Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Idul Ghadir Dalam Pandangan Sejarah (2)

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2015 08:47 8:47 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Oktober 2015 08:47
Bagikan
Ilustrasi: Sebuah peringatan Idul Ghadir kaum Syiah
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

oleh: Alwi Alatas

Keempat, jarak antara peristiwa Ghadir Khum dengan wafatnya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam hanya sekitar tiga bulan, sebuah rentang waktu yang singkat, dan ada banyak yang menyaksikan serta mendengarkan kata-kata Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam itu.

Jika memang Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bermaksud menunjuk Ali sebagai penggantinya pada peristiwa Ghadir, maka tidak masuk akal jika tiga bulan kemudian, saat Nabi wafat, semua Sahabat lupa dengan penunjukkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam itu. Dan tidak masuk akal juga jika semua sahabat berkhianat dan membatalkan kepemimpinan Ali, padahal Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam baru saja mengangkatnya tiga bulan sebelumnya.

Ketika membaca kitab-kitab sejarah bahwa pada awalnya memang sempat ada perbedaan pendapat tentang siapa yang akan menggantikan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam selepas wafatnya. Ada sekumpulan Anshar yang hendak memilih pemimpin sendiri, ada sekumpulan muhajirin yang kemudian memilih Abu Bakar (ini yang terjadi di Tsaqifah Bani Saidah), dan ada pula sekumpulan sahabat yang condong kepada Ali bin Abi Thalib.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Dalam buku-buku sejarah kita dapati bahwa para sahabat yang berpihak kepada Ali bin Abi Thalib biasanya berhujjah pada keutamaan beliau dan kedekatan nasab beliau pada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam (tentu saja tanpa menolak keutamaan Abu Bakar as-Siddiq), dan mereka tidak bersandar pada peristiwa Ghadir Khum.

Hal ini menunjukkan bahwa para sahabat sendiri tidak memahami kata-kata Nabi di Ghadir Khum sebagai pengangkatan pemimpin. Tetapi mereka memahaminya sebagai sesuatu yang lain.

Jika mereka semua memahaminya sebagai penetapan Ali bin Abi Thlaib sebagai pemimpin, adalah aneh jika peristiwa Ghadir terpingirkan saja dari wacana kepemimpinan pada proses suksesi selepas Nabi wafat. Dan juga tidak masuk akal jika mereka diam karena takut kepada Abu Bakar dan Umar bin Khathab. Sebab, mereka berdua tidak memiliki tentara untuk memaksakan diri sebagai pemimpin.

Kalau begitu apa makna mawla yang lebih tepat dalam hadits di atas. Menurut hemat penulis lebih tepat adalah dimaknai sebagai ‘sahabat’ atau ‘kekasih’.

Berikutnya, apa keperluan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam menyampaikan kata-kata tersebut di hadapan para sahabat dan di tahun terakhir masa hidupnya?

Tampaknya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam hendak mengingatkan kepada ummatnya untuk senantiasa menjaga hubungan dan tidak saling menyakiti anggota keluarganya. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam tentu mengetahui bahwa pada satu masa akan ada orang-orang yang tidak suka kepada Ali dan keluarganya, terutama karena fitnah dan konflik politik yang terjadi di dunia Islam, ataupun karena alasan lainnya.

Tampaknya kepada mereka yang memiliki sikap semacam ini, selain kepada kaum Muslimin secara umum, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam mengingatkan untuk tidak bersikap buruk terhadap Ali dan keluarganya. Karena siapa yang menganggap Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sebagai mawla-nya, maka Ali juga adalah mawla-nya.*

Pemerhati sejarah Islam, penulis buku “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”

Baca juga:
Sikap Umat Islam terhadap Ghadir Khum [1]
Sikap Umat Islam terhadap Ghadir Khum [2]

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali Bin Abi Thalibghadir khumidul ghadirimam mahdiKhalifahMawlasyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyair Sitok Srengenge Dicoret Singapore Writer’s Festival
Tulisan selanjutnya PBNU: Meniru Iran Pulangkan Jenazah Korban Mina Usulan Keliru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?