Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Bangsa Rum dan Fenomena Politik Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2022 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2016 09:26
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Teuku Zulkhairi

 

ADA peristiwa menarik kemaren malam saat dalam voting di DK PBB, dimana Amerika Serikat memilih sikap abstain terkait status pembangunan pemukiman ilegal di tanah Palestina oleh Israel, yang artinya Amerika secara tidak langsung menunjukkan dukungannya atas Palestina.

Dalam Resolusi DK PBB yang di pelopori oleh Malaysia ini, Palestina akhirnya menang. DK PBB pun secara bulat meminta agar Israel menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina yang mereka duduki. “Ini jelas bukan sebuah resolusi menentang pemukiman, tapi resolusi anti-Israel, menentang negara Yahudi dan masyarakat Yahudi,” kata Steinitz yang dikenal dekat dengan PM Israel Banjamin Netanyahu sebagai dikutip Republika.co.id (Sabtu, 24 Desember 2016).

Pertanyaan yang mungkin akan muncul dibenak siapa saja, benarkah Amerika mulai pro Palestina, atau dengan kata lain, benarkah Amerika mulai pro umat Islam? Tentu tidak mungkin mereka akan pro umat Islam. Namun, untuk kita memahami fenomena ini, terdapat Hadits yang menyatakan bahwa di akhir zaman umat Islam akan berdamai dengan bangsa Rum sebelum kemudian Rum mengkhianati umat Islam dan lalu umat Islam kembali berperang dengan Rum dan memenangkan pertempuran tersebut.

Baca Juga

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

Pertanyaan yang memiliki keterkaitan, apakah fenomena Amerika yang mulai meninggalkan Israel memiliki korelasi dengan gejolak Suriah, yang dalam hadits –hadits Rasulullah Saw disebut sebagai kawasan Syam? Mari kita baca hadits tersebut:

 “Kalian (kaum muslimin) akan mengadakan perdamaian dengan Bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh di belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit bukit. Maka berdirilah seorang laki laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda Salib dan berkata, ‘Salib telah menang’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah].

Hadits ini menjelaskan bahwa antara umat Islam dengan Bangsa Rum akan dilakukan sebuah perjanjian damai dalam keadaan aman. Tujuannya adalah sama-sama untuk memerangi suatu musuh.

Jika hadits di atas dan fenomena Amerika mulai meninggalkan Israel dalam isu Palestina  di atas kita tarik ke dalam gejolak yang terjadi di bumi Suriah atau Syam, maka nampaknya memang sangat terkait. Sebab, Hadits Rasulullah Saw menyebut bahwa Syam adalah lokasi peperangan akhir zaman. Apalagi, jelas bahwa saat ini di dunia terdapat dua kutub kekuatan besar, yaitu Rusia-Iran-China versus Amerika-Eropa.

Ketika Umat Islam Mengadopsi Sistem Persi dan Romawi

Pertanyaannya adalah, siapakah Rum dalam hadits di atas dimana umat Islam akan berdamai dengannya? Dengan siapakah umat Islam akan berdamai, atau dengan kata lain, siapakah yang dimaksud dengan Rum? Koalisi Rusia-Iran-China, atau Amerika-Eropa?

Untuk menjawab pertanyaan ini, jika kita kaitkan Rum dalam hadits di atas dengan Romawi yang juga disebutkan dalam hadits lainnya, yaitu Romawi yang Ibukotanya di Roma (Italia/Vatikan). Sementara Italia saat ini berada dalam koalisi NATO yang Amerika termasuk di dalamnya. Jadi, jawabannya Rum itu adalah koalisi Eropa – Amerika. Sebab, koalisi Rusia-China sebagaimana dipahami adalah tidak termasuk dalam blok NATO. Dengan kata lain, koalisi Rusia dan China bukan Rum. Apalagi, Rusia yang terkenal sebagai negara komunis, begitu juga China, sama sekali tidak merepresentasikan sebagai Rum yang dikenal sebagai kekuatan Nasrani.

Jadi, Rum yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah bangsa Eropa-Amerika. Dengan mereka lah umat Islam akan berdamai. Pertanyaan berikutnya, siapakah yang akan diperangi koalisi umat Islam – bangsa Rum ? Jika memperhatikan dua blok dunia saat ini, yaitu blok Eropa-Amerika dan blok China-Rusia, dapat disimpulkan bahwa yang akan diperangi oleh koalisi umat Islam – Bangsa Rum adalah koalisi China-Rusia. Apalagi, dalam gejolak Suriah, sangat jelas benturan dua blok ini. Alasan lainnya, saat ini hanya koalisi NATO (Amerika/Eropa) yang memiliki jumlah bendera terbanyak dibandingkan dengan koalasi Rusia-China. Jadi, pernyataan hadits  “..dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera”, hanya memungkinkan tergabung dalam blok NATO.  Jadi, jelas bahwa koalisi Rusia-China bukanlah Rum.

Roma dan Kekaisaran Romawi Kuno: Saksi Pergulatan Kekristenan dan Paganisme [1]

Oleh sebab itu, bisa jadi, peristiwa Amerika yang meninggalkan Israel kemaren malam dalam sidang DK PBB terkait tanah pemukiman Palestina yang dicaplok Israel, bisa jadi akan menjadi awal ke arah menuju terbangunnya koalisi umat Islam – Bangsa Rum sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.

Mungkinkah terdapat kemungkinan dibawah Donald Trump, Amerika akan lebih mempertimbangkan bagaimana melihat dunia Islam dalam perspektif Turki sebagai suatu negara muslim, sebagaimana dijelaskan seorang Jenderal Amerika yang menjadi penasehat militer Trump beberapa waktu lalu?

Itu artinya, dalam gejolak Suriah, umat Islam akan berkoalisi dengan Rum dalam memerangi koalisi Rusia-Iran-China dimana umat Islam akan memenangkan pertempuran tersebut. Lalu, Rum berkhianat, maka kembali terjadi peperangan antara umat Islam dengan bangsa Rum, dan umat Islam akan kembali menang.    Wallahu a’lam bishshawab.*

Penulis Sekjend PW. Bakomubin Prov. Aceh

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatBangsa RumBumi SyamDK PBBisraelpemukiman ilegal di PalestinaResolusi DK PBBRumrusiasuriahsyiahyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringatan 12 Tahun Tsunami: Hadapi Musibah dengan Sabar dan Tawakkal
Tulisan selanjutnya Sejarah Ringkas Kekerasan terhadap Etnis Muslim Rohingya di Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina

Berita
2 Juli 2026 17:16
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji

Terbaru

  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?