Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bukti Keberadaan Allah Bisa Dibuktikan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2022 16:59 4:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2022 18:00
Bagikan
Bagikan

Kebenaran agama Islam dan keberadaan Allah bisa dibuktikan secara ilmiah dan rasional, inilah nikmat iman dan Islam

Hidayatullah.com | BANYAK muslim ditanya mengapa Tuhan yang disembah Allah, bukan Tuhan yang lain seperti agama lain, mereka bingung menjawabnya. Jawaban pamungkas yang sering disampaikan ya karena yakin Allah adalah Tuhan seperti termuat dalam Al-Quran, tanpa bisa menjelaskan secara rasionalitas.

Padahal iman pada Allah adalah rukun iman yang paling pertama. Artinya iman paling mendasar dan kunci yang yang akan menghantarkan keselamatan dunia akhirat.

Karenanya, dalam perkara iman pada Allah, seharusnya bisa dijawab secara rasionalitas, bukan dogma dan taqlid. Ketika iman pada Allah dipenuhi keraguan, akhirnya tak jarang ditemui dalam perjalanan kehidupan Muslim begitu mudah melepaskan keislamananya hanya perkara remeh dunia.

Akibatanya, banyak pasangan wanita/pria menikah berbeda agama, banyak orang beragama, terus mengejar jabatan dan tahta, dan sebagainya. Termasuk pengaruh lemahnya kaum Muslim berpegang teguh pada syariat Allah dalam kehidupannya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kenapa terjadi? Karena mereka menganggap iman dan syariat perkara tak penting dalam kehidupan. Perkara keadaan menghadap Allah setelah kematian itu bukan prioritas, yang tak perlu dipikirkan secara serius dan mendalam.

Adakah Sang Pencipta?

Tak ada cara lain pembuktian keberadaan Sang Pencipta, selain dengan pengamatan secara mendalam baik terkait diri sendiri, alam dan kehidupan. Diri manusia sendiri mulai dari rahim hingga lahir ke dunia, dari ujung kaki hingga kepala penuh dengan keajaiban dalam proses penciptaannya, dan bisa mudah dibuktikan.

Sama halnya dengan kompleksitas proses metabolisme tubuh manusia yang terkait satu sama lain pada komponen tubuhnya dalam perkembangan kehidupannya.  Juga keanekaragaman hayati dari jenis hewan dan tumbuhan saja di bumi yang mampu diidentifikasi para ilmuwan menyentuh digit triliunan spesies.

Secuil pengungkapan ini saja dapat menggiring pada satu pemikiran bahwa semua ini tak mungkin terjadi tanpa kendali Sang Pencipta. Semua ini menunjukkan tanda-tanda adanya Sang Pencipta yang Maha Pengatur atas segala sesuatunya dalam kehidupan ini.

Sungguh tidak masuk akal manusia yang berpikir secara cemerlang dan mendalam menafikkan keberadaan Sang pencipta. Karena hal yang sederhana saja seperti sebuah tulisan pasti ada sang penulis, apatah lagi gambaran kompleksitas kehidupan di alam semesta beserta isinya, sungguh menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Sang Pencipta.

Siapa Sang Pencipta?

Kejernihan pikiran dan ilmu yang dimiliki manusia, sesungguhnya bisa menjelaskan alam dan kehidupan. Setiap manusia tumbuh berkembang sampai pada batas waktu yang tak mampu dilampauinya lagi yaitu ajal.

Datangnya ajal, menunjukkan terbatasnya manusia karena kematian merenggutnya. Pun sama jika mengamati hewan, tumbuhan bahkan alam semesta tempat manusia bernaung semuanya akan berakhir dengan datangnya ajal.

Hancurnya alam semesta menurut para ilmuwan adalah kepastian datangnya. Prediksi ilmuwan penyebabnya dapat berupa habisnya energi matahari yang berdampak pada punahnya kehidupan.

Hilangnya gaya gravitasi yang akan menyebabkan tabrakan dahsyat benda-benda langit super raksasa, atau penyebab lainnya.

Manusia keadaannya lemah karena tak ada manusia dalam kehidupannya tak pernah merasakan sakit secara fisik. Manusia juga kadang dihinggapi lupa bahkan terhadap persitiwa yang baru beberapa jam dilaluinya.

Sekompleks apapun penciptaan manusia  sudah dirancang Tuhan, Sang Pencipta. Al-Khaliq (Sang Pencipta) tak mungkin secara rasionalitas memiliki karakteristik seperti makhluk.

Sang Pencipta pasti berbeda dengan makhluk yang diciptakanNya. Dia tak berawal dan berakhir seperti makhluk dan tak mungkin terbatas kehidupannya.

Kerane itu, jika ada yang mengatakan, Tuhan beranak atau Tuhan mati di tiang salib untuk menebus dosa anak adam, secara akal sangat tidak bisa diterima. Karena sifat Tuhan, mengharusnya tidak mungkin terbatas hidupnya.

Sesuatu yang terbatas, pasti makhluk, bukan Tuhan. Apalagi dewa-dewa berupa patung buatan tangan manusia, yang tak pernah hidup, tak layak diberikan sifat-sifat Tuhan.

Karena itu, dalam Islam, Tuhan sesembahan agama selain Islam adalah batil karena hakikatnya mereka mempertuhankan makhluk yang sama dengan dirinya.  Jelaslah hanya Islam yang menyembah Tuhan yang haq yaitu Allah SWT yang bersifat azali dan wajibul wujud.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT sendiri:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Iklas ayat 1-4).

Sebagai penutup, kebenaran agama ini tak akan pernah bisa terbantahkan secara rasionalitas. Sehingga nikmat iman dan Islam sesungguhnya adalah harta yang paling berharga yang patut bagi setiap Muslim berpegang teguh padanya hingga ajal menjemput.

Hal ini dengan harapan agar kita bias berjumpa dengan Allah, Sang Pencipta dalam keadaan yang mendapat rahmat dan ridhaNya. Wallahu a’lam bish-shawabi.*/Desti Ritdamaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allahbukti keberadaan Allahhakekat Allah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akademisi Iran Ini Sebut Ratu Elizabeth Penjahat Dunia, setara Adolf Hitler
Tulisan selanjutnya Dapat Kecaman Usai Hina Keluarga Lirboyo, Eko Kuntadhi Umumkan Mundur dari Ketum Ganjarist

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum

Berita
18 Juni 2026 15:53
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang

Terbaru

  • Serangan Islamofobia, Imam Masjid di Kanada Diserang usai Pimpin Shalat Berjamaah
  • Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi
  • Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?