Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Tasbih Gunung dan Burung

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2016 16:29 4:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2016 16:29
Bagikan
Bagikan

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah.” (Shad [38]: 18-19).

Allah menundukkan gunung-gunung bagi Nabi Dawud a.s. Mereka bertasbih kepada Allah pagi dan sore. Ketundukan gunung kepada Nabi Dawud a.s. di sini bukan ketundukan secara total seperti tunduknya angin kepada Nabi Sulaiman a.s. Gunung-gunung hanya ikut bertasbih dan beribadah bersamanya.

Dalam firman-Nya di atas Allah mengakhirkan keterangan kesertaan: “Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya.” Dalam ayat lainnya keterangan kesertaan didahulukan: “Dan Kami tundukkan bersama Dawud gunung-gunung itu.” (al-Anbiya’ [21]: 79).

Seandainya dalam kedua ayat tersebut Allah tidak menyebutkan keterangan kesertaan, tentu yang bertasbih hanya gunung dan tidak dengan Nabi Dawud a.s.

Allah menyebutkan tasbihnya gunung-gunung bersama Nabi Dawud a.s. dalam tiga surah, yaitu Shad (18-19), al-Anbiya’ (79), dan Saba’ (10). Firman-Nya dalam surah al-Anbiya’: “Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.” Dalam surah Saba’ Allah berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman): ‘Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud dan Kami telah melunakkan besi untuknya.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Terdapat kesamaan ungkapan bahasa di antara ketiga ayat yang kami sebutkan di atas. Ketiganya menegaskan hal yang menakjubkan. Kata hubungnya sama, yaitu “bersama”, dan kata gantinya juga sama, yaitu “Kami”. Kata hubung “bersama” menegaskan bahwa yang memulai tasbih adalah Nabi Dawud a.s., lalu diikuti bersama-sama oleh gunung dan burung.

Kata ganti “Kami” menegaskan sesuatu yang lebih agung dan lebih menakjubkan lagi. Kata ganti “Kami” mengacu kepada Sang Pembicara sendiri, yaitu Allah –Yang Mahaagung dan Mahamulia. Jadi, Allah-lah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih, bukan Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, sebagaimana dituduhkan oleh sebagian musuh Islam.

Allah berfirman, “Tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka.” (al-Isra’ [17]: 44). Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu bertasbih kepada Allah. Khusus mengenai tasbih gunung dan burung bersama Nabi Dawud a.s., ini merupakan sesuatu yang secara khusus
Allah anugerahkan kepada Dawud a.s. dan sesuatu yang secara khusus pula Allah anugerahkan kepada
gunung dan burung sebagai fitrah keduanya.

Tasbih gunung bersama Nabi Dawud a.s. sama kejadiannya dengan tasbih pasir dalam genggaman Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam. Tasbih gunung dapat berbentuk perbuatan dan keadaan, serta bahasa dan ucapan.

Allah berfirman, “Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.” Artinya, gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersama Nabi Dawud a.s. pagi dan sore. Pagi di sini maksudnya saat matahari telah terbit dan mulai meninggi di ufuk timur.

Rasulullah bersabda mengenai shalat Dhuha bahwa ia adalah shalat pagi (isyraq). Mengomentari ayat di atas, Ibnu `Abbas berkata, “Selalu ada yang mengganjal dalam hati saya sampai saya membaca ayat: ‘(Mereka) bertasbih di waktu sore dan di waktu pagi.’” (Shad [38]: 18).

Dalam riwayat lain: “Aku tidak mengenal shalat Dhuha kecuali dengan ayat…”

Semua tahu bahwa tasbih gunung berbeda dengan tasbih burung dan berbeda pula dengan tasbih Nabi Dawud a.s. Mereka punya cara masing-masing, sesuai dengan firman Allah: Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka.

Juga firman-Nya: Masing-masing mengetahui (cara) doa dan tasbihnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (an-Nur [24]: 41).

“Dan burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah.” (Shad [38]: 19).

Kata “burung-burung” dalam ayat terakhir bersinambung dengan kata “gunung-gunung” sebelumnya, sehingga ayat tersebut lengkapnya: “Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.” Ibnu `Abbas r.a. bertutur, “Setiap kali Dawud a.s. bertasbih kepada Allah, gunung-gunung menjawabnya dan burung-burung berkumpul mendatanginya serta bertasbih bersamanya.”

Tasbih gunung berupa fitrah dan keterpaksaan, sedangkan tasbih burung berupa fitrah dan kicauan. Baik gunung maupun burung selalu membalas tasbih Nabi Dawud a.s. Setiap kali beliau mengulang bacaan tasbihnya, mereka selalu menjawabnya. Mereka amat patuh kepada Allah.*/Dr. Ahmad Syawqi Ibrahim, nukilan dari bukunya Bahkan Jagat Raya Pun Bertasbih.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bertasbihburunggunung
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Ini Senjata Kami…”
Tulisan selanjutnya Demi Ikut Aksi 212, Anugerah Merangkak Menuju Monas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?