Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Menuntun Manusia Tidak Berputus Asa dari Dosa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2017 10:09 10:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2017 10:09
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KITA sering mendengar pengajian atau khutbah yang isinya untuk berlaku seimbang dalam dua hal, yakni takut terhadap siksaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengharap pada rahmat-Nya. Namun khatib-khatib di masjid hanya menguraikan macam-macam siksaan Allah yang akan dialami oleh orang-orang yang durhaka. Siksa dan murka Allah sangat pedih pada mereka.

Umumnya para penceramah dan khatib lupa pada anjuran mengharapkan rahmat Allah Yang Maha Luas. Dan sesungguhnya, Allah akan menerima taubat seseorang selama dia masih hidup dan belum sampai pada sakratul maut. Bukankah Allah Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Maha Pengampun pada hamba yang menjalankan dosa dan noda. Tentu saja Allah pun menyiapkan siksa yang amat pedih.

Apabila pelajaran yang menganjurkan menanti dan mengharapkan rahmat Allah itu dihentikan, tentu akan membuat masyarakat berputus asa. Lebih-lebih bagi mereka yang bergelimang dosa. Bahkan, bagi mereka yang mengerti bahwa akhir hayatnya adalah kenistaan, bukan tidak mungkin mereka akan berbuat lebih nista lagi. Padahal seharusnya kembali menjadi orang yang baik di kalangan orang-orang yang baik agar bertambah baik. Tapi, bagi mereka yang sering berbuat dosa atau yang sudah terlanjur melakukan kejahatan, menjadi enggan bertobat. Mereka berputus asa.

Adalah tugas juru dakwah untuk mengkaji masalah tersebut di atas. Dengan cara yang demikian akan dapat memperbaiki sistem yang telah lampau. Orang-orang yang ingin tampil di medan dakwah, hendaknya memberikan pelajaran kepada masyarakat dengan pelajaran Islam yang lengkap. Jangan hanya mengemukakan satu sisi saja.

Bila ingin menyampaikan pengenalan umat tentang ketuhanan, maka harus disampaikan secara lengkap. Tidak setengah-setengah. Diperkenalkan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Menerima Tobat, tetapi juga menyediakan siksaan yang pedih. Dialah Tuhan yang menerima tobat hamba-Nya dan mengampuni segala kesalahan. Dia tidak akan mengampuni dosa-dosa selain itu.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Rahmat Allah meliputi segala sesuatu dan akan diberikan kepada orang yang mau bertakwa. Dialah Tuhan yang akan mengganti segala macam keburukan dengan kebaikan. Dialah yang akan membuka pintu rahmat-Nya di waktu sepertiga malam. Lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Apabila ada orang yang mau tobat lalu Aku mengampuninya.”

Orang-orang yang selalu membuat orang lain menjadi enggan bertobat karena telah terlanjur berbuat kedurhakaan dan berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya orang tersebut sudah menyalahi tuntunan Al-Qur’an dalam mendidik umat manusia. Bukankah Allah telah berfirman:

“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53).

Dengan mengambil pengertian ayat tersebut, maka tidak dapat dibenarkan bila kita berkata kepada orang yang durhaka, “Mustahil bila Allah mengampuni dosa-dosamu.”

Ada sebuah hadits yang menyatakan tentang keterangan di atas, yakni hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, sebagaimana berikut:

“Sesungguhnya Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam pernah bercerita tentang seorang lelaki yang berkata, ‘Demi Allah, Fulan tidak akan diampuni oleh Allah,’ Dan sesungguhnya Allah berfirman, ‘Barangsiapa yang bersumpah pada-Ku, bahwa Aku tidak mengampuni pada si Fulan, maka sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan menghapuskan amal perbuatanmu’.”

Memang masih terdapat perselisihan pendapat mengenai amal perbuatan orang yang bersumpah, ”Demi Allah SWT, Fulan tidak diampuni oleh Allah,” itu akan terhapus amal perbuatannya ataukah hanya sekedar pahalanya saja. Menurut pendapat Mu’tazilah, orang tersebut akan dihapus amal perbuatannya. Jadi segala amal perbuatannya sudah dinyatakan batal.

Namun menurut pendapat Ahlu Sunnah, yang gugur hanyalah amal perbuatannya saja. Yang jelas, membuat orang berputus asa dari rahmat Allah swt sama sekali tidak diperkenankan.*/Sudirman STAIL (sumber buku Rambu-Rambu Aqidah, penulis Abdul Qodir Atha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ampunan Allahmohon ampunRahmat Allahtidak putus asa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua FPI Aceh Benarkan, Masyarakat ‘Usir’ Cornelis terkait Pengadangan di Pontianak
Tulisan selanjutnya Ketua GNPF MUI: Akan Ada Bab Baru Jika Ahok Bebas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?