Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Beginilah Adab Bermedia Sosial

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 April 2019 17:28 5:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 April 2019 17:30
Bagikan
[Ilustrasi] Media sosial.
Bagikan

PADA Era Digital, publik banyak disuguhi berita-berita yang sangat tidak bertanggung jawab. Berita hoax merebak kemana-mana. Kalau kita tidak selektif dan klarifikatif (QS. Al-Hujurat [49]: 6), maka informasi itu akan mengganggu aktivitas dan ibadah kita.

Ketika kita membagikan (sharing) tulisan yang tidak bertanggung jawab, maka akibatnya akan banyak orang yang tersesat akibat ulah kita. Jika kita tahu berita itu tidak bermanfaat, maka sudah seharusnya ditinggalkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
“Sebaik-baik keislaman seseorang, adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi).

Sesuai An-Nahl [16] ayat 125, di balik kita men-sharing atau menyampaikan sesuatu lewat media massa atau media sosial, maka harus dilatari dengan kebijaksanaan, nasihat yang baik dan argumentasi yang terbaik.

Adab dalam bermedia sosial, tak ubahnya seperti adab kita dalam berinteraksi sehari-hari. Jika dalam hubungan sosial kita tidak menjaga adab, pasti akan dibenci orang. Demikian pula dalam media sosial, tulisan yang menyakiti orang pasti akan membekas pada hati mereka. Bedanya, jika dengan lisan akan terhapus, tapi dengan tulisan kata-kata itu akan tetap ada selama dibaca orang.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Karena itu, salah satu adab yang harus dijaga ketika bermedia sosial adalah menjaga tangan kita dari segala sesuatu yang menyakiti orang lain. Bisa jadi, orang yang tersakiti tak akan memaafkan mereka. Apa lagi kalau sudah viral, bagaimana kita akan meminta maaf.

Mau tidak mau memang kita dihadapkan dengan media sosial (jejaring sosial). Karena itu adalah bagian saran komunikasi dan berbagi masa kini.

Dengan adanya jejaring sosial, seharusnya bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita. Ini karena, dengan media sosial kita lebih mudah mengakses dalil-dalil baik dari al-Qur`an, Hadits, maupun dalil-dalil lainnya.

Fenomena maraknya berita hoax, dan pembagian berita-berita tak bermutu sudah disinyalir Nabi sejak lima belas abad yang lalu. Imam Ahmad meriwayatkan:

أَنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ، وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ، حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ، وَقَطْعَ الْأَرْحَامِ، وَشَهَادَةَ الزُّورِ، وَكِتْمَانَ شَهَادَةِ الْحَقِّ، وَظُهُورَ الْقَلَمِ
“Sesungguhnya menjelang kiamat, akan terjadi pengkhususan salam hanya untuk orang tertentu, maraknya perdagangan hingga seorang istri membantu suaminya berdagang, terputusnya silaturahim, kesaksian palsu, menyembunyikan kesaksian yang benar, dan bermunculannya pena.” (HR. Ahmad).

Banyaknya bermunculan pena maksudnya, tulisan-tulisan begitu banyak hingga menjadi viral.

Postingan-postingan yang banyak seperti yang terjadi sekarang ini adalah indikator kuat terjadinya hari kiamat. Pada waktu itu umat sudah sampai pada taraf ketergantungan dan hampir tidak bisa pisah darinya.

Jadi, tersebarnya pena bukan saja berkaitan dengan tulisan belaka. Tapi semua yang dihadirkan melalui ide atau gagasan kita dalam bentuk tulisan, gambar, slide misalnya, maka itu masuk dalam kandungan Hadits ini.

Informasi-informasi sekarang begitu deras. Jika kita tidak membekali diri dengan keimanan dan ketakwaan, maka kita akan kesulitan memfilter informasi yang masuk.

Bagaimana kita mengetaui kebenaran informasi, sementara di media sosial kita tidak ada penanggung jawab. Semua orang menjadi reporter, editor, dan penyunting atas dirinya sendiri. Jika kata-kata yang kita produksi tidak disuntung dengan baik, maka akan menyesatkan orang lain.

Pemimpin redaksi Al-Bayan di Arab Saudi menyatakan, “Medan jihad yang paling strategis saat ini adalah media sosial. Karena itu seharusnya setiap Muslim mengambil peran strategis ini melalui media sosial yang dimiliki.”

Media sosial seperti pisau bermata dua. Jika digunakan dengan baik, maka akan menyelamatkan kita. Jika tidak, maka akan menjerumuskan kita. Karenanya, pilihlah jalan surga bersama media sosial. Pilihlah jalan kebaikan dengan cara menyebarkan kebaikan melalui media sosial. Jagalah adab-adab. Jangan gampang memfitnah, karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan (QS. Al-Baqarah [2] : 191).

Dari pembahasan ini bisa disimpulkan adab yang perlu dijaga dalam bermedsos adalah: Pertama, tidak asal menyebar berita sebelum diseleksi dan diklarifikasi. Kedua, bekali diri dengan keimanan dan ketakwaan sebelum mengakses atau memposting tulisan. Ketiga, berjihad menebar kebaikan melalui media sosial.

Keempat, ekstra hati-hati menjaga tangan dan lisan dari segala sesuatu yang bisa menyakiti orang lain. Kelima, meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat dari media sosial.* Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabfitnahhoaxlisanMedia massamedia sosialtulisan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Berpaham Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah
Tulisan selanjutnya Prabowo Kampanye di Padang: Saya Berikan Jiwa-Raga, bukan amplop

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?