Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

(Khutbah Jumat) Awas, Bahaya Adu Domba!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2023 05:28 5:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2023 05:45
Bagikan
Bagikan

Adu domba adalah sebab turunnya siksa kubur bagi pelakunya, mari berdoa kepada Allah dari akhlak buruk perilaku adu domba atau korban darinya, inilah petikan khutbah Jumat kali ini

Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Hidayatullah.com | DI ZAMAN Baginda Nabi ﷺ sendiri, nyaris saja terjadi pertempuran antara Kabilah Aus dan Kabilah Khazraj akibat lisan berbisa seorang Yahudi. Inilah rangkuman khutbah Jumat kali ini tentang bahasa adu domba, di bawah ini teks khutbah Jumat lengkapnya;

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah

Mengawali Khutbah Jumat pada kesempatan yang mulia ini, terlebih dulu kami ketengahkan sebuah kisah untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi kita semua.

Dikisahkan ada seorang lelaki menjual budak, lalu dia berkata kepada calon pembelinya, “Dia tidak mempunyai cacat kecuali dia ini seorang pengadu domba.” Tetapi pembeli itu mengabaikan aib itu dan tetap membelinya.

Budak itu tinggal di rumahnya beberapa hari, kemudian dia berkata kepada istri tuannya, “Sesungguhnya suamimu tidak mencintaimu dan dia ingin mencari istri selain dirimu (memadumu). Apakah kamu ingin dia mencintaimu lagi?” Wanita itu menjawab, “Tentu saja.” Si budak berkata kepadanya, “Ambillah gunting dan potonglah rambut jenggot bagian bawahnya ketika dia tidur.”

Kemudian dia mendatangi sang suami seraya berkata, “Sesungguhnya istrimu senang dengan lelaki lain dan dia ingin membunuhmu. Apakah kamu ingin tahu hal itu?” Sang suami menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Berpura-puralah kamu tidur sampai dia datang.” Maka dia pun berpura-pura tidur.

Lalu datanglah istrinya dengan membawa gunting untuk memotong rambutnya. Sang suami mengira bahwa istrinya akan membunuhnya, lalu dia merebut gunting itu dan membunuh istrinya. Kabar kematiannya sampai ke pihak keluarga istri, datanglah keluarga wanita itu dan membunuh si suami. Datang pula keluarga suami dan menyerang mereka, sehingga terjadilah peperangan antara dua keluarga ini.

Kisah di atas layak kita ambil pelajaran dan hikmah di dalamnya. Budak dalam kisah ini adalah pelaku dari adu domba yang memecah belah persatuan antara pasangan suami istri, bahkan antara kedua belah keluarga.

Dari lisannya yang kotor, keluarga yang mulanya hidup harmonis, berubah menjadi keluarga yang saling bermusuhan sampai saling membunuh sesama mereka.

Kita harus waspada dengan kondisi seperti ini. Di mana-mana aktivitas adu domba kerap kali terjadi.

Kendati itu adalah trik yang murahan, tapi tidak mudah bagi kita untuk mengenali modusnya, bahkan sering kali kita terkecoh. Terkadang baru kita sadari saat nasi sudah menjadi bubur.

Karenanya, memecah belah masyarakat selalu menjadi senjata andalan para provokator, lengkap dengan mata panah yang semakin hari semakin runcing dan mematikan.

Allah SWT berfirman :

وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٍ۬ مَّهِينٍ (١٠) هَمَّازٍ۬ مَّشَّآءِۭ بِنَمِيمٍ۬ (١١) مَّنَّاعٍ۬ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ (١٢) عُتُلِّۭ بَعۡدَ ذَٲلِكَ زَنِيمٍ (١٣)

“Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah, yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya.” (QS. al-Qalam : 10-13).

Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah

Di zaman Nabi Muhammad ﷺ sendiri, nyaris saja terjadi pertempuran berdarah antara Kabilah Aus dan Kabilah Khazraj. Hal ini akibat ulah lisan berbisa seorang Yahudi yang mengungkit peristiwa Bu’ats, sebuah peristiwa kelam di masa sebelum Islam yang menelan korban sangat banyak dari kedua belah pihak. Beruntung Rasul ﷺ cepat-cepat memadamkan api permusuhan yang coba disulut oleh si Yahudi.

Begitu pula di masa Sayidina Utsman yang dituding melakukan nepotisme, ketidakadilan, hingga menyulut pemberontakan yang mengakibatkan beliau gugur dibunuh oleh para perusuh. Dan hari ini, kita bisa melihat begitu banyak contoh kasus adanya permusuhan yang disebabkan provokasi baik melalui media cetak atau media sosial, sehingga masyarakat terpecah belah. Termasuk fitnah adu domba yang membelah persatuan sesama anak bangsa hingga detik ini, yang kita kenal dengan istilah kelompok cebong dan kadrun.

