Hidayatullah.com—Hari Ahad (14/5/2023) ini, lebih dari 60 juta warta Turki akan memberikan suara mereka dalam salah satu pemilihan paling kritis dalam sejarah Türkiye baru-baru ini saat Presiden petahana Recep Tayyip Erdoğan menantang dua kandidat oposisi, dan partai-partai bersaing memperebutkan kursi parlemen.
Sebanyak 24 partai politik dan 151 calon independen akan memperebutkan 600 kursi, kutip Daily Sabah.
Pemilu Turki dipandang paling kritis baik untuk Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) yang berkuasa maupun oposisi. Blok oposisi dari enam partai adalah saingan terkuat yang dihadapi Presiden Recep Tayyip Erdoğan dalam lebih dari selusin pemilu yang dia ikuti dalam dua dekade terakhir.
Oposisi, yang diwakili oleh pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kılıçdaroğlu dalam pemilihan presiden, melihatnya sebagai kesempatan terakhir untuk mengalahkan Erdoğan, yang telah mendominasi lanskap politik sebagai perdana menteri dan presiden selama bertahun-tahun.
Selain Kılıçdaroğlu dari Aliansi Bangsa, Erdoğan akan bersaing dengan Aliansi Ata, yang terdiri dari partai-partai nasionalis kecil yang mencalonkan akademisi Sinan Oğan. Muharrem Ince, satu-satunya kandidat tanpa aliansi, keluar dari pencalonan pada hari Kamis, meskipun namanya akan tetap ada di surat suara pada hari Ahad.
Pemilu juga menandai ulang tahun pemilihan pertama Republik Türkiye yang benar-benar demokratis dan multipartai pada tahun 1950. Sejak saat itu, Türkiye melewati empat kudeta besar, termasuk kudeta yang menggulingkan Partai Demokrat, pemenang pemilu tahun 1950. Meski pada akhirnya, demokrasi menang ketika junta militer runtuh.
Para kandidat akan mendapatkan masa jabatan lima tahun jika mereka dapat memperoleh mayoritas di 191.884 kotak suara yang dipasang di tempat pemungutan suara di seluruh Türkiye.
Pemungutan suara di luar negeri telah berakhir awal pekan ini sementara warga negara Turki yang tinggal di luar negeri akan diizinkan untuk memberikan suara mereka di perbatasan dan bandara sampai batas waktu yang sama dengan pemilih di Türkiye.
Pada hari Ahad, lebih dari 4,9 juta orang akan memilih untuk pertama kalinya. Partai dan kandidat berjuang untuk memenangkan hati para pemilih pemula, kebanyakan “Generasi Z”, selama masa kampanye mereka.
Pemungutan suara akan dibuka pada pukul 08.00 dan ditutup pada pukul 17.00 Hasil pemilu tidak resmi diharapkan akan diumumkan oleh YSK dalam beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup.
Ini juga merupakan pemilihan pertama dengan kemungkinan putaran kedua. Jika tidak ada kandidat yang bisa mendapatkan lebih dari 50% suara, putaran kedua akan diadakan pada 28 Mei.
Berbicara kepada Anadolu Agency (AA) pada hari Jumat, Presiden YSK Ahmet Yener mengatakan mereka mengambil setiap langkah untuk memastikan pemilihan yang aman dan lancar. “Kami memiliki semua langkah untuk lingkungan pemilu yang sehat. Semua tindakan diambil terhadap kemungkinan pemadaman listrik pada hari pemilihan dan kemungkinan serangan dunia maya,” katanya meyakinkan.
Menanggapi pemungutan suara di luar negeri, Yener mengatakan mereka dibawa ke Türkiye dengan aman di bawah pengawasan kurir diplomatik dengan pesawat yang dialokasikan semata-mata untuk pengangkutan suara dan di bawah pengawasan perwakilan partai politik.
“Ini akan menjadi perayaan demokrasi. Saya menyarankan semua warga negara yang berhak untuk memberikan suara mereka, ”katanya.
Erdogan Diprediksi Menang Pemilu Presiden Putaran Pertama
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diprediksi menang dalam putaran pertama pemilu presiden (pilpres) dengan selisih kecil. Prediksi berdasarlam jajak pendapat Pusat Penelitian Areda and Asal.
Pemilu presiden dan parlemen Turki dijadwalkan berlangsung pada 14 Mei ini. Sedang putaran kedua akan berlangsung jika tidak ada kandidat yang memperoleh 50% suara, dijadwalkan pada 28 Mei.
Sejak 4 Mei, lembaga survei wajib menentukan siapa yang memesan dan mendanai survei mereka untuk merilis hasil jajak pendapat mereka. Survei Areda menunjukkan 51,3% responden siap memilih Erdogan Ahad (14/5/2023) ini, sementara 44,2% akan mendukung Kemal Kilicdaroglu, kandidat oposisi utama. Kandidat ketiga, Sinan Ogan, bisa memperoleh hampir 4% suara.
Aliansi Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa dan Partai Gerakan Nasionalis diprediksi akan memperoleh lebih dari 51% suara, menurut jajak pendapat itu.
Jajak pendapat Asal memperkirakan Erdogan akan menerima 50,6% suara, dan Kilicdaroglu 46,3%. Survei oleh Areda dilakukan pada 25.000 orang dari 11-12 Mei. Ini menjadi salah satu jajak pendapat pertama yang dilakukan setelah Muharrem Ince, kandidat presiden lainnya, mengumumkan pencalonannya tiga hari sebelum pemilu.*