Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Al-Jahiz, Ulama dan Ahli Zoologi Islam Pertama  

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Februari 2022 10:14 10:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Februari 2022 10:30
Bagikan
Ilustrasi wajah al-Jahiz
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM  setiap generasi dan di antara setiap bangsa, ada beberapa individu yang berkeinginan untuk mempelajari cara kerja alam; jika mereka tidak ada, bangsa-bangsa itu akan binasa. Demikian tulis Abu ‘Utsman ‘Amr ibn Bakr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri, lebih dikenal sebagai al-Jahiz – yang Bermata Lebar– dalam magnum opusnya, Books of Animals atau Kitab al Hayawan .

Bisa disebut bahwa beliau adalah Zoologi pertama Islam. Al-Jahiz sendiri adalah salah satu dari orang-orang itu dan beruntung hidup selama salah satu zaman paling menarik dalam sejarah intelektual – periode transmisi ilmu pengetahuan Yunani ke Arab dan perkembangan sastra prosa Arab. Al-Jahiz terlibat erat dalam keduanya.

Al-Jahiz atau Abu Utsman Amr Ibn Bakr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri lahir di Basrah tahun 164 H setara dengan 776 (sebagian mengatakan 780 M), sekitar 14 tahun setelah berdirinya Baghdad oleh Khalifah Abbasiyah al-Mansur. Ia dibesarkan di Basra, Iraq,  pada awal zaman Islam sebagai kota garnisun, pusat intelektual utama, bersama kota dengan saingannya, Kufah.

Al Jahiz  anak seorang penjual roti dan ikan. Ia sering membantu ayahnya berjualan di pasar Basrah. Ia dikenal sebagai remaja yang suka belajar sejak usia dini.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Ia  menceritakan kisah tentang bagaimana ibunya menghadiahi dia dengan nampan kertas catatan, dan mengatakan kepadanya bahwa dengan cara ini dia akan mencari nafkah. Ketertarikan dan kegemarannya membaca di malam hari,  mendorongnya  menyewa koran dan pamflet di toko buku dan membacanya sehingga memungkinkan dia memiliki berbagai pengetahuan yang mengantarnya sebagai seorang ilmuwan disegani.

Di masa mudanya, Al-Jahiz telah mencapai derajat ilmu. Ia tidak hanya menghadiri kuliah, tetapi juga berbaur dengan ulama dan ilmuwan di Midrad, Basrah.

Ia memulai karirnya sebagai penulis—profesi yang genting—saat masih di Basra. Dia menulis sebuah esai tentang lembaga kekhalifahan – yang mendapat persetujuan dari pengadilan di Baghdad – dan sejak saat itu tampaknya telah mendukung dirinya sepenuhnya dengan penanya.

Fakta bahwa dia tidak pernah memegang posisi resmi di pemrintahan, telah memberinya kebebasan intelektual.  Pada gilirannya, ia sering menerima hadiah penghargaan atas “pengabdian” ini.

Dia pernah menerima 5.000 dinar emas dari pejabat yang kepadanya dia mendedikasikan  Kitab al Hayawan. Ia juga dianggap sebagai penulis kontemporer, sistematis, memiliki pemikiran kognitif, teliti dalam melakukan studi dan pengamatan,  membuatnya diakui sebagai orang yang bijaksana dalam memecahkan masalah masyarakat.

Ia dilaporkan telah menghasilkan 350 karya buku di berbagai bidang; seperti biologi, hewan, tumbuhan, serangga, antropologi, ekonomi, perdagangan dan geografi. Karirnya mulai mencapai kejayaan sebagai seorang penulis ketika karya tulisnya yang berjudul Books of Animals (Kitab al-Hayawan atau Buku Hewan) yang berisi tujuh jilid telah berhasil menorehkan namanya di antara penulis-penulis paling terkenal.

Dalam bukunya, ia membagi hewan menjadi tujuh jenis,  meliputi; jenis terbang, berenang, dan berjalan. Buku ini juga menyentuh topik tentang pengaruhnya terhadap hewan, bagaimana telur terbentuk di perut anak ayam, bagaimana sarang burung dibuat, habitat tidur hewan, dan sebagainya.

Bukunya juga membahas komunikasi hewan, psikologi dan tingkat kecerdasan spesies serangga. Dia juga memberikan penjelasan rinci tentang organisasi sosial semut, termasuk dari pengamatannya sendiri, deskripsi tentang bagaimana mereka menyimpan biji-bijian di sarang mereka sehingga tidak rusak selama musim hujan.

Dia bahkan tahu bahwa beberapa serangga responsif terhadap cahaya – dan menggunakan informasi ini untuk menyarankan cara cerdas untuk membersihkan ruangan dari nyamuk dan lalat.

Selain itu, ia juga menghasilkan karya populer lainnya yang berjudul Al-Qaul fi al Baghal, yaitu tentang asal-usul keledai, sifat, dan kehidupannya. Karena ilmunya yang tinggi, ia dianggap sebagai salah satu ilmuwan Islam yang tulisan-tulisannya memiliki segudang ilmu dan bermanfaat bagi para peneliti selanjutnya.

Tulisannya juga mencakup aspek pengaruh cuaca, pola makan manusia, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lingkungan geografis, serta wilayah yang berbeda. Ia juga membahas tentang komunikasi antara hewan, psikologi, dan tingkat intelektual serangga serta beberapa jenis hewan lainnya.

Sebanyak 87 halaman dari Kitab al Hayawan, sekitar sepertiga dari teks asli yang ditulis oleh Al-Jahiz kini terpelihara dan disimpan di Perpustakaan Ambrosiana Milan, Italia. Koleksi karya-karyanya (Salinan manuskrip asli) yang berasal dari abad ke-14 adalah milik pemilik terakhir Abdul Rahman al-Maghribi pada tahun 1615.

Halaman-halaman dari Kitab Hewan berisi lebih dari 30 ilustrasi.

Ia adalah sosok yang mencintai ilmu pengetahuan.  Kematiannya menggambarkan bagaimana hidupnya didedikasikan untuk ilmu.

Pria yang lumpuh itu dilaporkan meninggal di tumpukan buku-bukunya yang begitu tinggi tersusun dan tersimpan di sekelilingnya.  Kemuliaan dan ketinggiannya bersama dengan ilmu menjadikannya hasil ilmunya sampai akhir hayatnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biografiulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Ungkap Belum Pikirkan Pembangunan Kantor di Ibu Kota Negara Baru
Tulisan selanjutnya Tanggapi Polemik di Desa Wadas, Sekum Muhammadiyah Minta Semua Pihak Bermusyawarah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?