Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mendekatkan Hati Saat Membaca Al-Quran (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2017 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2017 10:25
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

UNTUK merasakan suasana batiniah, pada saat mengawali bacaan dengan merenungkan keagungan Allah Yang Maha Berfirman, maka Anda merenungkan keagungan firman-Nya. Hadirkan dalam hati Anda fenomena Arasy, Kursi, langit, bumi, dan segala yang terdapat di antara keduanya berupa malaikat, jin, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan barang-barang tambang.

Harus Anda ingat bahwa Pencipta semua itu adalah Esa. Semuanya berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, berada di antara karunia dan rahmat-Nya. Sementara itu Anda ingin membaca kalam-Nya dan dengan itu Anda ingin melihat sifat Dzat-Nya serta mempelajari keindahan ilmu dan hikmah-Nya. Dan Anda tahu bahwa sebagaimana bagian fisik mushaf tidak bisa disentuh, kecuali oleh orang-orang yang bersuci dan tidak boleh disentuh oleh selain mereka, maka begitu pula hakikat makna dan batin mushaf tertutup dari batiniah hati, kecuali bila ia telah disucikan dari setiap kotoran batiniah.

Pengagungan ini pernah ditunjukkan oleh sahabat Ikrimah. Apabila membentangkan mushaf, kadang-kadang ia pingsan sembari berkata, “Ini firman Tuhanku, ini firman Tuhanku.”

Ketahuilah bahwa kalau saja cahaya kalam-Nya yang mulia dan keagungannya tidak diselimuti oleh tirai huruf, niscaya kekuasaan manusia tidak sanggup mendengarnya lantaran keagungan dan kekuasaan-Nya serta limpahan cahaya-Nya. Kalau saja Allah Azza wa Jalla tidak memberikan keteguhan kepada Musa a.s., niscaya ia tidak mampu mendengarnya tanpa terbungkus oleh huruf dan suara, sebagaimana gunung tidak sanggup menahan penampakkan diri-Nya hingga hancur luluh.

Kedua, hendaklah Anda membaca dengan merenungkan makna-maknanya, jika memang Anda termasuk ahlinya. Ulangilah setiap bacaan yang Anda ucapkan dalam kondisi lalai. Janganlah Anda menganggapnya sebagai amal, karena pembacaan tartil pada dasarnya sebagai upaya memperkuat perenungannya.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ali bin Abu Thalib r.a. berkata, “Tidak sempurna kebaikan suatu ibadah bila tidak didasari dengan pengertian. Tidak sempurna kebaikan suatu bacaan Al-Quran bila tidak disertai perenungan. Janganlah Anda terlalu mementingkan jumlah khataman. Lebih baik Anda mengulang-ulang satu ayat dalam semalam dengan merenungkannya daripada dua kali khataman (tanpa perenungan). Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam membaca Bismillaahir Rahmaanir Rahiim dan mengulanginya 20 kali.”

Abu Darda’ r.a. berkata, “Rasulullah mendirikan shalat bersama kami pada suatu malam dan membaca satu ayat yang diulang-ulanginya: “In tu’adz-dzibhum fainnahum ibaaduka (jika engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu juga –QS. Al-Maidah: 118).” Tamim Ad-Daariy pada suatu malam dalam shalatnya membaca ayat: “Am hasibal ladziina ijtarahus sayyi-aati…” (QS. Al-Jatsiyah: 21). Said bin Jubair shalat pada suatu malam dengan membaca ayat: “Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun.” (QS. Yasin: 59).

Barangkali yang lebih tepat bagi Anda adalah apa yang dikatakan oleh seorang arif, “Aku mengkhatamkan Al-Quran setiap Jumat sekali, kadang setiap bulan, kadang setahun sekali, dan aku sedang mengkhatamkan Al-Quran sejak tiga puluh tahun dan belum aku selesaikan sesudah itu.” Hal itu sesuai dengan tingkat perenungannya. Adakalanya dalam suatu waktu hati tidak bisa melakukan perenungan yang lama, maka perlu khataman secara khusus.*/Imam Al-Ghazali, dikutip dari bukunya 40 Prinsip Dasar Agama.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khataman Al-Qur'anmembaca al-Qur'anmembaca tartil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendekatkan Hati Saat Membaca Al-Quran (1)
Tulisan selanjutnya HUT RI, Pesantren Hidayatullah Gelar Drama Kolosal Peringati Perjuangan Ulama dan Santri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?