Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Istanbul: Di Mana Semuanya Pertama Kali Dimulai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2017 10:54 10:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2017 10:54
Bagikan
Istanbul di masa lalu
Bagikan

Hidayatullah.com–Dari karya arsiteltural hingga perkembangan teknologi dan dari kehidupan sosial hingga standar ekonomi dan budaya, Istanbul telah menjadi rumah bagi sejumlah hal baru selama bertahun-tahun.

Süleyman Faruk Göncüoğlu telah melakukan penelitian tentang pengalaman pertama yang sangat penting bagi sejarah budaya kita, dengan mempublikasikan buku berjudul, “Istanbul’un İlkleri” (Hal-hal Pertama Istanbul).

Bukunya, yang dipublikasikan oleh Timaş Publishing House, merupakan sebuah antologi yang terdiri dari pengalaman pertama Istanbul, termasuk periode sejarah Istanbul mulai dari Bizantium kuno, Ottoman hingga Republik.

Baca: Istanbul yang Tenang dan Menenangkan

Buku ini mendorong pembaca untuk mengelilingi aula pameran pertama di Istanbul dan mendengarkan suara “halo” pertama yang keluar dari sebuah penerima telepon untuk pertama kalinya di Istanbul.

Berdasarkan penelitian Göncüoğlu, kita telah mengumpulkan sejumlah contoh dari daftar yang pertama menarik ini, kutip Daily Sabah.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Jalanan mobil pertama di Istanbul

Penduduk Istanbul pertama kali melihat mobil pribadi bertenaga bensin di pemukiman Fenerbahçe Istanbul pada 1895. Mata mereka tertuju pada sebuah Renault-Landaulet milik Deputi Basra Züheyrzade Ahmet Pasha, orang-orang menunjukkan perhatian yang besar pada kendaraan itu.

Saat impor kendaraan berbahan bakar cair diperbolehkan pada 17 Agustus, 1907, jumlah kendaraan  di Istanbul berangsur-angsur meningkat. Kecelakaan lalu lintas pertama dilaporkan terjadi melibatkan supir pribadi Duta Besar Italia di depan Masjid Şişli, yang berakhir dengan penangkapannya oleh polisi di pemukiman Pangaltı.

Penduduk Istanbul merasakan basket

Pertandingan basket pertama di Istanbul dimainkan di Perguruan Tinggi Robert’s 113 tahun yang lalu. Tujuh tahun setelah pertandingan pertama itu, pertandingan lain diorganisir di aula olahraga Sekolah Menengah Atas Galatasaray, sementara pertandingan profesional pertama diselenggarakan antara tim Turki dan Amerika pada 4 April, 1921 di sebuah bangunan sekolah yang saat ini merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Cağaloğlu. Tim Amerika memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 18-14.

Percakapan pertama melalui telepon

Pada 1881, Istanbul terpesona oleh suara “halo” pertama yang diresonansikan dari sebuah penerima telepon. Tidak sampai tiga thaun kemudian dengan diperkenalkannya telepon yang paru pada Pameran Paris 1878, Sultan Ottoman Abdülhamid memulai usahanya membangun jaringan telepon pertama Istanbul.

Baca: Ruhul Islam Sultan Abdul Hamid II

Pada tahun 1919, papan-hubung telepon Istanbul memiliki 9.600 pelanggan, sementara panggilan telepon jarak-jauh pertamanya dilakukan antara Istanbul dan Ankara.

Gila bola dimulai di Istanbul

Pertandingan sepak bola pertama di Istanbul diselenggarakan 121 tahun yang lalu di padang Kuşdili, Kadıköy antara Club Moda dan sebuah tim gabungan dari provinsi İzmir, sedangkan klub bola pertamanya, bernama Black Stockings, didirikan pada 1897 oleh Fuad Hüsnü dan teman-temannya. Fuad Hüsnü juga merupakan pesepakbola Turki pertama dari Istanbul. Klub olahraga Turki resmi pertamanya merupakan Klub Olahraga Galatasaray.

Galeri-galeri seni kota kuno

Aula Pameran pertama yang dibuka pada tahun 1901 di Beyoğlu Şark Pasajı bernama Pera Hall. Yang menampilkan lukisan-lukisan serta pahatan, tetapi aula itu ditutup tiga tahun kemudian.

Empat tahun setelah penutupannya, pameran seni pertama di kota itu diadakan oleh Asosiasi Pelukis Ottoman dengan judul “Pameran Galatasarat” dan diikuti oleh 44 seniman. Pameran-pameran semacam ini secara regular diadakan hingga tahun 1950-an.

Para pelukis wanita juga mempunyai kesempatan untuk menampilkan lukisan-lukisan mereka untuk pertamanya kalinya di pameran tersebut.

Bangunan pertama dengan listrik dan sistem pemanas

Bertahan dalam periode kekuasaan Sultan Abdülhamid II, Mansion Mahmud Cemil Molla juga telah melihat banyak hal pertama. Rumah itu dibangun untuk Menteri Kehakiman pada masa Abdülhamid II, Mahmud Cemil, pada tahun 1885 oleh arsitek Italia Alberti di sebuah hutan di sebelah kiri Pemakaman Nakkaştepe, yang berlokasi diantara pemukiman Kuzguncuk dan Beylerbeyi.

Baca: Desa Bersejarah Ottoman di Bosnia

Rumah yang menandakan langkah pertama Istanbul menuju kehidupan moderen, dilengkapi dengan listrik, sistem pemanas dan telepon yang dipasang di luar istana. Sistem pemanas bangunan itu juga merupakan salah satu contoh hal pertama yang ada di Istanbul, sementara listriknya disediakan dari generator khusus. Bangunan itu saat ini digunakan sebagai kantor Mesa Construction Istanbul.

Moda: Di mana pantai pertama Istanbul dibuka

Di Ensiklopedia Istanbulnya, Reşat Ekrem Koçu menulis bahwa budaya mandi di luas terkenal pada masa Ottoman dikarenakan Tempat Pemandian Laut Çardak Pier yang beroperasi antara tahun 1826 hingga 1850.

Penduduk Istanbul pertama kali berkenalan dengan konsep “pantai” ketika warga Belarusia yang lari dari Rusia tiba di Istanbul. Konsep itu dilakukan pertama kalinya di pemukiman Moda sedangkan umat Muslim kebanyakan lebih memilih pantai-pantai Altınkum dan Küçüksu yang berlokasi di Rumelikavağı.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Instanbulkhilafah utsmaniyahKota IstanbulOttomanPembangunan Masjid di TurkiPresiden Recep Tayyip Erdogansekularisme TurkiSimbol SekularismeTaksim SquareTaman Gezi Park Pusat Kebudayaan Ataturk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kota Oxford Cabut Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi, Komnas HAM Mengapresiasi
Tulisan selanjutnya Koalisi Dosen UNAIR Menolak Gelar Honoris Causa Muhaimin Iskandar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?