Ikatan cinta dan kasih sayang dari hikmah zakat yang diwajibkan ini bisa menghilangkan penyakit-penyakit hati, seperti iri; dendam kesumat, dan kebencian, inilah naskah lengkap khutbah Jumat
Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil
Hidayatullah.com | ZAKAT adalah salah satu rukun Islam yang kelima, yang diwajibkan atas setiap muslim yang memenuhi syarat. Sesungguhnya Allah memfardhukan pada orang Muslim yang kaya atas harta mereka sesuai dengan kadar yang bisa mencukupi orang-orang Muslim yang fakir. Di bawah ini naskah lengkap khutbah Jumat kali ini;
Khutbah Jumat Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah
Salah satu rukun Islam yang lima adalah zakat. Zakat merupakan kewajiban atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Derajat kewajiban zakat sejajar dengan kewajiban shalat.
Tidak disebutkan perintah menegakkan shalat dalam A-Quran kecuali dibarengi dengan perintah mengeluarkan zakat.
Menurut Habib Segaf bin Hasan Baharun, jika ibadah zakat dilaksanakan dengan baik dan benar, sesuai aturan yang telah ditetapkan, maka bisa menjadi jalan keluar dari kebangkrutan, bahkan menjadi sebab berkembangnya harta. Rasul ﷺ bersabda :
وَماَ هَلَكَ ماَلٌ فِي بَرٍّ وَلاَ بَحْرٍ إلا بمنع الزكاة
“Tidaklah suatu harta binasa, di darat atau di laut, kecuali karena keengganan mengeluarkan zakat.” (HR. Thabrani)
Nabi Muhammad ﷺ juga pernah bersabda :
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ فَإِنَّ اللهَ يَقْبَلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّيْ أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ.
“Siapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang thayyib (yang baik), maka Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya, kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang di antara kalian membesarkan kuda kecilnya, hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung.” (HR. Bukhari-Muslim).
Dari ibadah zakat, ada keutamaan dan hikmah yang sangat besar. Hal ini terjadi baik bagi yang menunaikan zakat, penerima, atau bagi masyarakat secara umum.
Pertama, zakat menjadi amalan untuk mengeluarkan sifat kikir dan pelit bagi yang melaksanakannya, menjadikannya orang yang mulia, dan mensucikan hartanya dari hal-hal yang tidak baik.
Rasul ﷺ bersabda seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim :
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
Harta yang kita keluarkan zakatnya, tidak berkurang lantaran Allah SWT memberikan keberkahan atas harta yang disedekahkan.
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah
Kedua, zakat dapat menjadi lem perekat persaudaraan antara sesama muslim. Ikatan cinta dan kasih sayang dari hikmah zakat ini bisa menghilangkan penyakit-penyakit hati, seperti iri, dendam kesumat, dan kebencian.
Allah SWT berfirman :
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. at-Taubah : 103)
Kesenjangan status ekonomi antara muslim dapat dihilangkan karena eratnya persaudaraan lewat ibadah zakat. Orang yang mampu membantu orang yang lemah.
Orang yang lemah membantu orang yang mampu dengan doa-doanya. Kedua belah pihak saling membantu. Terwujudlah sikap saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Ketiga, hikmah yang tidak kalah penting adalah zakat dapat menstabilkan perekonomian masyarakat. Kemiskinan dan kefakiran yang menyulitkan, Insya Allah, dapat diatasi dengan zakat yang produktif.
Karenanya, jangan kita menunda-nunda mengeluarkan zakat. Jika memang telah tiba waktunya, lekas dikeluarkan tanpa mengakhirkan meski satu hari. Menunda zakat tanpa ada uzur, termasuk perbuatan dosa.
Nabi Muhammad ﷺ pernah mengeluarkan ancaman bagi pihak-pihak yang tidak mengeluarkan zakat, dengan bersabda :
إن الله فَرَضَ على أغنياءِ المسلمين في أموالهم بِقَدْرِ الذي يَسَعُ فُقَرَاءَهُمْ، وَلَنْ يَجْهَدَ الفُقَرَاءُ إذا جَاعُوا وَعُرُوا إلا بما يصنع أغنياؤُهم، أَلَا وَإِنَّ الله يُحَاسِبُهُمْ حسابا شديدا، ويعذبهم عذابا أليما
“Sesungguhnya Allah memfardhukan kepada orang-orang Muslim yang kaya terhadap harta mereka sesuai dengan kadar yang bisa mencukupi orang-orang Muslim yang fakir. Orang-orang fakir tidak akan menderita ketika mereka lapar atau telanjang, kecuali karena perbuatan orang kaya. Ketahuilah, sesungguhnya Allah akan menghisab mereka dengan keras dan menyiksa mereka dengan siksa yang pedih.” (HR. Thabrani).
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah
Keempat, zakat dapat mengurangi angka pengangguran dan faktor-faktor terjadinya pengangguran di tengah masyarakat. Salah satu sebab kemiskinan adalah ketiadaan modal yang cukup yang membuka suatu usaha atau lapangan kerja.
Maka, dengan zakat, pihak penerima bisa memanfaatkan sebagai modal dalam menjalankan suatu bisnis. Oleh karena itu, bagi diri kita yang mampu mari kita keluarkan zakat hanya karena Allah dan mengharap pahala serta rida-Nya.
Kita yakini dan pahami bahwa harta yang kita miliki saat ini adalah milik Allah SWT yang dititipkan kepada kita. Kita boleh menggunakannya sesuai selera hati asal selaras dengan ketentuan dan aturan, tapi jangan lupa untuk mengeluarkan zakat kepada para mustahiq (orang-orang yang berhak menerima zakat).
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Jumat Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :
فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Arsip lain terkait Khutbah Jumat bisa diklik di SINI. Artikel lain tentang keislaman bisa dibuka www.hidayatullah.com. Khutbah Jumat ini kerjasama dengan Rabithah Alawiyah Kota Malang