Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Konsultasi Syariah

Beramal Pahalanya untuk Leluhur

Bambang S
Terakhir diupdate: 7 April 2021 21:14 9:14 pm
Bambang S
Dipublikasikan 7 April 2021 21:14
Bagikan
amalan anak untuk nenek
Bagikan

Diasuh oleh Ustd. Hamim Thohari*

Assalamu’alaikum wr wb

Hidayatullah.com–Sewaktu kecil, saya lebih banyak dirawat nenek, karena orangtua sibuk bekerja. Sekarang nenek sudah wafat, dan saya ingin membalas budinya.

Bagaimana cara dan usaha terbaik kami sebagai anak dalam beramal tapi amalan tersebut kami tujukan untuk nenek? Apa yang mesti kami lakukan sebagai cucu untuk membalas budinya?

Z di kota S

Baca Juga

Antara Qadha dan Syawal: Bolehkah Satu Kali Puasa Menggabungkan Dua Niat?
Masjid dan Mushalla menurut Al-Quran dan Hadis
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat  
Tidak Sholat dan Membayangkan Porno di Bulan Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa?
Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial

 

Jawab:

Wa’alaikumsalam wr wb

Kakek atau nenek memang tidak sama dengan orangtua (ayah atau ibu). Akan tetapi secara hirarkis, kedudukan mereka dalam nasab sangat dekat. Kakek bisa menjadi wali ketika ayah tidak ada atau berhalangan, demikian juga sebaliknya. Dalam hal waris, juga demikian.

Anda sangat beruntung. Ketika orangtua Anda sibuk bekerja, maka nenek yang merawat, membesarkan, membimbing, dan mendidik dengan penuh kasih sayang.

Setelah nenek wafat, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan, di antaranya:

Pertama, mendoakan. Selain mendoakan orangtua, jangan lupa juga kakek nenek. Lafaznya bisa sama dengan doa untuk orangtua, hanya saja diniatkan untuk nenek.

Doa untuk orang yang sudah wafat itu tidak terbatas hanya untuk keluarga, tapi makbul juga untuk semua orang yang telah meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda,

دَعْوةُ المرءِ المُسْلِمِ لأَخيهِ بِظَهْرِ الغَيْبِ مُسْتَجَابةٌ، عِنْد رأْسِهِ ملَكٌ مُوكَّلٌ كلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بخيرٍ قَال المَلَكُ المُوكَّلُ بِهِ: آمِينَ، ولَكَ بمِثْلٍ” رواه مسلم

“Doa seorang Muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab. Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya itu ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan malaikat tersebut akan berkata: “Amin”. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (Riwayat Muslim).

Kedua, bersedekah atas namanya. Semua ulama sepakat bahwa pahala sedekah yang diniatkan untuk orang lain, terutama untuk orangtua, termasuk kakek atau nenek, juga anak-anak, tidak terhalang atau diterima Allah SWT.

Dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

Suatu hari ibu dari Sa’ad bin Ubadah RA meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. “Wahai Rasulullah, ibu telah meninggal dunia sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya, apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?” Nabi menjawab, “Ya, bermanfaat.” Kemudian Sa’ad berkata, “Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya.” (Riwayat Bukhari).

Ketiga, membadalkan haji dan umrah atas namanya. Syaratnya, anak atau cucu sudah melaksanakan haji atau umrah atas dirinya sendiri. Bisa juga meminta bantuan orang lain untuk menghajikan orangtua, anak, atau kakek neneknya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَبِيهَا مَاتَ وَلَمْ يَحُجَّ قَالَ « حُجِّى عَنْ أَبِيكِ ».

Dari Ibnu Abbas, ada seorang wanita yang pernah bertanya pada Nabi SAW mengenai ayahnya yang meninggal dunia dan belum berhaji, maka beliau bersabda, “Hajikanlah ayahmu.”… (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Keempat, membayar utang nazarnya. Jika ahli waris mendapati orangtua, kakek nenek, atau anaknya pernah bernazar dan itu belum dilaksanakan, maka mereka berkewajiban untuk memenuhinya. Nazar adalah utang, dan utang kepada Allah SWT lebih utama untuk didahulukan.

Sa’ad bin Ubadah RA pernah meminta nasihat kepada Rasulullah SAW,

إِنَّ أُمِّى مَاتَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرٌ

“Ibuku telah meninggal dunia, namun dia memiliki nazar (yang belum ditunaikan).”

Nabi lantas bersabda:

اقْضِهِ عَنْهَا

“Tunakan nazar ibumu.”  (Riwayat Bukhari).

Kelima, amalan shalih dari anak yang shalih. Diniatkan atau tidak, semua amalan shalih yang dilakukan anak yang shalih, termasuk cucu yang shalih, sangat bermanfaat untuk orangtua/nenek yang telah meninggal dunia. Amal shalih ini merupakan investasi yang pahalanya akan mengalir kepadanya. Berbahagialah orangtua yang memiliki anak shalih yang berbuat shalih.

Dari A’isyah RA, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri.. Dan anak merupakan hasil jerih payah orangtua.” (Riwayat Abu Daud dan an-Nasa’i).*

*Anggota Dewan Pertimbangan DPP Hidayatullah

Tonton video Perempuan Inggris Ini Menemukan Islam di Masjid

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:beramal untuk leluhurberamal untuk orangtuakonsultasi IslamKonsultasi Syariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Bencana karena Perilaku Manusia Merusak Alam
Tulisan selanjutnya Sarasehan PPMI Arab Saudi 2021, UBN: Alumni Madinah Siap Berkorban untuk Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Konsultasi Syariah

Mengapa Niat Puasa dalam Madzhab Syafi’i Harus Disebutkan Secara Detail?

1 Maret 2025 18:00
Konsultasi Syariah

Tata Cara Niat Puasa Puasa Ramadhan menurut Empat Madzhab  

1 Maret 2025 16:00
Konsultasi Syariah

Hukum Mencium Mushaf, Bolehkah?

4 Februari 2025 12:47
Konsultasi Syariah

Hukum Nyanyian, Bagaimana Ulama Menyikapinya?

26 Januari 2025 04:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?