Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Malaysia Dinilai Negara yang Berani Terang-terangan Bela Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Januari 2014 09:09 9:09 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Januari 2014 09:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Keluar dari cengkraman gurita Soeharto, Indonesia justru masuk dalam gurita ‘penjajahan’ lain yang tidak kalah bahanya.

Demikian disampaikan Dr Sri Bintang Pamungkas saat menjadi pembicara dalam Pengajian Politik Islam (PPI), di Masjid Agung Al Azhar (MAAA), Kebayoran Baru, Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, ada tiga gurita yang saat ini sedang mencengkeram Indonesia; rezim, asing dan aseng.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Banyak aset negara yang dikuasai asing dengan cara perubahan Undang-undang. Tanpa terasa, perekonomian kita sudah dikuasai oleh China melalui keturunannya yang berbisnis di Indonesia.

Data yang dimiliki Bintang menunjukkan, hasil investasi asing ini pada akhirnya justru mengucur deras ke negara komunis itu dan ke beberapa negara lainnya.

Menurut Bintang, perlahan tapi pasti, sumber daya alam Indonesia habis digerogoti.

Selain itu, saat ini politik dimainkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang hanya menguntungkan pihak penguasa namun dalam jangka panjang menggerogoti rakyat.

“Ini bukan SARA. Ini nasionalisme. Ini pembelaan diri terhadap penjajahan,” paparnya dengan nada cukup geram.

Beragam persoalan, menurut Bintang, bermuara pada acuhnya para pemimpin yang tidak pro-rakyat, termasuk para pemimpin yang beragama Islam.

“Mana orang Islam yang pernah menjadi pemimpin, membela umat Islam? Memberikan harta untuk membangun Ruko atau rumah rakyat,”cetusnya mempertanyakan keberanian pemimpin yang beragama Islam.

Menurutnya, untuk hal ini Malaysia bisa dijadikan contoh. Negara tersebut berani terang-terangan membela Islam. Di sana tidak ada rakyat yang tidak punya rumah. Dengan suku bunga pinjaman lunak 2-3 persen, memudahkan rakyatnya memiliki rumah.

“Kok, Indonesia nggak berani?” tanyanya.

“Anda sudah dijajah tapi nggak kerasa kalau dijajah. Kapan Anda mau bangkit? Ini yang jadi soal,” ucapnya.

Peraih gelar PhD dari IOWA State University, AS, itu menyadari, perubahan sistem politik tidak cukup diubah dalam kurun waktu 3-4 bulan.

Namun, setidaknya umat Islam memiliki nasionalisme untuk bangkit dan tidak terus menerus dikebiri oleh sistem yang menindas.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:penjajahan ekonomi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MIUMI: Muslim Aceh Harus Waspadai Virus SePILIS!
Tulisan selanjutnya Tokoh Aceh Bahas Eksistensi Syari’at Islam di UIN Ar-Raniry

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?