Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Menunggu “Kejutan” Dari Yaman [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juni 2015 15:26 3:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juni 2015 16:45
Bagikan
Pertemuan Riyadh membahas perkembangan Yaman
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Musthafa Luthfi

FAKTOR ketiga, adalah terkait dengan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah kehilangan sekutu utamanya di negara-negara Teluk. Upaya Saleh yang telah berkuasa secara otoriter lebih dari tiga dekade di Yaman untuk terus ”bermain api” dinilai sebagai bentuk sikap putus asa karena kehilangan sekutu dan tidak didukung mayoritas rakyat Yaman.

Faktor keempat, yang oleh banyak pengamat dinilai sebagai faktor terpenting adalah mengendornya dukungan Iran terhadap Al-Hautsi. Hal ini disebabkan karena negeri Syiah itu merasa bahwa secara geografis dan sikap internasional, tidak mampu lagi menancapkan pengaruhnya di Yaman dan merasa gagal memanfaatkan milisi Hautsi untuk menggabungkan Yaman dalam kelompok negara Arab loyalis Iran.

Dengan demikian, kendala satu-satunya yang mungkin dapat mengganggu perundingan Jenewa adalah mantan Presiden Saleh. Belum ada kepastian apakah ”singa tua” ini siap berunding untuk mencapai penyelesaian politis atau siap berunding untuk sekedar sarana untuk rehat sejenak sebelum melanjutkan perang.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Sejumlah analis menilai di tangan Seleh lah akan muncul kejutan yang ditunggu-tunggu rakyat Yaman. Beberapa informasi menyebutkan bahwa dia siap mengasingkan diri keluar Yaman yang berarti sebagai kejutan positif karena akan membuka peluang lebar bagi penyelesaian politis.
Atau sebaliknya kejutan buruk, bila dia tetap ingin melanjutkan perang habis-habisan meskipun akan bernasib seperti pendahulunya penguasa Libya, Muammar Kaddafi. Pasalnya bila Saleh menolak ikut serta di Jenewa itu pertanda buruk karena akan terjadi perang lebih dahsyat dengan musuhnya bahkan dengan sekutunya sekarang Hautsi bila Hautsi nantinya mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Hadi.

Lebih kondusif

Idealnya semua pihak bertikai di Yaman dapat memanfaatkan pertemuan Jenewa tersebut untuk mencari solusi damai yang diterima semua pihak dan sebagai sarana untuk membahas penerapan resolusi PBB nomor 2216. Pelaksaaan resolusi itu tidak semudah membalik telapak tangan mengingat peliknya situasi di negeri Ratu Bilquis itu.

Barangkali itu sebabnya pemerintahan Mansyur Hadi bersedia berunding di Jenewa tanpa besikukuh agar seterunya melaksanakan terlebih dahulu resolusi tersebut sebagai pra syarat sebelum memutuskan ikut serta. Pertemuan Jenewa adalah tempat yang lebih kondusif untuk membahas masalah tersebut.

Sebagai contoh ketika penerapan resolusi tersebut menyangkut penyerahan semua senjata yang dikuasai Hautsi, tentunya masih terdapat tanda tanya kepada pihak mana senjata diserahkan mengingat mayoritas petinggi militer dan angkatan bersenjata Yaman loyal terhadap mantan Presiden Saleh. Kemudian siapa yang akan mengawasi penyerahan senjata dimaksud.

Lalu pertanyaan selanjutnya, bila Hautsi bersedia mundur ke basisnya di Provinsi Sa`dah pasukan mana yang akan mengisi kekosongan di ibu kota dan daerah-daerah yang ditinggalkannya. Tentunya masalah tersebut secara teknis dan lebih rinci dapat dibahas dalam pertemuan tersebut agar tercapai kesepakatan yang diterima semua pihak.

Situasi di Yaman menjelang pertemuan Jenewa masih menyimpan teka-teki akan kesudahan krisis di negeri itu. Hari-hari mendatang masih menyimpan banyak kejutan, meskipun yang ditunggu-tunggu rakyat dan masyarakat internasional adalah kejutan positif dari kota indah di Swiss itu.* (Ahad, 20 Sya`ban 1436 H).*

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Yaman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-HouthiiranPemberontak Al HautsisyiahSyiah Al Hautsiyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Negara Bahas Standarisasi Zakat di Banda Aceh
Tulisan selanjutnya Syariat Islam Bisa Jadi Solusi Selesaikan Problematika Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?