Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Syeikh Izzudin al-Qassam, Ikon Penentang Penindasan (1)

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2014 16:21 4:21 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 14 Agustus 2014 13:43
Bagikan
Bagikan

MESKIPUN telah hampir tiga perempat abad sejak kematiannya, memori terhadap Syeikh Izzudin al-Qassam masih hidup dalam hati nurani kolektif umat Islam, khususnya di dunia Arab.

Sebagai ikon Islam yang memberi inspirasi perlawanan terhadap penindasan, tirani politik, dan pendudukan asing, Sheikh terus menjadi sumber inspirasi bagi ribuan pemuda Muslim untuk mengikuti jalannya.

Oleh karena itu, bukanlah tanpa sengaja sayap militer gerakan pembebasan Hamas, Palestina, Izzudin al-Qassam, mengambil nama dari Syeikh Izzudin al-Qassam.

Tidak seperti banyak ulama berpendidikan pada zamannya, Syeikh Izzudin al-Qassam memadukan aktivitasnya dalam memberikan pencerahan agama sekaligus memberikan kesadaran politik dan perlawanan bersenjata terhadap pasukan pendudukan Prancis di Suriah pada tahun 1920 dan kemudian melawan mandat tentara Inggris di Palestina pada awal 1930-an.

Dalam berbagai khotbahnya di Suriah dan Palestina, Syeikh mengajarkan bahwa jika umat Islam tidak membantu diri mereka sendiri, tidak ada orang lain akan membantu mereka, dan bahwa umat Islam harus memberdayakan diri dalam setiap kesempatan apa pun.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Kebebasan dan Kemerdekaan

Dia juga mengajarkan bahwa kesatuan sejatinya hanya dapat direalisasikan di bawah bendera Islam.

“Tanpa Islam,” katanya, “kami hanya suku terpisah-pisah, masing-masing sibuk dengan kesadarannya yang sempit.”

Syeikh total menolak konsep nasionalisme teritorial. Ia mengatakan, nasionalisme hanyalah gelar yang lebih tinggi dari kesukuan, sedangkan Islam menyatukan umat Islam di bawah bendera pesan universal persaudaraan yang luhur di bawah kedaulatan Allah.

Syeikh sering menyampaikan ucapan, “Di mana pun nama Allah dipanggil, ini adalah negara saya.”

Penulis-penulis biografi berbeda dalam menyebutkan tanggal pasti kelahirannya. Namun, secara luas dia dilahirkan sekitar tahun 1880 di satu desa kecil bernama Jableh, dekat utara kota Latakia, di kawasan pantai Suriah.

Pada usia dini, Izzedin muda masuk sekolah agama lokal di desa. Ia belajar dasar-dasar bahasa Arab, serta Al-Quran, dan Hadist.

Beberapa tahun kemudian, mungkin pada usia 15 atau 16, ia pergi ke Kairo untuk belajar ilmu Syariah di Universitas al-Azhar. Ia tinggal di Mesir selama sembilan tahun, tempat ia memperluas cakrawalanya dan memahami kondisi kontemporer di seluruh kawasan Muslim di dunia. Pada usia 25, ia kembali ke Suriah untuk mengajar dan berkhotbah di masjid setempat.

Namun, tidak seperti banyak ulama kontemporer , perhatian Syeikh tidak hanya berfokus pada pengajaran Syariah dan memerangi buta huruf. Dia juga sedang mempersiapkan umat untuk melawan dan memukul mundur serangan invasi Barat, yang pada saat itu negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara dalam kondisi tidak berdaya.

Pada awal 1920-an, ketika tentara Italia menduduki Libya, Syeikh membangkitkan masyarakat untuk melawan kolonialisme Barat.

Dia bahkan memimpin protes terhadap penjajah Italia, mendesak orang-orang untuk menyumbangkan uang kepada Mujahidin Libya. Bahkan Sheikh sendiri menjual rumah di desa asalnya Jableh untuk membeli senjata guna mendukung perlawanan Libya di bawah komando Syeikh Omar al-Mukhtar.*/Khalid Amayreh, jurnalis. Tulisan ini dimuat di OnIslam

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASjihad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mumifikasi di Mesir Sudah ada Sebelum Zaman Firaun
Tulisan selanjutnya Syeikh Izzudin al-Qassam, Ikon Penentang Penindasan (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?