Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Membaca dengan Hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2018 11:11 11:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2018 11:11
Bagikan
Bagikan

DALAM keseharian, manusia bisa melihat begitu banyak tanda di sekelilingnya. Bahkan pada diri manusia sekali pun terdapat tanda-tanda. Lebih luas lagi, seluruh alam semesta juga adalah penanda nyata akan Pencipta Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Umumnya, tanda atau alamat diartikan sebagai petunjuk dan isyarat terhadap sesuatu hal. Contoh sederhana, rasa lapar mengantuk, kulit keriput, rambut beruban, semuanya adalah isyarat dalam perjalanan hidup manusia.

Fenomena alam yang terjadi juga sekaligus terkadang sebagai isyarat dari bagaimana kelakuan manusia di sekeliling alam tersebut. Bahwa baik buruknya lingkungan menjadi cermin dan sinyal atas perbuatan manusia.

Jelang Hari Kiamat, juga disebut memiliki beberapa tanda, ada isyarat Kiamat Kecil dan Kiamat Besar sebagaimana digambarkan dalam al-Qur’an dan hadits Rasulullah ﷺ.

Baca: Ini Panduan Penting bagi Para Penuntut Ilmu

لَّقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِّلسَّائِلِينَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah berfirman, “Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” (QS: Yusuf [12]: 7).

Sejalan makna di atas, Allah menyebut bahwa kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, secara dituang pada surat khusus dan mengandung beberapa tanda-tanda kekuasaan-Nya. Uniknya, rambu-rambu itu dikhususkan hanya berlaku bagi mereka yang mau bertanya saja (lis sailin). Tidak bagi yang lain.

Siapa as-sailin itu?

Secara bahasa, sailin adalah bentuk jamak (plural) dari sail (orang yang bertanya atau meminta). Sail (subjek) berasal dari turunan kata kerja, saala – yasalu yang berarti bertanya atau meminta.

Ayat di atas mengingatkan bahwa tanda itu hanya berlaku bagi yang bertanya alias haus dengan ilmu. Isyarat hanya bisa berfungsi jika orang tersebut mau membaca gejala yang terjadi. Apalah arti dari tanda yang dipasang atau rambu yang disepakati jika dia sendiri kemudian mengabaikan dan tidak peduli dengan isyarat tersebut.

Setiap orang tahu bahwa kebaikan itu mendatangkan ganjaran pahala dan maslahat. Mereka juga paham bahwa kalau yang maksiat dikerjakan, selain mendapat dosa, juga berengaruh buruk kepada diri dan keluarganya. Tapi rupanya tidak semua hati manusia tergerak untuk mengerjakan keburukan dan meninggalkan keburukan.

Itulah mengapa persoalan ilmu tak langsung selesai hanya karena dia dianggap pintar atau hebat dengan tumpukan gelar dan sederet penghargaan manusia yang diperolehnya.

Sebab ada soalan yang lebih penting, yakni apakah ilmu itu mampu menjadikan pemiliknya makin dekat dan kian takut kepada Sang Pemberi ilmu? Apakah ilmunya bikin dia beradab atau malah berubah jadi sombong dan lupa daratan.

Setidaknya, ini di antara sebagian hikmah dari kisah Nabi Yusuf. Bahwa orang beriman diperintahkan untuk peka terhadap setiap gejala atau tanda kekuasaan Allah di muka bumi. Setiap aktifitas manusia tidak bisa lepas dari pondasi iman dan ilmu.

Baca: Tidak Menjaga Adab, Jauhkan dari Ilmu

Iqra (bacalah), wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad menjadi bukti penegas atas kewajiban setiap Muslim untuk berilmu.   Ilmu itu harus dilandasi dengan “Iqra Bismi Rabbika” agar bisa menghasilkan “Iqra wa Rabbukal Akram“.

Tak heran, ilmu itu tidak cukup dengan mengandalkan otak cerdas dan daya nalar serta analisis semata. Dibutuhkan instrumen berikutnya, berupa hati untuk mengolah dan mengontrol ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang diberkahi.

Saudara-saudara Yusuf sesungguhnya bukan kumpulan manusia tak berilmu. Mereka adalah orang-orang yang fisiknya kuat dan punya berbagai keterampilan. Sejak awal mereka sudah ikut membantu menggembala binatang ternak milik keluarga. Mereka telah bekerja dan turut menopang ekonomi keluarga Nabi Ya’qub.

Namun boleh jadi yang terjadi pada mereka adalah tersumbatnya ilmu itu sebagai kumpulan pengetahuan saja di kepala mereka. Ilmu demikian tidak melahirkan hidayah dan rahmat dari Allah. Akibatnya, hati-hati mereka mengeras batu dan merasa lebih baik, dan lebih berhak dari Yusuf, adiknya. Puncaknya, mereka berencana jahat, ingin menghilangkan Yusuf dari Nabi Ya’qub, ayahnya.*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hari kiamathatiilmumembaca
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Rumah Hilang Kena Tsunami, Bersyukur Keluarga Saya Selamat”
Tulisan selanjutnya permukiman ilegal instagram Turki Mengecam Persetujuan ‘Israel’ Atas Rencana Pemukim Ilegal Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?