Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Embun Hikmah

Lima Pesan Ali Bin Abi Thalib

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juli 2021 14:27 2:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juli 2021 14:27
Bagikan
pesan ali bin thalib
Bagikan

Oleh: Alimin Muhtar

Hidayatullah.com | ABU  Nu’aim al-Ashbahani mencatat pesan dalam kitab Hilyatul Auliya’, bahwa ‘Ali bin Abi Thalib berkata, “Hafalkanlah lima hal dari saya; yang mana seandainya kalian mengendarai unta untuk mencarinya, pasti unta itu sudah binasa sebelum kalian mendapatkannya; yaitu janganlah seorang hamba mengharapkan selain Tuhannya, janganlah ia merasa takut kecuali kepada dosanya sendiri, jangan sampai orang bodoh merasa malu untuk bertanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui, jangan sampai orang ‘alim merasa malu untuk mengatakan ‘Allah lebih tahu (wallahu a’lam)’ tatkala ia ditanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui; dan kesabaran (bila dikaitkan dengan) iman adalah bagaikan kedudukan kepala dari tubuh, dan tidak ada keimanan bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.”

Pesan pertama adalah berharap hanya kepada Allah dan percaya penuh kepada-Nya. Inilah inti dari sikap zuhud.

Oleh karenanya, seorang ahli ibadah dari generasi Tabi’in, Yunus bin Maisarah bin Halbas al-Jublani, berkata, “Kezuhudan di dunia itu bukan dengan mengharamkan yang halal, tidak pula dengan menyia-nyiakan harta, akan tetapi kezuhudan di dunia adalah jika kepercayaanmu kepada apa yang ada di tangan Allah lebih kuat dibanding kepercayaanmu kepada apa yang ada di tanganmu; jika keadaanmu ketika tertimpa musibah dan keadaanmu ketika tidak tertimpa adalah sama; dan jika orang yang mencelamu maupun menyanjungmu dalam kebenaran adalah sama.” (Riwayat al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Akan tetapi, dewasa ini betapa banyak orang yang “merasa mampu” sehingga lalai dari berdoa, semata-mata mengandalkan rekadayanya sendiri, dan benar-benar lupa kepada Allah. Ini bukan berarti kita disuruh tidak berupaya dan semata-mata bersandar pada “kepercayaan”, karena Rasulullah ﷺ sendiri menganjurkan umatnya untuk berusaha mencari yang halal, serta mencela orang yang mengemis, malas dan hanya menjadi beban orang lain. Masalahnya tidak boleh dikacaukan dan dicampuradukkan.

Baca Juga

Ibrahim bin Adham Tanggalkan Baju Istana
Rahasia Di Balik Berkah Hujan
Ciri Ulama Akhirat Menurut Ihya’ Ulumuddin
Menyiapkan Bekal Perjalanan
Harga Mencari Bahagia Itu Mahal?

Pesan kedua adalah senantiasa meneropong diri sendiri, ber-muhasabah dan bertaubat. Sebagai manusia biasa, kita tidak ditakdirkan untuk ma’shum (terpelihara dari dosa), dan Allah pun tidak membebani kita melebihi kemampuan kita.

Namun,  berbeda antara mereka yang sengaja berkubang dalam kemaksiatan dan tenggelam dalam kedurjanaan, dengan mereka yang berusaha sekuat tenaga menaati Allah dan menjauhi dosa-dosa, lalu tersandung kesalahan-kesalahan tanpa disengaja. Kelompok pertama itu tidak pernah menyesal, tetapi yang kedua selalu beristighfar dan memperbaiki diri. Tentu saja, Allah tidak akan memperlakukan mereka secara sama.

Pesan ketiga adalah anjuran untuk tidak segan-segan bertanya dan belajar, ketika kita tidak tahu. Bukankah kebanyakan penyimpangan dan kesesatan bersemi dari benih-benih kebodohan, prasangka, dan kemalasan mencari ilmu?

