Hidayatullah.com–Sebuah skandal Botox telah memengaruhi kontes keindahan unta di Arab Saudi, di mana selusin kontestan didiskualifikasi karena dicurigai bibir unta-unta itu telah diperbesar melalui operasi pembedahan. Demikian laporan Newsweek, Selasa (23/01/2018).
Kontes tahunan itu telah pindah dari tempat sebelumnya di padang pasir ke pinggiran ibukota, Riyadh, di mana para juri menilai puluhan ribu unta berdasarkan penampilan mereka. Acara itu adalah bagian dari festival raya yang memuliakan hewan itu, yang melambangkan kehidupan Badui di gurun pasir.
“Unta adalah simbol Arab Saudi,” kepala hakim juri acara itu, Fawzan Al-Madi, mengatakan ketika tersebar berita bahwa 12 unta dikeluarkan dari kompetisi itu, demikian menurut laporan Reuters. “Kami dulu melestarikan unta karena kebutuhan. Sekarang, kami melestarikannya sebagai hiburan.”.
Botolinum toxin atau botox lebih dikenal sebagai perawatan kecantikan tanpa pembedahan. Botox digunakan ntuk membuat unta kelihatan lebih segar dan sehat. Namun panitia melarang dalam festival tahunan ini.
Baca: Hukum Mengkonsumsi Air Seni Onta Menurut Ulama Berbagai Mahhzab
Dengan hadiah uang total sekitar $ 57 juta tidak mengherankan jika sekitar 30.000 unta telah diikutkan dalam acara ini, tapi acara yang berjalan selama sebulan itu telah menimbulkan kontroversi.
“Mereka menggunakan Botox untuk kedua bibir, hidung, bibir atas, bibir bawah dan bahkan rahang,” Ali Al-Mazrouei, 31 tahun, yang ayahnya mengembangbiakkan unta, mengatakan kepada koran Uni Emirat Arab, National.
“Botox membuat kepala unta lebih menggembung, jadi ketika unta datang, seperti itu. “Oh, lihatlah betapa besar kepalanya. Memiliki bibir besar, hidung besar.'”
Sekitar 300.000 orang dilaporkan telah menghadiri acara King Abdulaziz Camel Festival, 120 kilometer dari Riyadh.
Acara yang dimulai pada awal bulan ini tersebut tidak hanya terdiri dari kontes keindahan, tetapi juga balap dan lelang unta untuk pembeli dan penjual.
Kemungkinan unta yang diinjeksi Botox bisa memenangkan hadiah uang yang banyak atau dibeli pembeli dengan harga tinggi, beberapa bulan sebelum unta-unta kembali ke penampilan regulernya, telah membuat khawatir beberapa peserta acara tersebut, dan mereka berharap para peserta yang curang dalam kontes keindahan unta dihukum sama seperti mereka yang memberikan obat peningkat perfoma dalam balap unta.
“Orang-orang yang ikut kompetisi sekadar untuk membuat untanya lebih berharga itu menipu semua orang, ” tambah Al-Mazrouei.
“Denda harus diterapkan. Dalam balap unta di Abu Dhabi, siapa pun yang menggunakan obat didenda sekitar 50.000 dirham. Denda belum diterapkan dalam kontes keindahan unta.”*/Abd Mustofa