Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Jejak Palestina di Bawah Pemerintahan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2021 15:48 3:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2021 19:00
Bagikan
Pemerintahan Islam palestina
Bagikan

Hidayatullah.com | SETELAH Islam berhasil membebaskan Palestina dari kekuasaan pemerintahan Romawi pada tahun 638 M, yakni pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab, wilayah itu mulai berubah menjadi berkarakter Islami. Selain karena pemerintahannya Islami, masyarakatnya juga banyak yang memeluk Islam.

Para sahabat Rasulullah ﷺ banyak yang datang dan menetap di Palestina untuk berdakwah. Di antara mereka, menurut Dr Muhsin Muhammad Shaleh, dalam bukunya Palestina, Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi adalah Ubadah bin Shamit, Syadad bin Us, Usama bin Zaid bin Haritsah, Watsilah ibnul Asqa’, Fairus ad-Dailami, Dahiyyah al Kalbi, Abdurrahman bin Ghanan al Asyari, dan ‘Alqamah bin Majzar al-Kanani. Mereka semua menetap bahkan dimakamkan di Palestina.

Namun, Palestina tetaplah sebuah wilayah yang multikultur. Pemerintahan Islam tidak memaksa penduduk Palestina memeluk Islam.

Di Palestina saat itu tetap ada pemeluk Yahudi dan Kristen. Mereka bisa hidup berdampingan secara damai dengan kaum Muslim. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab.

Setelah masa Khulafahur Rasyidin berakhir, Palestina berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Madinah ke Damaskus.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Saat itulah Palestina menjadi salah satu wilayah yang diperebutkan di antara para keturunan Umayyah, yakni keluarga Harb bin Umayyah dengan keluarga Abu al-Ash bin Umayyah.

Keturunan terakhir dari Harb bin Umayyah yang menjadi khalifah adalah Muawiyah II. Ia berkuasa hanya sebentar, yakni tahun 683 sampai 684. Setelah itu, naiklah Marwan bin Hakam — atau lebih dikenal dengan Marwan I — menjadi khalifah. Marwan I adalah keturunan dari garis Abi al-As.

Selanjutnya, Marwan I digantikan oleh putranya bernama Abdul Malik bin Marwan. Pada masa pemerintahan Abdul Malik, Masjid Kubah Batu atau Kubah Shakhrah dibangun, tepatnya pada tahun 691.

Masjid ini terletak di tengah-tengah kompleks al-Aqsha. Pembangunan kompleks al-Aqsha juga dilakukan pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik, atau al-Walid I, putra dari Abdul Malik bin Marwan. Dinasti Umayyah menguasai Palestina dalam kurun waktu 661 hingga 750 Masehi.

Setelah itu, kekhilafahan Bani Umayyah digantikan oleh Bani Abbasyiah yang mulai berkuasa tahun 750 Masehi. Otomatis, penguasa bumi Palestina juga beralih dari Bani Umayyah ke Bani Abbasyiah. Pusat pemerintahan kembali dipindah, kali ini ke Baghdad, Irak.

Tak banyak catatan perkembangan Palestina pada masa Bani Abbasiyah. Hanya pada masa kekhalifahan al-Mutawakkil, ia menunjuk putranya sendiri, al-Muayyad, sebagai gubernur wilayah Palestina dan Suriah.

Pada tahun 969 M, wilayah Palestina lepas dari kekuasaan Bani Abbasiyah setelah direbut oleh Dinasti Fathimiyah yang berkuasa di Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Dinasti Fathimiyah yang Syiah ini secara resmi mengumumkan bahwa mereka adalah khalifah tandingan Dinasti Abbasiyah yang mulai melemah.

Pada saat bersamaan, muncullah Dinasti Seljuk yang mengontrol kekhalifahan Abbasiyah. Dalam sebuah pertempuran bernama Manzikart tahun 1071, pasukan Alp Arslan, sultan ketiga Dinasti Seljuk, berhasil mengalahkan tentara Romawi yang didukung Prancis dan Armenia.