Sebagian besar pengikut aliran sesat adalah orang-orang bodoh yang tidak mau belajar, lalu menuruti hawa nafsunya yang telah dihias oleh syetan. Mereka bukan tidak bersekolah, tetapi tidak mengerti urusan agamanya, walau sangat mahir dalam urusan duniawi. Rasulullah ﷺ pernah bersabda Rasulullah pun bersabda;

 

إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ بِالْأَسْوَاقِ جِيفَةٍ بِاللَّيْلِ حِمَارٍ بِالنَّهَارِ عَالِمٍ بِأَمْرِ الدُّنْيَا جَاهِلٍ بِأَمْرِ الْآخِرَةِ

“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang keras-kasar-angkuh tabiatnya, gemar mengumpulkan harta namun pelit, suka berteriak-teriak di pasar-pasar, seperti bangkai di malam hari dan seperti keledai di siang hari, sangat mengerti urusan dunia tetapi tidak tahu-menahu urusan akhirat.” (Riwayat Ibnu Hibban dari Abu Hurairah, dengan sanad shahih ‘ala syarthi muslim).

Pesan keempat adalah tidak malu mengakui ketidaktahuan kita, jika ditanya atas sesuatu yang tidak kita mengerti. Penyakit “segan” seperti ini mudah menghinggapi para ulama, profesor, guru, trainer, penceramah, dan tokoh-tokoh terpandang.

Penyakit seperti ini juga melanda orang yang sudah terkenal dan dikagumi oleh banyak pengikut. Dalam hal ini, ‘Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Betapa sejuknya di hati, ketika saya ditanya tentang sesuatu yang saya sendiri tidak mempunyai ilmu tentangnya, kemudian saya katakan: Allahu a’lam.” (Riwayat Darimi, dengan sanad lemah).

Dikisahkan pula, bahwa seseorang datang kepada Ibnu ‘Umar lalu bertanya kepada beliau tentang sesuatu hal. Beliau menjawab, “Saya tidak punya ilmunya.” Beliau kemudian berpaling setelah orang itu beranjak pergi, dan berkata, “(Inilah) sebaik-baik ucapan yang dikatakan oleh Ibnu ‘Umar! Ia ditanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui, lalu ia menjawab: saya tidak punya ilmunya.” (Riwayat Darimi, dengan isnad hasan).

Pesan kelima adalah berpegang kepada kesabaran. Sungguh, kesabaran dan menahan diri merupakan akhlak yang sangat sering dipesankan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam wahyu-wahyu yang mula-mula turun kepada Rasulullah, baik secara tersirat maupun tersurat.

Perhatikanlah isi kandungan Surah-surah al-‘Alaq, al-Qalam, al-Muddatsir dan al-Muzzammil; di sana terpampang pesan-pesan kesabaran secara nyata. Bahkan, dalam Surah al-‘Ashr, Allah menjadikan “saling berpesan dengan kesabaran” sebagai bagian dari sifat orang-orang yang tidak merugi di dunia ini, digandengkan dengan beriman, beramal shalih, serta saling berpesan dengan kebenaran.

Rasulullah bersabda:

مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

”Dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih).

Nabi pun pernah ditanya: “Bagian manakah yang paling utama dari iman?” Beliau menjawab, “Kesabaran dan lapang dada.” (Dikutip oleh Ibnu Hajar dalam al-Mathalib al-‘Aliyah, dari Jabir, dan menurut beliau isnad-nya hasan).

Inilah lima pesan ‘Ali bin Abi Thalib yang sangat berharga. Semoga kita dapat mengambil manfaat darinya. Amin. Wallahu a’lam.*

Pengasuh PP Ar-Rahmah Putri, Batu

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali Bin Abi ThalibHilyatul Auliya'pesanQuote
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dukung Israel, Facebook Hapus Akun Kantor Berita Shehab Palestina
Tulisan selanjutnya WHO: Varian Delta akan Menyebar di Banyak Negara Beberapa Bulan ke Depan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah

Berita
21 Juni 2026 15:00
Serangan Islamofobia, Imam Masjid di Kanada Diserang usai Pimpin Shalat Berjamaah
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa
Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Embun Hikmah

Mengapa Terjadi Kesalahpahaman?

4 September 2021 06:45
Embun Hikmah

Antara Fitrah Iman dan Tabiat Kekafiran

28 Agustus 2021 10:38
Embun Hikmah

Kecurangan dalam Muamalah

25 Agustus 2021 17:19
Embun Hikmah

Engkau akan Bersama yang Kau Cintai

23 Agustus 2021 20:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?