepada petunjuk Wahyu yang merupakan sumber syari’at Islam.

Rasulullah ﷺ pasti sangat mencintai dan pasti sangat percaya kepada ‘Aisyah. Tapi pada saat yang sama Rasulullah ﷺ tak ingin mendahulukan sikap pribadinya sebagai suami sebelum turun Wahyu yang memberi petunjuk yang nyata.

Abu Bakar Ash-Shiddiq dan istrinya juga pasti sangat kenal, sangat cinta, dan sangat percaya kepada putrinya ‘Aisyah. Namun ketika dimintai penguatan dan pembelaannya oleh ‘Aisyah, Abu Bakar pun berusaha bersikap tawazun (yang luar biasa berat dalam keadan itu), antara menyayangi putrinya untuk segera mengatakan “tidak mungkin putriku berzina!”, ATAU menahan diri, tidak mau mengambil sikap final sebelum Rasulullah ﷺ mendapatkan Wahyu Allah.

‘Aisyah remaja yang sudah menjadi Ibunya orang-orang beriman pun menghadapi ujian paling dahsyat. Bayangkan, jika suami Anda seorang Utusan Allah dan Ayah Ibu kandung Anda, sama-sama memilih sikap rasional (menunggu, mengikuti dan meletakkan syariah yakni menunggu turunnya Wahyu) di atas hubungan pribadi dan emosi keluarga.

Kalau mengikuti perasaan sebagai keluarga, tentu Rasulullah ﷺ akan bersikap “Right or wrong is my wife”. Apalagi dari khutbah beliau nampak jelas tidak ada keraguan kepada istrinya maupun kepada Shafwan yang juga tertuduh.

Begitu pula Abu Bakar dan istrinya, sangat wajar jika maju ke depan lalu mengatakan kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai menantuku, aku dan istriku sebagai jaminan kebenaran dan kesucian putriku atas fitnah ini.”

Tidak. Itu tidak dilakukan oleh Abu Bakar dan istrinya, karena keduanya faham bahwa Wahyu akan menuntun mereka mengambil sikap yang terbenar.

Apa lagi reputasi penyebar fitnah juga sudah dikenal luas sifat-sifat nifaq dan ambisiusnya. Sampai-sampai Rasulullah ﷺ meminta tolong agar penyebar fitnah itu “diselesaikan”. Tapi demi melihat potensi perpecahan di kalangan Anshār begitu besar, beliau memilih diam dan menahan diri.

Sama sekali bukan karena tipisnya kepercayaan Rasulullah ﷺ, Abu Bakar dan istrinya kepada ‘Aisyah. Melainkan karena Gunung Iman itu sudah demikian kokoh membentuk adabnya terhadap syariah.

Sehingga keyakinannya terhadap kebenaran dan keberkahan mengikuti tuntunan syariah menawarkan prospek yang jauh lebih menjanjikan dan lebih menggiurkan daripada sekedar buru-buru membela kehormatan pribadi dan keluarga.

إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُم مَّا ٱكْتَسَبَ مِنَ ٱلْإِثْمِ ۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبْرَهُۥ مِنْهُمْ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. Janganlah kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian bahkan ia adalah baik bagi kalian. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”

لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا۟ هَٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ

“Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”.

لَّوْلَا جَآءُو عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا۟ بِٱلشُّهَدَآءِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ عِندَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ

“Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.”

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِى مَآ أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.”

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌ

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”

وَلَوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُم مَّا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَٰنَكَ هَٰذَا بُهْتَٰنٌ عَظِيمٌ

“Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”.”

يَعِظُكُمُ ٱللَّهُ أَن تَعُودُوا۟ لِمِثْلِهِۦٓ أَبَدًا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.”

وَيُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).” (Kalimat-Kalimat Allah dalam Al-Quran surah An-Nūr ayat 11-20).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:An-Nūrapi fitnahcahayaNur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Bantah Narasi Menag Minta Dana Haji untuk IKN: Hoaks dan Fitnah
Tulisan selanjutnya Daftar Jama’ah Haji 2022 Resmi Dirilis, Kemenag Minta Persiapkan Diri dan Segera Konfirmasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?