Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Saat Malaikat Maut Mencabut Nyawa (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2016 15:44 3:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2016 14:30
Bagikan
Bagikan

UNTUK mengetahui saat ajal seseorang, maka Malaikat Maut tiba-tiba kejatuhan tulisan mati. Ia juga akan kejatuhan catatan sakit bagi seorang hamba (yang akan sakit). Lalu, Malaikat Maut pun berkata, “Ya Tuhanku, kapankah aku mencabut nyawa hamba-Mu itu, dan sebab apa aku mencabutnya?” Allah kemudian berfirman, “Hai Malaikat Maut, ini termasuk ilmu rahasia-Ku yang tidak akan bisa dilihat seorang pun selain-Ku. Akan tetapi, Aku akan memberitahukan kepadamu tentang waktunya. Aku juga akan memberimu beberapa pertanda yang mana kamu akan melaksanakan perintah-Ku dengan pertanda itu.”

Sesungguhnya malaikat yang diserahi (untuk mengurusi) beberapa jiwa dan amal perbuatan para manusia, akan datang kepadamu seraya berkata, “Telah sempurna rezeki dan amal perbuatan si Fulan (nama calon mayat).” Jika orang itu (termasuk) orang yang bahagia, maka tampak jelas pada namanya yang ditulis dalam buku yang berada di depan Malaikat Maut, yakni dengan tulisan yang terbuat dari nur (cahaya). Sebaliknya, jika orang tersebut termasuk orang yang celaka, maka tampak jelas namanya yang tertulis dengan warna hitam.

Belum sempurnalah bagi Malaikat Maut untuk mengetahui hal yang seperti itu, sehingga ia kejatuhan daun dari pohon yang ada di bawah Arsy. Daun itu telah tertulis nama orang yang akan ia cabut, dan kapan waktunya orang itu harus dicabut nyawanya.

Telah diriwayatkan dalam hadits dari Ka’ab a1- Akbar ra., “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan pohon di bawah Arsy, dan di atas pohon itu tumbuh dedaunan yang jumlahnya sama dengan bilangan seluruh makhluk. Dan, ketika telah sampai ajal seorang hamba, dan umurnya hanya tersisa 40 hari, maka daun itu akan jatuh di atas tempat di mana Malaikat Izrail berada di situ. Maka, ia pun akan paham bahwa sesungguhnya ia telah diperintah untuk mencabut nyawa dari orang yang memiliki nama pada daun itu. Setelah jatuhnya daun itu, maka seluruh malaikat mulai saat itu menamakan (menyebut) orang itu dengan nama “mayat” di alam langit. Orang yang namanya tercatat dalam daun itu disebut mayat oleh para malaikat mulai saat itu, padahal ia masih hidup di atas hamparan permukaan bumi selama empat puluh hari lagi.”

Apakah nama kita saat ini juga telah diganti dengan sebutan “mayat” oleh para malaikat? Jika memang benar, mulai kapan para malaikat menyebutnya? Andai kita mengetahui akan hal itu, niscaya sisa umur yang tinggal sesaat lagi ini akan kita pergunakan untuk amal yang paling berharga dalam hidup. Dapat dipastikan, kita akan beribadah sekuat tenaga. Bahkan, kita tidak akan menyisakan waktu sedikit pun untuk makan, minum, serta tidur.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Sesungguhnya setelah kehidupan ini usai, jasad kita hanya tertidur selamanya untuk menantikan datangnya hari kiamat. Jadi untuk apa lagi menumpuk harta dunia jika ternyata kehidupan kita di bumi ini tidak lebih dari empat puluh hari?

Dalam hal ini ada juga yang mengatakan, sesungguhnya Malaikat Mikail akan turun kepada Malaikat Maut dengan membawa buku dari Allah yang berisi nama, tempat, dan sebab-sebab dari seorang hamba akan dicabut nyawanya.

Abu Laits Ra. menyebutkan, “Telah turun dua tetes dari bawah Arsy, di atas nama yang mempunyai tetesan itu. Salah satu dari dua tetesan itu berwarna hijau, dan yang lainnya berwarna putih. Ketika yang jatuh di atas nama itu berwarna hijau, maka bisa diketahui bahwa orang yang mempunyai nama itu termasuk orang yang celaka. Dan, ketika tetesan itu berwarna putih, maka orang yang mempunyai nama itu termasuk orang yang beruntung dan akan bahagia.”

Sedangkan untuk mengetahui tempat matinya seorang hamba, maka diriwayatkan, bahwasanya Allah telah menciptakan malaikat yang ditugasi mengurus setiap bayi yang akan dilahirkan. Malaikat itu dinamakan Malaikat Arham. Tatkala Allah menciptakan seorang anak (bayi), maka akan memerintahkan Malaikat Arham masuk pada sperma atau mani yang berada di dalam rahim seorang ibunya dengan membawa tanah dari bumi, di mana kelak sang bayi itu akan mati di bumi atau daerah itu. Dengan begitu, kematian seorang hamba telah ditentukan daerah atau tempatnya sebelum ia dilahirkan. Bahkan, sebelum berbentuk janin sekalipun.

Setelah hamba dilahirkan, maka ia akan berjalan di permukaan bumi sesuai dengan yang dikehendakinya. Ia akan berada di mana pun yang ia mau dan pada saat yang dia mau. Namun, pada saat kematiannya akan tiba, ia akan menuju tempat tanah (yang melekat di nutfah atau mani yang menjadi asal kejadiannya dulu) diambilkan. Dengan sendirinya, dia akan menuju tempat kematian tersebut atas kuasa Allah hingga akan mati di sana.

Dalam hal itu, Allah telah berfirman:

“… Katakanlah, ‘Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh…” (Ali Imran: 154).*/Imam Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi, sebagaimana tertulis dalam bukunya Daqaiqul Akhbar. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Malaikat Izrailmalaikat maut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Malaikat Maut Mencabut Nyawa (1)
Tulisan selanjutnya Saat Malaikat Maut Mencabut Nyawa (3)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?