Kekalahan ini membuat pasukan Romawi murka dan ingin membalas dendam kepada Seljuk. Terlebih, pada tahun 1973 (beberapa catatan menyebut tahun 1076), Dinasti Seljuk berhasil merebut sebagian besar wilayah Palestina, termasuk al-Quds atau Yerusalem, kecuali wilayah Askalon, dari tangan Dinasti Fathimiyah yang kala itu dipimpin Khalifah Al-Musta’li. Untuk membalaskan dendamnya ini, tentara Romawi mengajak Paus Urbanus II menyeru kepada umat Kristen di Eropa untuk melakukan perang suci yang dikenal dengan Perang Salib

Pada tahun 1099 meletuslah Perang Salib 1. Tentara Salib berhasil mengambil alih Palestina dari tangah Dinasti Seljuk dan mendirikan kerajaan Yerusalem lewat pembantaian yang berdarah-darah. Ini sangat berbeda dengan saat Palestina diambil alih oleh tentara Islam di bawah Khalifah Umar bin Khaththab pada 638 M yang penuh damai.

Kekuasaan pasukan Salib atas Palestina tak berlangsung lama, hanya 88 tahun saja, yakni dari tahun 1099 hingga 1187. Setelah itu, Palestina berhasil dibebaskan kembali oleh Dinasti Ayyubiyah lewat sebuah pertempuran yang heroik di Hittin, dipimpin oleh Shalahuddin al Ayyubi.

Masa kegemilangan Dinasti Ayyubiyah juga tak lama. Pada 1200, Shalahuddin wafat dan digantikan adiknya yang bernama al-Adil dan berkedudukan di Mesir. Setelah itu, Dinasti Ayyubiyah mulai melemah.

Penguasa-penguasa kecil di Syam di bawah pimpinan an-Nasir Yusuf, pada dawarsa 1230-an, mulai berani memisahkan diri dari Dinasti Ayyubiyyah. Kesultanan Ayyubiyah sempat terpecah, namun berhasil disatukan kembali oleh Sultan Malik as-Salih pada tahun 1247, kecuali Aleppo. An-Nasir sendiri, ketika itu, berkedudukan di Aleppo.

Setelah Sultan Malik as-Salih tutup usia pada tahun 1249, al-Mu’azzam Turansyah menggantikannya sebagai sultan di Mesir. Ia adalah keturunan terakhir dari Dinasti Ayyubiyah.

Dinasti Mamluk yang ketika itu sudah mulai membesar di Mesir merasa terancam oleh Turansyah yang lebih dekat kepada tentara asal Kurdi dari pada Mamluk. Pada 1250, Turansyah dibunuh oleh Aybak dan Baybars dari Mamluk. Aybak kemudian naik tahta. Inilah awal pemerintahan Mamluk di Mesir.

Pada tahun 1260, pasukan Mongol datang menyerbu Kota Aleppo dan menaklukkan sebagian besar wilayah lain yang masih berada dibawah kendali Dinasti Ayyubiyah.

Namun, pada tahun 1341, pasukan Mamluk berhasil mengusir tentara Mongol dari semua wilayah pendudukan Dinasti Ayyubiah. Dengan demikian, seluruh wilayah kekuasaan Dinasti Ayyubiyah pada tahun ini diambil alih Mamluk, termasuk Palestina.

Kesultanan Mamluk mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan al-Nasir Muhammad. Pada masa ini, Mamluk pernah didatangi Paus John XXII pada tahun 1327, meminta kepada Sultan al-Nasir untuk memberikan al-Quds dan kawasan Pantai Levantine. Tentu saja permintaan ini ditolak. Delegasi berjumlah 120 orang itu kemudian diusir oleh Sultan al-Nasir.

Setelah tiba musim kemarau panjang dan mewabahnya berbagai penyakit, Dinasti Mamluk mulai mengalami kemunduran. Pada saat ini, muncul kekuatan politik baru, yaitu Dinasti Usmaniyah yang awalnya berasal dari Asia Minor.

Dinasti Usmaniyah terus melakukan ekspansi ke berbagai wilayah lain, termasuk mengambil alih Mesir dari tangan Dinasti Mamluk pada tahun 1517. Seluruh wilayah kekuasaan Mamluk, termasuk Palestina, pada tahun ini, berada dibawah kendali Sultan Selim dari Dinasti Usmaniyah.

Pemerintahan Islam Dinasti Usmaniyyah bertahan di Palestina cukup lama, lebih dari 400 tahun, sebelum akhirnya mereka melemah dan tercabik-cabik oleh gerakan nasionalisme yang dihembuskan Barat. Pada tahun 1917, Palestina dikuasai oleh Inggris sebagai pemenang Perang Dunia I.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agama di Palestinaagama palestinaibukota Palestinapemerintahan Islam di palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konvoi Moge Tak Pakai Masker, Presiden Brazil Didenda
Tulisan selanjutnya shalat dhuha Harmonisasi Hukum Fikih Shalat Dhuha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?