Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

HNW: Penghapusan Palestina dari Peta Google dan Apple Menguatkan Penjajahan ‘Israel’

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 21 Juli 2020 14:37 2:37 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 Juli 2020 14:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) pada Selasa (21/07/2020) mengkritik Google  dan Apple karena menghapus Palestina dari peta daring mereka. HNW mengatakan bahwa ‘ulah’ kedua raksasa teknologi itu telah melanggar konvensi internasional.

HNW menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh dua raksasa yang menjadi rujukan informasi dunia ini merupakan langkah terselubung ‘Israel’. Karena beriringan dengan agenda ‘Israel’, yang didukung AS, untuk mencaplok wilayah Tepi Barat Palestina. Pencaplokan formal tersebut ditunda karena mendapat kecaman keras dari duni internasional.

“Sangat wajar bila Otoritas Palestina menolak kejahatan Google  dan Apple yang menghapus Palestina dan menggantikannya dengan Israel. Dan wajar bila mereka mengadukannya ke Mahkamah Internasional maupun PBB. Karena Palestina diakui eksistensinya dalam Sidang Umum PBB, dengan nama dan simbol negaranya. 135 Negara anggota Sidang Umum PBB memutuskan status Palestina sebagai anggota pengamat di Sidang Umum PBB. Demikian juga OKI , UNESCO, Mahkamah Internasional dan lembaga-lembaga Internasional lainnya,” ujar HNW.

Karenanya, ungkap HNW, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia yang tidak mengakui penjajahan Israel, dan mendukung kemerdekaan Palestina, segera membantu Palestina. Dengan menyuarakan koreksi atas kekeliruan Google  dan Apple yang telah menghapus Palestina dan menggantikannya dengan Israel, dengan mengembalikan peta daring yang benar, yaitu peta yang tetap menyebutkan nama negara Palestina.

“Indonesia bisa memprakarsai langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengembalikan nama Palestina sebagai negara berdaulat dan meyakinkan Google  dan Apple untuk menyebutkan kembali nama Palestina, dan agar keselahan yang sama tak diulangi pada masa berikutnya,” ia menambahkan.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Menurut HNW, jika apa yang dilakukan oleh Google  dan Apple ini tak segera dikoreksi, hal itu akan melanggengkan penjajahan Israel dan menjauhkan hadirnya negara Palestina yang merdeka. Itu artinya juga melanggengkan ketidak-damaian dan terorisme di sana. Suatu hal yang ujarnya, bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan konvensi internasional.

Google  dan Apple mendapat kecaman masyarakat luas karena pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google  Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat, tetapi tidak ada label untuk Palestina.

Sebuah petisi menuntut Google untuk menaruh kembali Palestina di peta mereka di laman Change.org telah ditandatangani lebih dari sejuta orang.

‘Israel’ merampok dan menjajah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan selama perang 1967. ‘Israel’ menegaskan bahwa mereka tidak lagi menduduki Gaza setelah membongkar permukiman pada tahun 2005. Namun, karena mempertahankan kontrol yang signifikan atas wilayah udara dan perbatasan wilayah pesisir, Gaza masih diklasifikasikan sebagai tanah dalam pendudukan oleh PBB.

Kelompok pemantau mengatakan ada lebih dari 130 permukiman ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat, meskipun telah jelas dilarang oleh hukum internasional.

Meski rencana pencaplokan formal ‘Israel’ pada Juli, yang didukung AS, belum berlangsung, sejatinya pencaplokan de facto ‘Israel’ atas Palestina terus berlangsung. Sistem apartheid ‘Israel’ telah menyebabkan ribuan orang Palestina terusir dari tanahnya, dan sebagian yang bertahan terus melawan.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AppleGoogle Mapspalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 14.400 Orang Disiksa Sampai Mati di Suriah
Tulisan selanjutnya Dunia Islam di Bawah Pengaruh China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?