Tidakkah kita sadar bahwa keadaan seperti ini sangat tidak baik bagi upaya kita membangun kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang berkah. Bagaimana kehidupan kita akan berjalan harmonis, jika kita biarkan kondisi seperti ini terus-menerus terjadi tanpa ada usaha untuk menyadarkan semua pihak, bahwa kita tengah diadu domba.

Dari balik perbuatan adu domba, tersimpan beragama kecaman dan kehinaan bagi pelakunya. Pertama, pengadu domba itu adalah seburuk-buruknya manusia. Rasulullah ﷺ bersabda :

إنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُو الوَجْهَيْنِ، الذي يَأْتي هَؤُلَاءِ بوَجْهٍ، وهَؤُلَاءِ بوَجْهٍ

“Seburuk-buruk manusia adalah dzul-wajhain (orang yang bermuka dua), yaitu orang yang ketika di tengah sekelompok orang, ia menampakkan suatu wajah, namun di tengah sekelompok orang lain, ia menampakkan wajah yang lain.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasul ﷺ bersabda :

أَلا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ : الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ . ثُمَّ قَالَ : أَلا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ : الْمَشَّاؤُونَ بِالنَّمِيمَةِ، الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ الأَحِبَّةِ، الْبَاغُونَ للبرآء الْعَنَتَ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian orang yang terbaik?” Mereka berkata, “Mau wahai Rasul.” Beliau bersabda, “Yaitu orang orang yang apabila dilihat, membuat ingat kepada Allah.”

Beliau bersabda, “Maukah aku beritahu siapa orang terburuk?” Mereka berkata, “Mau wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Orang yang berjalan mengadu domba, menceraikan orang orang yang saling mencintai, dan menyusahkan orang yang tak berdosa.” (HR. Ahmad).

Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah

Kedua, keburukan bagi orang yang gemar mengadu domba adalah sebagai penyebab terjadinya pertentangan, permusuhan, dan percekcokan di antara manusia.

Menjadi provokator yang menyobek persaudaraan dengan ado domba sama halnya menjadi kaki tangan setan. Semakin banyak manusia yang bermusuhan karena ulahnya semakin ia disayang oleh setan.

Padahal setan adalah musuh nyata yang seharusnya kita jauhi serta kita musuhi.

Ada seseorang yang mendatangi Wahab bin Munabbih sambil berkata, “Ada seseorang yang berkata tentang dirimu bahwa kamu seperti ini seperti itu.” Wahab menimpali ucapannya, “Apa tidak ada kurir setan selain dirimu yang diutus olehnya.”

Sungguh benar sabda Rasul ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ على الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ منه مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فيقول: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فيقول: ما صَنَعْتَ شيئا، قال ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فيقول: ما تَرَكْتُهُ حتى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قال: فَيُدْنِيهِ منه، وَيَقُولُ: نِعْمَ أنت فَيلتَزمُهُ

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air. Kemudian ia mengutus para tentaranya. Tentara iblis yang paling bawah adalah yang paling besar fitnah (kerusakan) nya. Salah satu tentara iblis berkata: saya telah melakukan ini dan itu. Maka iblis mengatakan: kamu belum melakukan apa-apa. Kemudian tentara iblis yang lain datang dan berkata: Aku tidak meninggalkan seseorang kecuali setelah ia berpisah dengan istrinya. Maka tentara iblis ini pun didekatkan kepada iblis. Lalu iblis berkata: kamulah yang terbaik, teruslah lakukan itu.” (HR. Muslim).

Ketiga, adu domba adalah sebab turunnya siksa kubur bagi pelakunya. Hal ini sangat jelas adanya. Pada suatu hari, Rasul ﷺ melewati dua kuburan. Lalu, beliau bersabda :

إنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا: فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الْآخَرُ: فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً، فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ، فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لِمَ فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

“Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena sesuatu yang besar. Yang satu disiksa karena tidak berlindung di saat kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba.

“Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?” Beliau menjawab: “Semoga siksa keduanya diringankan selama dahan pohon ini masih basah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadits ini menjadi landasan tentang haramnya mengadu domba oleh pihak siapa pun.

Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah

Keempat, diharamkan masuk surga. Dari Hudzaifah RA berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Bukhari-Muslim)

Akhirnya, kita berlindung kepada Allah SWT dari akhlak buruk berupa adu domba. Kita juga berlindung kepada Allah SWT dari menjadi korban pihak yang akan mengadu domba.

Karena kita sejatinya adalah manusia yang diberi akal untuk berpikir, bukan sekawanan domba yang dengan mudah dipermainkan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Jumat Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Arsip lain terkait Khutbah Jumat bisa diklik di SINI. Artikel lain tentang keislaman bisa dibuka www.hidayatullah.com. Khutbah Jumat ini kerjasama dengan Rabithah Alawiyah Kota Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu dombabahay adu dombaHeadlinekhutbahpilihan refaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serigala Resmi Dinyatakan Punah di Andalusia Spanyol
Tulisan selanjutnya Dua Personel US Navy Didakwa Spionase untuk Kepentingan China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?