Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mati Itu Karunia (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Mei 2016 20:28 8:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Mei 2016 20:28
Bagikan
Bagikan

SATU ketika berlalu di hadapan Rasul Shalallaahu ‘Alahi Wasallam satu jenazah yang dipikul sekian orang. Beliau bersabda: “Mustarihun auw mustarahun minhu,” yakni dia memperoleh ketenangan atau yang lain mendapat ketenangan darinya. Para sahabat menanyakan maksud kedua kata itu. Nabi menerangkan, seorang mukmin memperoleh ketenangan dari keletihan hidup dan gangguannya guna meraih rahmat Allah, sedang orang durhaka, maka hamba-hamba Allah, negeri, demikian juga pohon dan tumbuh-tumbuhan, selamat dari gangguannya.” (HR. Bukhari dan Muslim melalui Abu Qatadah).

Di sisi lain, berulang kali al-Qur’an menekankan bahwa kehidupan ukhrawi jauh lebih bahagia dan sempurna daripada kehidupan duniawi. Dan tidak ada jalan menuju kebahagiaan itu, kecuali melalui kematian.

Kematian, walau kelihatannya seperti kepunahan, pada hakikatnya kelahiran kedua. Ia dapat diibaratkan dengan menetasnya telur. Anak-anak ayam yang terkurung dalam telur tidak dapat mencapai kesempurnaan evolusinya, kecuali jika kulit telur — tempat tinggalnya– menetas dan ia berhasil meninggalkannya. Agaknya itulah salah satu sebab mengapa kematian dinamai oleh al-Qur’an ‘wafat’, yang secara harfiah berarti kesempurnaan atau penahanan, yakni jalan untuk meraih kesempurnaan hidup.

Kematian juga akibat penahanan Allah terhadap nafs, sehingga tidak dapat kembali lagi ke tubuh tempatnya semula.

Konon, ketika malaikat maut datang mencabut ruh Nabi Ibrahim as., yang dikenal dengan nama Khalil Allah (Kekasih Allah), beliau berkata: “Adakah Kekasih mencabut ruh kekasih-Nya?”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Malaikat itu diilhami Allah menjawab: “Adakah Kekasih enggan menemui kekasihNya?” Nabi Ibrahim as. dengan senang hati dicabut ruhnya. Walau pun riwayat ini tidak dapat dinilai shahih, paling tidak ini mengisyaratkan betapa kematian dapat menjadi nikmat besar bagi yang mati.

Akhirnya, kalaupun kematian merenggut dari manusia sesuatu, yang jelas tidak semua yang ada pada manusia mampu direnggutnya. Memang badannya binasa, dunia tempat tinggalnya, serta keluarga dan handai taulannya ditinggalkan. Tetapi nafs atau ruhnya, masih tetap ada. Kepribadiannya sebagai manusia tetap utuh, dan ini jauh lebih berharga dari jasmaninya.

Di sisi lain, apa yang ditinggalkan, baik sanak keluarga, handai taulan, kediaman dan harta benda, semua dapat diperoleh gantinya di alam sana. Dalam konteks ini, Nabi Muhammad mengajarkan doa untuk yang wafat, antara lain: “Gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dan pasangannya.” (HR. Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i, melalui Auf bin Malik).*/M. Quraish Shihab, seperti tertuang dalam bukunya Perjalanan Menuju Keabadian.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:karuniaKematian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mati Itu Karunia (2)
Tulisan selanjutnya KontraS Dukung Keluarga Siyono Laporkan Tindak Pidana Anggota Densus 88

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Berita
12 Juni 2026 21:12
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?