Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Syaikh Mahfudz At-Tarmasi, Ulama Hadits Nusantara yang Mendunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 November 2018 10:29 10:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 November 2018 09:31
Bagikan
ILUSTRASI
Bagikan

“Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” begitulah kira-kira nasehat Presiden pertama Indonesia, mengingatkan kita betapa pentingnya sejarah. Nasehat ini masih cocok dengan keadaan sekarang, meminjam istilah Adi Setia, anak bangsa saat ini sedang terjangkiti penyakit historical and cultural amnesia, suatu “penyakit” yang membuat orang lupa bahkan amnesia terhadap pencapaian ilmu pengetahuan dalam sejarah dan budaya bangsanya sendiri. Termasuk dalam hal ini, tak tau dan tak mau tau sejarah para ulama Nusantara.

Pada abad 18 hingga akhir abad ke 20, Nusantara melahirkan ulama-ulama yang diakui keilmuannya di dunia, bahkan diantaranya menjadi pengajar di Haramain. Sebut saja Syeikh Abdus Shomad Al-Palimbani, Syeikh Arsyad Al Banjari, Syeikh Abdul Wahab Al-Bugisi, Syeikh Abdur Rahman Mishri Al-Jawi atau yang lebih terkenal dengan sebutan empat serangkai dari Tanah Jawi. Begitu pula Syeikh An-Nawawi Albantani, Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syeikh Yasin Al-Fadani dan termasuk ulama yang lahir pada abad ke-19 tahun 1866, Syeikh Mahfudz At-Tarmasi.

Baca: Jejak Intelektual Muslim dan Ulama Membangun Indonesia 

Ulama Hadits Asal Tremas

Saat ini tak banyak memang yang mengenal siapa Syeikh Mahfudz At-Tarmasi, seorang ulama Nusantara asal Tremas, sebuah desa kecil yang berada di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Krasidenan Madiun, Jawa Timur. Ia adalah ulama Nusantara pertama yang mengajar Shahih Bukhari di Masjidil Haram hingga akhir hayatnya. Memegang sanad yang bersambung hingga ke Imam Bukhari. Sanad yang diperoleh At-Tarmasi  termasuk aqrab, sehingga menjadi incaran para ulama, tidak hanya dari tanah air saja tapi juga belahan dunia lainnya. Terlebih kitab Shahih Bukhari yang menjadi rujukan utama umat Islam setelah Al-Qur’an. Jika diriwayatkan melalui jalur Syeikh Abu Bakar Syatha yang merupakan guru At-Tarmasi di Haramain, maka mata rantainya At-Tarmasi berada diurutan ke-22. Adapun jika melalui jalur KH. Abdullah yang merupakan ayahnya maka mata rantainya lebih dekat lagi yaitu berada diurutan ke-20.

At-Tarmasi tidak hanya memegang sanad shahih Bukhori tapi juga kitab-kitab hadits lainnya. Ia tak hanya pakar dalam bidang hadits saja, tetapi juga dibidang keilmuan yang lain, seperti fikih, aqidah, qur’an dan qiraatnya. Contohnya saja Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Jarullah yang pakar qiraah dan menguasai qira’ah sab’ah dan qira’ah ‘asyarah sanad qiraahnya juga lewat Syeikh Mahfudz At-Tarmasi. Kepakarannya di bidang lain terbukti dengan beberapa karyanya dalam bidang-bidang tersebut. Karya-karya Syeikh Mahfudz At-Tarmasi yang tercatat ada sebanyak 20 kitab, 6 diantaranya adalah karya dalam bidang hadits.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Baca:  Ulama dan Kekuasaan: Sejarah Melayu

