Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

5 Tanda Amalan Diterima di Bulan Puasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juni 2018 05:52 5:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juni 2018 05:52
Bagikan
Bagikan

SELEPAS Idul Fitri, salah satu yang dicemaskan generasi salaf adalah bukan seberapa banyak yang telah diamalkan di bulan Ramadhan, tapi seberapa diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala.  Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah berkata: “Para (generasi) salaf, enam bulan pasca Ramadhan mereka gunakan untuk memohon -berdoa dan beramal- pada Allah agar seluruh amalan di bulan Ramadhan diterima oleh-Nya”.

Umar bin Abdul Aziz, Sang Khalifah kenamaan dinasti Umawi suatu saat berpidato di hadapan rakyatnya sehabis shalat `Idul Fitri: “Wahai rakyat sekalian! Kalian telah berpuasa selama 30 hari, dan telah shalat malam selama 30 hari. Sekarang (tiba saatnya) kalian keluar dari bulan Ramadhan untuk memohon pada Allah agar semuanya diterima”.

Untuk mengetahui amalan diterima atau tidak di bulan Ramadhan, ada 5 tanda –yang disarikan dari kitab “Lathaa`ifu al-Ma’aarif” (1999: 221, 222 dan 224) karya Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah- yang menunjukkan bahwa amal atau ibadah mukmin diterima di bulan Ramadhan:

Pertama, memiliki persepsi yang benar terkait amal yang dilakukan. Amal yang dilakukan di bulan Ramadhan tidak sampai membuatnya membeda-bedakannya dengan bulan yang lain.  Ketika Bisyr Rahimahullah ditanya tentang orang yang bersungguh-sungguh beribadah hanya di bulan Ramadhan, beliau menjawab:

بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد ويجتهد السنة كلها

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Sejelek-jelak kaum adalah yang hanya mengenal hak-hak Allah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang saleh adalah yang beribadah dan bersungguh-sungguh sepanjang tahun.”

Baca: Ramadhan yang Membekas

Kedua, tidak “Ramadhan oriented” tapi “Rabb Oriented”. Ketika Asy-Syibli Rahimahullah ditanya mengenai amalan mana yang lebih utama antara Rajab dan Sya’ban, beliau menjawab:

كن ربانيا ولا تكن شعبانيا

“Jadilah orang yang Rabbani, dan jangan menjadi orang Sya’bani.” Kata ‘Sya’baniyan’ juga bisa diganti dengan ‘Ramadhaniyan’. Artinya, beramal tidak tergantung bulan, tapi tergantung Tuhan (Allah).”

Ketiga, dilakukan secara kontinu atau berkesinambungan. Kalau di bulan Ramadhan ia puasa, membaca Al-Qur`an dan qiyamul lail, di bulan-bulan lain juga mengamalkannya secara kontinu. Ketika Aisyah Radhiyallahu ‘anha ditanya; apakah Rasulullah mengkhususkan hari-hari tertentu (untuk beramal)? Beliau menjawab:

لا كان عمله ديمة

“Tidak. Amalan beliau adalah berkesinambungan (kontinu)” (HR. Bukhari dan Muslim) Di hadits shahih lain disebutkan, “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu, meski sedikit.”

Keempat, diberi taufik atau pertolongan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk mengamalkan kebaikan setelahnya. Sebagian ulama berkata:

ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة وعدم قبولها

“Pahala kebaikan adalah kebaikan (yang dilakukan) setelahnya. Barangsiapa beramal kebaikan kemudian diikuti dengan kebaikan berikutnya, maka itu sebagai tanda diterimanya amal kebaikan yang pertama. Sementara orang yang melakukan amal keburukan setelah kebaikan, itu sebagai tanda amal tak diterima.”

Baca: Amalan-amalan Sya’ban “Pemanasan” Menuju Ramadhan .

Karena itulah, Ibnu Rajab Rahimahullah berkata:

من عمل طاعة من الطاعات وفرغ منها فعلامة قبولها أن يصلها بطاعة أخرى وعلامة ردها أن يعقب تلك الطاعة بمعصية

“Barangsiapa yang mengamalkan beberapa ketaatan dan menyelesaikannya, maka tanda amal itu diterima adalah ketika berlanjut (bersambung) dengan ketaatan yang lain. Sedangkan tanda amal tertolak ketika beriring maksiat setelahnya.”

Kelima, tak lupa bersyukur kepada Allah yang memudahkan dan memberinya taufik untuk beramal. Ketika Wahab bin Warad ditanya mengenai pahala amalan tertentu seperti thawaf dan semacamnya, beliau menjawab:

لا تسألوا عن ثوابه ولكن اسألوا ما الذي على من وفق لهذا العمل من الشكر للتوفيق والإعانة عليه

“Jangan bertanya tentang pahalanya, tapi bertanyalah: apa kamu sudah bersyukur kepada Allah yang telah memberi taufik dan pertolongan untuk melakukan (amal kebaikan tersebut).”

Jadi, jika kita memiliki persepsi yang benar mengenai amal, tidak “Ramadhan oriented”, amal kontinu, diberi taufik untuk melakukan kebaikan lainnya dan tak lupa bersyukur kepada Allah atas kemudahan yang diberikan oleh-Nya, maka kemungkinan besar –wallahu a’lam- Allah Subhanahu wata’ala telah menerimanya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal Sholehamalanbulan puasagenerasi salafIdul fitrikebaikanmembaca al-Qur'anQiyamul LailRamadhanSya'ban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serang 25 Target Hamas, Israel Lancarkan Serangan Udara di Gaza
Tulisan selanjutnya Staquf dan Kado Buruk Hari Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?