Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Mengapa Syi’ah Fathimiyah Bisa Berkuasa di Bumi Kinanah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2018 13:06 1:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2018 13:06
Bagikan
Bab al-Futuh (1087) dibangun di bawah perintah wali Badr al-Jamali (berkuasa 1074–1094), yang klaim sisa arsitektur Fatimiyah
Bagikan

SEBELUM Dinasti Syi’ah Fathimiyah berkuasa (297-567 H), Mesir berada dalam kekuasaan Ikhsyidiyah, 324-358 Hijriah (Didin, 2009: 146). Pertanyaannya, mengapa negara di Bumi Kinanah yang berideologi Sunni ini bisa ditaklukkan dengan mudah oleh dinasti Syi’ah yang awalnya berkembang di Maroko ini? Untuk mengetahuinya, perlu dipaparkan secara ringkas kondisi Mesir secara khusus, dan dunia Islam secara umum.

Saat penguasa terakhir Ikhsidiyah di Mesir –yaitu Kafur- wafat (357 H), kondisi Mesir sedemikian goncang dan ekonomi merosot. Lebih dari itu, wabah penyakit dan peceklik akibat surutnya Sungai Nil merebak sehingga menimbulkan dampak serius di tubuh pemerintahan. Salah satu akibat paling nyata adalah ketidakmampuan pemerintah menggaji tentara. Situasi pelik ini memaksa pemangku kebijakan Mesir mengundang Al-Mu’iz Lidinillah [Penguasa Syi’ah Ubaidinyah Maroko] untuk bertandang ke Mesir (Tim Riset Studi Sejarah Mesir, 2013: 416)

Jadi, sebelum Syi’ah Fathimiyah berkuasa di Mesir, kondisi sosial dan negara Ikhsidiyah di Bumi Kinanah mengalami krisis. Mereka sudah tidak memiliki pemimpin brilian dan kuat, ditambah krisis ekonomi yang sudah tidak bisa ditahan. Di samping itu, propaganda Syi’ah gencar dilancarkan. Padahal, sebelum krisis mendera, beberapa kali upaya penaklukan Mesir oleh Ubaidillah Al-Mahdi sejak 301, 321, 333 Hijriah mampu dipatahkan.

Selain mendapat serangan dari Syi’ah Fathimiyah dari arah Timur dalam rentang 355-357 H, pemerintahan Ikhsidiyah (yang dipimpin Kafur) juga mendapat serangan Syi’ah Qaramthah dari arah timur, sekaligus Raja Naubah dari arah selatan. Serangaan-serangan ini juga turut melemahkan Daulah Iskhsidiyah (Ensiklopedi Sejarah Islam, 2013: 355).

Baca: Sikap Panglima Shalāhuddin Al-Ayyubi Terhadap Syiah

Di luar itu, kondisi dunia Islam kala itu –khususnya yang berbasis Ahlus Sunnah Wal Jama’ah- kondisinya tidak ideal. Dinasti Abbasiyah misalnya, menurut catatan Shallabi dalam buku “‘Ashru al-Daulataini al-Umawiyah wa al-‘Abbasiyah” (1998: 97-103) daulah Islamiyah besar yang berideologi Ahli Sunnah ini pasca era keemasannya (terutama sejak masa ketiga), kondisinya begitu memprihatinkan, di antaranya: penguasaan keluarga Syi’ah Buwaihi dalam tubuh pemerintahan, kekuasaan Syi’ah di wilayah-wilayah Abbasiyah semakin massif (seperti: Buwaihi, Ubaidiyah, Qaramithah, dan al-Hamdaniyun), banyak wilayah yang memisahkan diri darinya. Ikhsidiyah pun adalah salah satu negara yang memerdekakan diri dari Dinasti Abbasiyah.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Ketika Dinasti Abbasiyah masih berada pada masa keemasan, orang-orang Syi’ah tidak bisa melakukan apa-apa. Namun ketika mulai lemah, Bani Buwaih (penganut ideologi Syi`ah) melakukan infiltrasi pada Daulah Abbasiyah (334-447 H) dan disusul dengan infiltrasi Syiah yang lain. Penduduk Baghdad yang sebelumnya bermadzhab Ahli Sunnah, mulai di-syi`ah-kan. Kelemahan-kelamahan Dinasti Abbasiyah inilah dalam dunia Islam, turut berpengaruh besar pada geliat perkembangan Syi’ah di berbagai wilayah Sunni.

Baca: Pengkhianatan Syiah di Bumi Syam

Dari kondisi internal dan eksternal ini, paling tidak ada beberapa poin yang bisa menjelaskan keberhasilan Syi’ah Fathimiyah (Ubaidiyah) menguasai Mesir: Pertama, lemahnya kepemimpinan. Saat Kafur meninggal, anaknya (Ahmad) masih kecil sehingga tidak layak dijadikan pemimpin. Kedua, kondisi krisis yang tak bisa dipecahkan solusinya sehingga memaksa mereka kerja sama dengan Syi’ah. Ketiga, infiltrasi dan propaganda Syi’ah yang dilancarkan begitu massif. Keempat, perpecahan politik umat Islam yang berideologi Ahlus Sunnah. Kelima, serangan militer baik dari syi’ah maupun selainnya yang begitu gencar. Inilah beberapa poin yang paling tidak bisa menggambarkan sebab-sebab berkuasanya Dinasti Syi’ah Fathimiyah di Mesir.

Sebagai penutup, catatan Prof. Dr. Didin Saefuddin Bukhari dalam buku “Sejarah Politik Islam” (2009: 154-155) ini menarik untuk diketengahkan terkait Dinasti Fathimiyah di Mesir. Dinasti ini awal mulanya tampak arif, toleran, dan membebaskan penduduk menganut kepercayaan. Namun, seiring berjalannya waktu, watak aslinya mulai terlihat.

Propaganda Syi’ah mulai ditonjolkan. Pada masa al-Aziz (372 H), ia pernah membatalkan shalat tarawih di seluruh masjid. Sedangkan pada masa al-Hakim, ia pernah menyuruh algojonya untuk mengeksekusi siapa saja yang tidak mengakui keistimewaan Ali radhiyallahu ‘anhu. Yang lebih memprihatinkan, al-Hakim (salah satu penguasa Daulah Syi’ah Fathimiyah) pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Beberapa sebab dan pengalaman pahit sejarah ini seyogianya menjadi pemantik kesadaran umat, agar peristiwa itu tidak kembali terulang. Meminjim istilah al-Qur`an:

{فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ} [الحشر: 2]

“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan.” (QS. AL-Hasyr [59]: 2).*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bumi KinanahDinasti FathimiyahIkhsidiyahKafurmarokoMesirsunnisyiahUbaidillah Al-Mahdi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Menentang Penghapusan Regulasi Syarat TKA di Sektor Migas
Tulisan selanjutnya Oki Setiana Dewi Dorong Para Artis semakin Dilibatkan Peduli Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?