Arbain At-Tarmasi

Sebagaimana Imam An-Nawawi, Syeikh Mahfudz At-Tarmasi menulis kitab yang menghimpun 40 hadits yang dikenal dengan sebutan Arbain At-Tarmasi, kitab ini berjudul Al-Minhah Al-Khairiyyah fi Arbain Haditsan min Ahaditsi Khair Al-Bariyah. At-Tarmasi mensyarah kitab Al-Minhah Al-Khairiyyah fi Arbain Haditsan min Ahaditsi Khair Al-Bariyah kedalam kitabnya yaitu Al-Khil’ah Al-Fikriyyah bi Syarh Al-Minhah Al-Khairiyah. Dalam kitab ini At-Tarmasi memberikan banyak keterangan, termasuk tentang kitab sebelumnya. Pada cover kitab yang kedua ini, tertera empat tempat nama penerbit yaitu Haramain, Singapura, Jeddah dan Indonesia. Hal ini mengisyaratkan bahwa kitab ini sudah pernah dicetak di empat negara tersebut. Selain itu juga Syeikh At-Tarmasi menulis kitab Manhaj Dzhaw Al-Nazr bi Syarh Manzumah ilm Al-Atsar, kitab ini merupakan satu diantara dua karya besar At-Tarmasi. Bahkan kitab ini pulalah yang membuat nama At-Tarmasi dikenal dan terkenal. Kitab ini ditulis dalam waktu 4 bulan 14 hari. Karya besar ini ia selesaikan di Makkah pada hari Jumat tanggal 14 Rabiul Awwal 1329 H/ 1911 M. Kitab sudah dicetak dan disebarluaskan di Mesir sebelum tahun 1919 M. Kitab ini merupakan syarah terhadap Kitab Manzumat ‘Ilm Al Athar yang dikarang oleh Imam As-Suyuti dalam bentuk syair yang hampir berisi 1000 bait.

Baca: Menyambangi Majelis Ilmu Murid Syeikh Yasin Padang di Kairo

Pengakuan Syeikh Yasin Al-Fadani

Syeikh Yasin Al-Fadani, Musnid dunya, ulama Nusantara Abad ke-20 tak tanggung-tanggung memberi enam gelar kepada Syeikh Mahfudz At-Tarmasi. Gelar-gelar itu adalah ‘Allamah (sangat alim), Al-Muhaddits (ahli hadits), Al-Musnid (mata rantai sanad hadits), Al-Faqih (ahli fikih), Al-Ushuli (ahli ushul fiqih), dan Al-Muqri (ahli qiraat). Adapun gelar ini diberikan Syeikh Yasin Al-Fadani sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan akan keilmuan Syeikh Mahfudz At-Tarmasi.

Selama mengajar di Masjidil Haram, Syeikh At-Tarmasi memiliki murid-murid yang tidak hanya berasal dari Nusantara saja, seperti Syeikh Hasbullah Asy-Syinqithi, Syeikh Umar Hamdan Al-Mahrusi, Syeikh Ahmad Abdullah Al-Syami Al-Makki, Syeikh Ahmad Al-Mukhallalati dan Qadhi Yahya Aman Al-Makki Al-Hanafi. Sedangkan murid Syeikh At-Tarmasi yang dari Nusantara berjumlah lebih dari 20 orang (bahkan lebih banyak lagi) diantaranya adalah KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan yang merupakan ulama yang sangat berpengaruh di Nusantara.

Baca: Ulama Dalam Kemerdekaan dan Pembangunan

Wafatnya Sang Ulama

Syeikh Mahfudz At-Tarmasi wafat tepat pada tanggal 1 Rajab 1338 H, ulama hadits asal Nusantara ini dikuburkan di pemakaman keluarga Syatha. At-Tarmasi dikuburkan di pemakaman Syatha, karena kedekatan ia dengan keluarga Syatha, Syeikh Syatha merupakan guru yang berjasa menghantarkan dia menjadi ulama hadits tidak hanya sebagai guru saja akan tetapi juga sebagai ayah angkat, demikian pula dengan keluarga Syatha. Itulah sebabnya At-Tarmasi dikuburkan di pemakaman keluarga Syatha.

Penutup

Kita tentu patut berbangga, dulu di tanah air ini lahir ulama yang diakui keilmuan di dunia. Selain Syeikh Mahfudz At-Tarmasi, masih banyak lagi ulama Nusantara yang mendunia. Dengan tulisan yang pendek ini semoga kita semakin mengenal dan ingin mengenal ulama-ulama Nusantara yang mendunia sehingga termotivasi untuk belajar dan terus belajar hingga ruh tak lagi di badan. Semoga di tanah air kita ini akan lahir dan terus lahir lagi ulama-ulama pewaris para nabi seperti beliau. Wallahu ‘alam bis Shawab.*/Aco Wahab, Alumni Ma`had Aly Imam Ghazally  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahli HaditsHaramainnusantaraSyeikh Ahmad Khatib Al MinangkabawiSyeikh An-Nawawi AlbantaniSyeikh Mahfudz At-TarmasiSyeikh Yasin Al-Fadaniulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amal Hussein, Simbol Kelaparan Yaman Akhirnya Meninggal
Tulisan selanjutnya Pengadilan Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup Tokoh Syiah Bahrain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?