Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Urgensi Regeneresi dalam Dakwah

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Juli 2019 08:35 8:35 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Juli 2019 08:35
Bagikan
Ustadz Nurhadi dalam perjalanan dakwahnya membina Suku Togutil di pedalaman Halmahera.
Bagikan

Hidayatullah.com | REGENERASI dalam dakwah sangat penting diupayakan. Hal ini diusahakan agar estafeta fungsi diutusnya Nabi dan Rasul bisa terus berjalan. Dalam sejarah, salah satu bentuk kesuksesan Nabi Muhammad ﷺ selama 23 tahun adalah keberhasilannya dalam kaderisasi.

Para pemuda yang memiliki usia pontensial ini tidak dibiarkan berlalu tanpa arti. Mereka dibidik, dikembangkan, bahkan dibuatkan media untuk pengambangan diri. Sosok seperti Ali bin Thalib, Zaid bin Tsabit, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Amru bin ‘Ash, Anas bin Malik adalah contoh konkret bagaimana regenerasi dai tetap berjalan.

Tidak berlebihan jika beliau pernah mengatakan, “Sebaik-baik generasi adalah pada masaku,” (HR. Bukhari) suatu masa gemilang yang kebanyakan diisi oleh pemuda-pemuda cemerlang dan brilian yang berkontribusi besar dalam suksesi dakwah Islam ke seantero alam.

Baca: ‘Berpahit’ Dakwah Dahulu, Berjodoh Manis Kemudian

Pada zaman berikutnya, Umar misalnya juga perhatian dalam masalah regenerasi. Bahkan, setiap kali menghadapi urusan yang pelik, beliau sering melibatkan para pemuda. Mustahil pemuda bisa dilibatkan dalam masalah-masalah pelik kenegaraan kalau mereka bukan buah dari kaderisasi.

Betapapun pentingnya masalah regenerasi pejuang dakwah, seringkali pejuang dakwah mengalami kekhawatiran tersendiri mengenai penerus perjuangannya. Hal ini pernah dibahas secara gamblang oleh M. Natsir.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sebagaimana Nabi Zakariya ‘Alaihis salam, kata Buya Natsir, orang-orsng besar biasanya khawatir mengenai penerus atau pengganti perjuangannya. Siapakah yang akan meneruskannya bila meninggal dunia? Akankah perjuangannya berhenti? Kalaupun berjalan, akankah sekaliber dengan dirinya? Dll.

Saat M. Natsir, bertakziah ke Perguruan Diniah Putri Padang Panjang (pada 8 Maret 1968) atas wafatnya Ibu Rahmah El Junusiah (26/2/1969), beliau menyampaikan angin segar mengenai kemungkinan bertumbuhnya generasi penerus perjuangan.

“Kalau Dia (Allah) merelai satu amal perbuatan dari pada ummat jang ditjintai-Nja, Allah swt. itu mempunjai kekajaan jang tak terbatas pula. Bagi-Nja tidaklah susah untuk menggantikan dahan jang sudah lapuk dengan tunas jang muda. Begitu Djuga di ‘alam manusia ini. Patah tumbuh hilang berganti.” (M. Natsir, Patah Tumbuh Hilang Berganti, 1969). Intinya, kalau perjuangan itu diridhai Allah, maka Allah pasti akan menyiapkan pengganti.

Kapan regenerasi atau penerus perjuangan putus di tengah jalan? Meminjam bahasa Natsir patahnya tak bertumbu dan hilangnya tak berganti? Beliau menjawab, “Apabila Allah mentjabut ni’matnja dari pada djama’ah itu sendiri. Pabilakah Allah swt. Rela untuk menjabut ni’mat jang telah dikurniakan-Nja kepada suatu ummat atau djama’ah? Al-Qur`an menerangkan, Allah swt. tidak akan mentjabut satu ni’matpun dari satu kaum, ketjuali kalau kaum itu sudah merobah diri, sifatnja.” Ini bisa dilihat dalam surah al-Anfal ayat 53.

Baca:  Kewajiban Berdakwah Atas Setiap Muslim

Artinya, sifat yang baik dari pejuangan dakwah jika dirubah, maka membuat amal baik yang dirintisnya akan terbengkalai. Bisa jadi, banyak lembaga-lembagai dakwah yang tidak teregenerasi dengan baik perjuangan dan amal usahanya lantaran di samping tidak memiliki generasi juga kalaupun punya tidak menjalankan semangat dan sifat perjuangan yang dirintisnya selama ini. Makanya, penyiapan kader dakwah atau regenerasi pejuanga dakwah sangat penting untuk dibentuk.

Kita merindukan sosok Hamka, Natsir, Prawoto dan lain-lain yang merupakan hasil dari regenerasi tokoh muslim kawakan Indonesia laksana Tjokro Aminoto, H. Agus Salim dan lain-lain. Semoga Allah menganugerahkannya kepada kita semua. Bukan menunggu tentunya, kita terus berusaha saja memantaskan diri sekaliber perjuangan mereka dan menyiapkan regenerasi yang baik.

Mungkin sosok sekaliber mereka mustahil muncul kembali, namun dengan pengkaderan dan regenerasi yang matang, secara kolektif atau berjamaah, peran-peran mereka bisa diteruskan kembali sehingga dakwah tetap berjalan hingga akhir zaman.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahgenerasikader dakwahlembaga dakwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Gunakan Sekolah untuk Pisahkan Anak-Anak Muslim Xinjiang dari Keluarga Mereka [1]
Tulisan selanjutnya China Gunakan Sekolah untuk Pisahkan Anak-Anak Muslim Xinjiang dari Keluarga Mereka [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?