Hidayatullah.com—Menteri Informasi Nigeria mengatakan negaranya hingga saat ini belum menerima ventilator yang dijanjikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada bulan April lalu.
Lai Mohammed membantah pernyataan Trump pekan lalu yang mengatakan bahwa dia telah mengirim 1.000 ventilator ke negara di kawasan Afrika Barat tersebut.
Mohammed mengatakan bahwa apabila kirimannya sudah tiba akan diumumkan ke publik, lansir BBC Jumat (29/5/2020).
Presiden Trump membuat janji itu saat berbicara lewat sambungan telepon dengan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pada tanggal 28 April.
Buhari mengatakan bahwa AS berkomitmen membantu Nigeria dalam penanganan wabah Covid-19.
Pekan lalu, saat berkunjung ke pabrik otomotif Ford di Michigan, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat sudah mengirimkan 1.000 ventilator ke Nigeria.
Sejauh ini Nigeria mengkonfirmasi 8.915 kasus coronavirus dengan 259 kematian.*
Seorang Eks Wali Kota Terdakwa Genosida di Rwanda Divonis Penjara Seumur Hidup
Hidayatullah.com—Pengadilan Tinggi di Rwanda menghukum seorang bekas wali kota penjara seumur hidup terkait perannya dalam genosida tahun 1994.
Ladislas Ntaganzwa, yang ditangkap di wilayah negara Republik Demokratik Kongo lima tahun silam, dinyatakan bersalah memimpin serangkaian pembantaian warga sipil etnis Tutsi, termasuk serangan atas sebuah gereja yang menjadi tempat perlindungan ribuan orang sipil.
Mantan wali kota Nyakizu yang terletak di bagian selatan Rwanda itu juga dituduh menggalakkan pemerkosaan banyak wanita.
Awal bulan ini, aparat yang melacak para tersangka genosida membuat prestasi besar dengan ditangkapnya terduga penyandang dana genosida, pengusaha Felicien Kabuga yang ditangkap di Prancis. Kabuga akan diadili di Tanzania.
Pekan lalu, muncul kabar yang menyebutkan bahwa salah satu tersangka utama genosida di Rwanda, mantan menteri pertahanan Augustin Bizimana, sebenarnya sudah meninggal dunia beberapa tahun silam, lansir BBC Jumat (29/5/2020).*