Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Ain Jalut; Meruntuhkan Mitos Kedigdayaan Tartar di Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2022 10:13 10:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2022 22:30
Bagikan
ain jalut
Bagikan

Dalam perang yang disebut Perang Ain Jalut (Spring of Goliath), Hulagu Khan menaklukkan Kekhalifahan Islam di Baghdad, Suriah dan Mesir

Hidayatullah.com — PADA awal abad ketujuh Hijriah (603-657), Bangsa Tartar (Mongol) menjadi momok seantero negeri Islam, bahkan dunia pada umumnya. Keganasan dan kebiadaban bangsa yang sedang “naik daun” ini begitu mengerikan dan di luar nalar kemanusiaan. Siapa pun akan dibabat habis oleh mereka.

Pada bulan Pebruari 1258, tentara Mongol  dibawah kepemimpinan Jenderal Hülegü atau Hulagu Khan (Khan pertama dari Dinasti Khan yang menguasai wilayah Persia) melampiaskan kebengisan mereka dan menaklukan wilayah yang dikuasai kaum muslimin di Timur Tengah.

Pada Januari 1260, pasukan Mongol bergerak ke arah barat. Aleppo bernasib sama dengan Bagdad. Pada bulan Maret, Damaskus membuka pintu-pintu gerbangnya bagi orang Mongol dan bertekuk lutut. Tak lama setelah itu, orang Mongol merebut kota-kota di Palestina, yaitu Nablus (dekat situs kuno Syikhem) dan Gaza.

Dalam perang yang disebut Perang Ain Jalut atau the Battle of Ain Jalut (Spring of Goliath) Hulagu  menaklukkan Kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, menaklukkan Kekhalifahan Ayyubiyyah di Suriah dan terakhir menundukkan Kekhalifahan Mameluk di Mesir.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Baca:  Ketika Pasukan Tartar Mejadikan Buku Para Ulama Sebagai Tempat Penyeberangan

Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap dibumihanguskan Mongol.

Perpustakaan Baghdad (saat itu Baghdad terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia) yang penuh dengan buku-buku sejarah, kedokteran dan astronomi dan lainnya dijarah dan semua bukunya dilempar ke Sungai Tigris, para saksi mata mengatakan Sungai Tigris berubah warnanya menjadi hitam dikarenakan saking banyaknya buku yang terendam sehingga tintanya luntur.

Khalifah Al-Mus’tasim ditangkap dan disuruh melihat rakyatnya yang sedang disembelih di jalan-jalan dan hartanya yang dirampas. Kemudian setelah itu khalifah dibunuh dengan cara dibungkus dengan permadani dan diinjak-injak dengan kuda sampai mati. Semua anaknya dibunuh kecuali satu yang masih kecil dijadikan budak dan dibawa ke Mongol.

Sejarawan Islam, Abdullah Wassaf memperkirakan pembantaian warga kota Baghdad mencapai beberapa ratus ribu orang. Ian Frazier dari majalah The New York Worker memberi perkiraan sekitar 200 ribu sampai dengan 1 juta orang. (Wikipedia)

Imam Ibnu Atsir (555-630 H) seorang ulama sejarah kenamaan pada masa Abbasiyah, sampai mengatakan bahwa Tartar adalah tragedi besar kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya (Ibnu Atsîr, al-Kâmil fî al-Târîkh, X/333).

Baca: Ramadhan di Ain Jalut

Di samping itu, ulama kelahiran Jazirah Ibn Umar (sekarang wilayah Turki) ini sampai berkomentar bahwa kerusakan yang dibuat oleh Tartar tidak ada bandingannya sebelumnya, melainkan setaraf dengan kelakuan Yajuj dan Majuj yang membuat kerusakan besar di akhir zaman. Ciri fisiknya pun sudah dilansir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sejak lima belas abad yang lalu:

«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا صِغَارَ الْأَعْيُنِ، ذُلْفَ الْآنُفِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ»

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian memerangi kaum yang mengenakan sandal dari rambut. Dan tak akan terjadi hari kiamat hingga kalian memerangi suatu kaum yang matanya sipit, hidung pesek dan wajah mereka seperti tameng untuk perang.” (HR. Abu Daud).

Dalam al-Qur`an sendiri mereka (Yajuj wa Majuj) meiliki dua indikator. Pertama, hobinya membuat kerusakan (QS. Al-Kahfi [18]: 94). Kedua, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi (QS. Al-Anbiya [21]: 96).

Kalau melihat kompas, arah tinggi adalah atas. Sedangkan yang atas (dalam kompas) adalah: utara. Barangkali mereka adalah bangsa dari arah utara yang bermata sipit. Wallahu alam.

Yang jelas, indikator itu tersebut dalam al-Qur`an. Saat itu, Tentara Mongol seakan dianalogikan sebagai Yajuj dan Majuj pada zamannya yang hobinya merusak dan datang dari arah utara yang bermata sipit. Dengan demikian, potensi demikian bisa jadi akan selalu ada sampai Yajuj wa Majuj sebenarnya muncul di akhir zaman.

Al-Muwaffaq Abdul Lathif juga berkomentar cukup pedas terhadap bangsa yang dirintis Jengis Khan ini, Seolah-olah mereka tidak menginginkan harta benda dan kekuasaan. Yang mereka inginkan hanyalah genosida spesies manusia. (Adz-Dzahabi, Târîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-Alâm, 43/27).

Bagaimana tidak ganas, hobi mereka adalah membunuh dengan sangat sadis. Pembunuhan yang tidak pandang bulu. Kakek-kakek, ibu-ibu, anak-anak dan orang dewasa menjadi sasara kebiadaban mereka. Kepala manusia ditumpuk hingga membentuk piramida, ibu hamil perutnya dibedah dan dikeluarkan bayinya dan kekejaman lainnya.* (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Ainun JalutAleppoBaghdadBangsa TartarBulan RamadhanHulagu KhanHülegüKekhalifahan AbbasiyyahKhalifah Al-Mus'tasimMamalikMesirMongolMuayyiduddin AlqamiPerang Ain JalutRamadhan 2017Saiduddin QuthzSpring of GoliathSungai TigrissyiahTentara Tartarthe Battle of Ain Jalut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tahun Baru Buddha, Junta Militer Myanmar Akan Beri Amnesti Ratusan Tahanan Termasuk Orang Asing
Tulisan selanjutnya Inilah Nama Seorang Muslim yang Akan Bebaskan Al-Aqsha…

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?