Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Sudah tak Serukan Golput, MHTI Serukan Tinggalkan Demokrasi

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 15 Maret 2014 12:01 12:01 pm
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 15 Maret 2014 12:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) menilai sumber kerusakan dan kehancuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini karena menganut sistem demokrasi dalam segala bidang termasuk dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Selain karena bertentangan secara mendasar dengan Islam, kerusakan sistemik yang dihasilkan sistem demokrasi seharusnya makin menguatkan kita untuk menolak dan meninggalkan sistem demokrasi sekaligus menawarkan sistem politik pengganti yang Sang Pencipta wajibkan yakni sistem khilafah,” demikian disampaikan Koordinator Lajnah Khusus Intelektual MHTI Jabar,Indira S.Rahmawaty,S.IP.,M.Ag saat menggelar konferensi pers di kantor HTI Jabar Jl.Jakarta Kota Bandung,Jumat (14/03/2014).

Alih-alih ingin memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya namun kenyataannya demokrasi justru telah membawa malapetaka dan biang penderitaan berkepanjangan. Untuk itu sudah saatnya rakyat khususnya umat Islam sadar dan segera meninggalkan demokrasi dan menggantinya dengan sistem khilafah.

Indira menjelaskan bahwa sistem demokrasi yang telah dianut dan dijalankan selama puluhan tahun di Indonesia harusnya secara jujur menjadi bahan evaluasi bersama karena telah nyata gagal membawa kesejahteraan yang hakiki bagi rakyatnya.

Ia menambahkan Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses demokrasi  yang laksanakan setiap lima tahun hanya berhasil mengganti rezim penguasa saja sementara sistemnya masih tidak berubah maka perubahan yang hakiki mustahil dapat terwujud.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Ia mencontohkan dalam setiap Pemilu suara perempuan sering kali diperebutkan karena mempunyai potensi untuk mendulang suara terbanyak. Namun, sambungnya,acapkali perempuan hanya dijadikan alat semata,kuota hingga 30 persen caleg perempuan dinilai hanya bentuk pembodohan saja.Padahal dalam Islam telah mengatur dan memberi hak politik bagi perempuan yang diatur secara syari’at. Untuk itu pihaknya menghimbau jika perempuan ingin berpatisipasi dalam politik maka harus dalam sistem politik yang benar yakni sistem khilafah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua MHTI Jabar,Siti Nafidah menambahkan yang diperlukan saat ini untuk mengubah sistem demokrasi kepada sisetem khilafah adalah mengubah mindset yang selama ini telah tertanam dalam benak umat Islam. Ia menambahkan bahwa sistem politik yang sejak awal sudah salah arah dan landasan harus tidak diikuti secara terus menerus.

MHTI sendiri menurutkan telah dan akan terus menyadarkan umat Islam untuk kembali ke sistem Islam dengan tujuan untuk kemuliaan umat Islam sendiri.

Tak larang Pemilu

Disinggung apakah seruan tersebut kenaan dengan telah dekatnya pelaksanaan Pemilu, dengan tegas pihaknya menolak jika seruan tersebut dalam rangka menghadapi Pemilu bulan April mendatang.

Menurutnya MHTI hanya memanfaatkan momentum saja agar rakyat khususnya umat Islam jangan mau dibodohi dengan konsep perubahan yang dikemas dalam pesta demokrasi.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah dengan menyerukan meninggalkan demokrasi MHTI mengajak untuk Golput, secara diplomatis Siti mengatakan MHTI bukan dalam posisi menyuruh atau melarang dalam Pemilu mendatang.

“Kita tidak diinstruksikan untuk itu, core HTI sendiri bukan dalam posisi mendukung atau tidak mendukung  namun hanya sebagai guiden atau pencerahan saja. Karena dalam hukum syarah pemilu itu kan mubah-mubah saja,boleh. Sekali lagi posisi kita bukan pada tataran Golput atau tidak Golput tetapi memberi guiden atau penyadaran saja,”pungkasnya.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HTI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bersama BNN, IPM ajak Perangi Narkoba
Tulisan selanjutnya Hidupku Berbalik sejak Kugantungkan Hidupku pada Nya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?