Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Saatnya Saling Menguatkan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 April 2020 00:42 12:42 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 April 2020 06:09
Bagikan
Bagikan

 

Oleh: Achmad Djalaluddin

 

Hidayatullah.com | Bersama Allah Ta`ala kita kuat dan bisa. Bersama saudara seiman, kita dikuatkan.

Saudara itu penting, karena dijadikan penguat saudaranya oleh Allah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطٰنًا فَلَا يَصِلُوْنَ اِلَيْكُمَا

“Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu …” (al-Qashash [28]: 35).

Saat ini dan (mungkin) beberapa waktu ke depan, kehidupan berjalan tak seperti biasa. Mungkin terasa sulit.

Berlama-lama di rumah dengan aktivitas yang cenderung monoton, bisa menyebabkan panik, jenuh, cemas, atau stres. Bila panik dan stres, tubuh akan melepaskan kortisol ke aliran darah yang selanjutnya bisa menekan sistem imun pada tubuh.

Kita memerlukan kebersamaan agar kuat. Masing-masing berusaha menguatkan saudaranya agar mereka (virus dan bala tentaranya) “tidak dapat mencapaimu …”

Bila situasi saat ini –dengan menggunakan teori konspirasi– dimaknai sebagai perang, maka penting mengetahui siapa lawan dan siapa kawan. Lawan pasti berupaya melemahkan pertahanan dan ketahanan, sedangkan kawan akan menguatkan pertahanan dan ketahanan itu.

Bila saat ini dimaknai perang, maka dalam perang ada akhlaq (akhlaq al-hurub). Kita patut menggali inspirasi Nabawi bagaimana menjaga akhlaq di tengah peperangan, saat diserang-menyerang lawan, termasuk yang tak terlihat mata (virus).

Dalam Akhlaq al-Hurub fi as-Sunnah an-Nabawiyah (Raghib al-Surjani, 2010) disebutkan, akhlaq Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam dalam perang, di antaranya:

Al-Ijtihad fi Himayat al-Arwah (serius dalam menjaga nyawa manusia).

Akhlaq ini ditujukan kepada lawan. Jangan sampai ada korban di pihak musuh. Maka, langkah yang dilakukan adalah menawarkan Islam kepada mereka, menawarkan “aman” semisal dengan perjanjian damai, sebelum benar-benar terjadi kontak fisik.

Bila terhadap lawan saja Rasulullah berusaha menjaga nyawa mereka, apalagi kepada umat Islam. Dengan perang, Rasulullah mengajak untuk menjaga agama, jiwa (nyawa), keturunan, akal, dan harta kaum Muslimin.

Saat ini, lawan kita adalah virus yang tak terlihat. Maka, seharusnya “takbir” ditujukan kepada virus-virus dan orang-orang yang menebarkannya.

Antara yang tetap shalat di masjid dan yang shalat di rumah, tak perlu “takbir” membela pendapatnya. Karena jihadnya bukan membela fatwa atau pendapat, tapi jihad melawan virus untuk himayat al-arwah (menjaga nyawa) kaum Muslimin.

Bagi yang shalat di masjid, berusahalah menjaga nyawa diri dan orang lain. Pastikan diri tidak menjadi carrier (pembawa virus), terinfeksi tapi tak bergejala, terlihat sehat tapi bisa menyebabkan orang lain tertular. Sebab ajaran Nabi menegaskan, “Laa dharara wa laa dhiraara”. Tak boleh merugikan diri dan merugikan orang lain.

Bagi yang shalat di rumah, bersedihlah karena tak bisa ke masjid. Pahami dalil mengapa untuk sementara waktu tak ke masjid. Pahami bahwa untuk menjaga agama dan jiwa, kata Imam al-Ghazali Rahimahullah, ada jalbu al-mashalih dan dar`u al-mafasid (meraih kebaikan dan menolak kerusakan dan yang merusak). Dan yakinlah bahwa yang shalat di masjid juga menginginkan kebaikan bersama.

Bagi yang shalat di masjid, hindari logika “yang shalat di rumah imannya lemah, karena lebih taat pemerintah daripada kepada Allah”. Ini sama dengan logika “yang tak poligami imannya lemah karena lebih takut istri daripada takut kepada Allah “.

Rafdlu mabda` al-takhrib, menolak prinsip destruktif (merusak).

Tidak boleh merusak lawan, merusak pohon, ternak, tempat ibadah, anak-anak, perempuan, tokoh agama mereka … (Panjang kalau dibahas). Apalagi kepada kawan.

Bagi yang paham tentang covid-19, perlu proporsional, tidak menambah panik dan stres. Begitu pula yang tak paham, perlu menghindari kebiasaan sharing info tanpa klarifikasi dan uji akurasi (fa tabayyanuu wa tatsabbatuuu). Khawatirnya, di rumah saja bisa stres, apalagi ditambah info-info yang menakut-nakuti. Dampaknya, mudah didatangi oleh virus, meskipun shalatnya di rumah.

Ayo, saling menguatkan dan menggembirakan! Hasbunallah w ani`mal wakiill.*

Dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kuatmengembirakanmenguatkan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag: Arab Saudi Tidak Minta Tunda Rencana Haji 
Tulisan selanjutnya Cegah Covid-19, Gubernur Sumsel Ajak Warga Shalat Hajat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Berita
5 September 2026 16:51
Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang

Terbaru

  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?