Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perang Suriah dan Kisah Pengepungan Kota Madinah [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2015 09:56 9:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2015 10:15
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Muh. Istiqamah, S.Sy

Beberapa Pelajaran

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini terkait dengan peristiwa masuknya tentara Rusia ke Suriah.

Pertama, peperangan antara haq dan batil ini sunnatullah. Hari-hari akan dipergilirkan. Akan berlaku terus sampai hari kiamat. Tapi ingat, kekuatan Islam tidak akan pernah dihabisi sekaligus. Sampai finalnya pertempuran ini dimenangkan Imam Mahdi.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Sejak masa Nabi, dalam Perang Ahzab, Perang Mongol dan Tar Tar. Perang salib, sampai dua perang dunia (negara-negara Islam jadi lahan rebutan ekspansi penjajahan negeri-negeri Barat).

Tapi ingat, umat ini juga punya masa-masa berjayanya. Saat masa Umar bin Khattab, masa Muawiyah, masa Umar bin Abdul Aziz, masa Harun al-Rasyid, masa Panglima Shalahuddin al Ayyubi, masa Muhammad al Fatih, masa Daulah Umayyah di Spanyol dan masa Sulaiman al-Qanuni.

Kedua, adanya pengkhianat dalam tubuh umat, sebagai penyakit kronis.

Pada masa ini, pengkhianat itu dimainkan perannya oleh Iran. Di mana Iran lebih sibuk mengacak-acak negara Islam (Yaman, Suriah, Iraq dan Libanon) dibanding melawan kekuatan Barat (Amerika dan Uni Eropa), Komunis (Rusia, China, Korea Utara) dan Yahudi (Israel).

Sebagaimana Perang Ahzab, idenya berawal dari Yahudi yang tinggal dalam Kota Madinah. Padahal antara mereka dengan Rasulullah punya kesepakatan dalam Piagam Madinah. Bahwa mereka adalah satu kesatuan dalam menjaga keamanan Negeri Madinah.

Namun, Yahudi yang licik, mulai menyalakan api itu. Menawarkan ide itu pada musuh bersama, menyerang Kota Madinah. Sehingga membakar diri mereka sendiri. Tapi kiranya inilah balasan setimpal untuk para pengkhianat, musuh dalam selimut.

Ketiga, strategi perang ini yang akan menentukan. Dan ini yang belum dimiliki umat. Bersatu saja belum, apalagi mau mengadakan musyawarah tinggi dan berbicara strategi.

Dalam Perang Ahzab, strategi perang ini terlihat ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam tidak segan-segan memakai strategi perang defensif ala Persia yang sama sekali belum dikenal oleh Bangsa Arab sebelumnya.

Keempat, perang Suriah ini akan mengambil nafas yang panjang. Sampai ada yang menyebutnya ini akan menjadi cikal bakal perang dunia ketiga.

Sebagaimana serangan atas Kota Madinah, Rasulullah dikepung selama 50 hari, sampai orang bersu’udzon (berprasangka buruk) pada Allah Subhanahu Wata’ala.

Kelima, selain mengandalkan kekuatan pasukan, umat Islam masih punya Allah yang Maha Besar. Bahwa akan ada petolongan Allah. Yang jika Dia berkehendak, maka “Kun Fayakun” (jadilah).

Tapi sebelum menuju kesana, realisasi syarat hadirnya pertolongan itu mutlak harus terpenuhi.
Hal ini ditunjukkan dengan kerja keras yang dilakukan Rasulullah ketika menggali-parit dalam kondisi musim paceklik.

Lalu strategi memecah kekuatan musuh, ketika seorang Yahudi masuk Islam di masa perang.

Rasulullah menugaskan apa saja yang bisa dilakukan. Akhirya membuat kedua golongan –Yahudi dan Kaum Quraisy– menghilangkan kepercayaan masing-masing sehingga mereka saling curiga.
Lalu Nabi mengajak umat berdoa, bertahan dan tetap teguh tidak lari dari perang.

Dan pertolongan itu turunkan bantuannya dalam bentuk angin topan yang mengusir musuh-musuhnya.

Keenam, membersihkan pengkhianat adalah gerbang utama menuju kemenangan yang datang bertubi-tubi.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mengsekusi Yahudi Bani Quraizhah di Madinah yang berkhianat. Di mana setelahnya futuhat berjalan dengan mulus tanpa sandungan dari musuh dalam selimut.*

Penulis mahasiswa yang sedang mengambil studi di Madinah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranKota MadinahparitPerang Ahzabperang KhandaqrusiaSerangan Rusia Di Suriahsuriahyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ciri Muslim itu Gemar Beramal Sholeh
Tulisan selanjutnya 53 Serangan Zionis terhadap Awak Hilal Ahmar di Tepi Barat dan Al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?