Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Rihlah Keluarga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 September 2022 08:43 8:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2022 09:45
Bagikan
[Ilustrasi] Keluarga Muslim.
Bagikan

Rihlah (wisata) keluarga adalah momen penting, keluarga yang hidup adalah tipe keluarga yang selalu bergerak (mengalir) menuju ridha-Nya sehingga mengantarkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat

Hidayatullah.com | DI PENGHUJUNG tahun 2021, tepatnya tanggal 28 Desember atas izin-Nya, kami sekeluarga, istri dan anak-anak menghabiskan waktu liburan atau berwisata di Pantai Karang Jahe Rembang Jawa Tengah. Pantai yang tidak asing lagi bagi masyarakat khsusunya Rembang.

Bagi kami berwisata atau rihlah merupakan hal yang pisitif dan sebagai sarana untuk membangun harmonisasi dan edukasi keluarga (tarbiyah a’iliyah). Melakukan wisata (rihlah) ini bukan semata untuk hiburan, tetapi lebih jauh dari itu adalah, untuk menjalankan perintah dalam Al-Quran. Sehingga, hiburan dapat, kebersamaan dapat, makan-makan bareng dapat, dan menjalankan ketaatan terhadap perintah Al-Quran pun terlaksana.

Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan perjalanan wisata (rihlah). Ditemukan banyak ayat Al-Quran yang mengaitkan langsung perintah memandang itu dengan perjalanan. Salah satunya adalah;

قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” (QS: al-An’am [6]: 11).

هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ ذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِىۡ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِهٖ‌ؕ وَاِلَيۡهِ النُّشُوۡرُ

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS: al-Mulk [67]: 15).

Perjalanan wisata yang cukup panjang, dari Kuningan Jawa Barat menuju Pati Jawa Tengah bermalam beberapa hari di rumah karuhun, dilanjutkan ke pantai di Rembang untuk mengisi liburan di pantai mengingatkan kami kembali akan syair lagu Kemesraan karya Iwan Fals yang syarat dengan nilai religius dengan melihat tanda kebesaran-Nya.

Keluarga adalah harta

Keluarga adalah harta yang paling berharga. Kata ini mengingatkan kembali sinetron Keluarga Cemara yang cukup membumi di tengah masyarakat. Untuk menjaga harta yang paling berharga yaitu keluarga diperlukan upaya, salah satunya dengan rihlah a’iliyah (wisata keluarga). Dan, pantai menjadi salah satu alternatif tempat wisata.

Sinergitas dalam membangun ketahanan keluarga dapat diperoleh dari suasana pantai. Air mengalir sebagai tanda kehidupan.

Keluarga yang hidup adalah tipe keluarga yang selalu bergerak (mengalir) menuju ridha-Nya sehingga mengantarkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah.

Karena wisatanya tidak hanya hiburan, dan bersenang-senang, juga ada tadabur alam khsusunya pantai. Maka, di sela-sela istirahat sholat dan makan diadakan acara renungan siang mengiringi makan siang bersama keluarga di pinggir pantai.

“Adik, kakak, umi, ayo kita istirahat dulu, sholat dzuhur berjamaah sekalian jamak dan qashar,” begitu pesan saya. “Nanti setelah selesai sholat kita membuat lingkaran di sini untuk makan bareng dan tadabur alam,” demikian pesan saya, seraya menunjukkan tempat berkumpul.

Setelah selesai sholat, kemudian kami sekeluarga berkumpul membentuk lingkaran. Sebelum makan maka aku pun mulai menyampaikan materi terkait tadabur alam lautan.

Air simbol kelembutan dan kejernihan. Hal ini menggambarkan bahwa keharmonisan dalam sebuah keluarga perlu dibingkai kelembutan dan kejernihan hati anggota keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu tidak dibenarkan oleh agama manapun.

Lautan menggambarkan kelapangan dada anggota keluarga sehingga mudah untuk saling memaafkan dan berlapang dada. Keterbukaan dalam komunikasi dan kesiapan dalam menerima masukan dari berbagai pihak.

Suara ombak itu melambangkan kejelasan dan tidak bertele-tele dalam komunikasi keluarga sehingga mudah dipahami dan dijalankan. Selain itu, juga saling terbuka dan saling tsiqah (percaya) satu sama lain.

Ikan dalam lautan menggambarkan potensi keluarga yang hendaknya dimaksimalkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Lebih jauh, potensi dalam keluarga itu dijadikan sebagai sarana untuk penghambaan kepada Sang Maha Pencipta.

Perahu dan kapal laut menggambarkan keseimbangan dalam membangun keluarga sehingga visi dan misi dalam membangun bahtera keluarga dapat terwujud. Sehingga setiap anggota keluarga memahami akan hak dan kewajibannya.

Dan begitu seterusnya. Yang pasti, semua unsur dalam pantai membentuk ekosistem yang bersinergi sehingga mewujudkan keindahan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.

Begitu pun keluarga, hendaknya mampu menjadi teladan bagi masyarakat. “Abi, kapan makannya?” teriak si bungsu sambil memegang perutnya, mengingatkan waktu makan, karena terlalu asyik menyampaikan materi tadabur alam hingga lupa menyantap makan.

Setelah selesai makan, kami sekeluarga berkemas untuk kembali ke Kuningan. Puas rasanya dan bersyukur dapat merasakan indahnya panorama pantai, melihat di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Alhamdulillah, plong rasanya dapat membahagiakan keluarga dengan berwisata keluarga, semoga tahun-tahun berikutnya dapat berwisata keluarga kembali ke tempat yang lebih asyik dan dapat melihat tanda-tanda keagungan-Nya. Amin.*/ Imam Nur Suharno, pengajar di Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:. rihlah keluargaKeluarga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Sesuai Spirit Reformasi, HNW Sarankan Jokowi Tegas Tolak Isu Presiden dan Cawapres
Tulisan selanjutnya Tidak Ada Bukti Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?