Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Menteri India Dikecam karena Hormati Seorang Pembunuh Warga Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2018 13:44 1:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2018 11:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Penerbangan Sipil India Jayant Sinha  mendapat serangan tajam dari kelompok oposisi setelah bertemu dan memberikan karangan bunga delapan narapidana hukuman di Lok Sabha, Jharkhand, belum lama ini.

“Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa masalah (hukuman mati) masih sub judice. Tidak adil untuk membicarakan hal ini. Hukum akan mengambil jalannya sendiri. Kami selalu berusaha untuk menghukum yang bersalah dan menyelamatkan yang tidak bersalah. Jika dengan mengalungi bunga mereka (para penjahat) dikesan saya telah mendukung aksi main hakim sendiri, maka saya menyatakan penyesalan atas itu, ”kata Jayant Sinha seperti dikutip Kantor Berita ANI.

Seperti diketahui, Jayant Sinha  adalah seorang alumnus Universitas Harvard, memicu pertikaian besar setelah ia memberikan kalungan bunga delapan narapidana dalam kasus pembunuhan di Hazaribagh di Jharkhand.

Para narapidana rupanya dibebaskan dengan jaminan. Foto-foto Jayant Sinha yang mengalungi bunga beredar di media sosial, di tengah serangan pedas kalangan oposisi dan ayahnya Yashwant Sinha, mantan Menteri Keuangan dan mantan Menteri Dalam Negeri Eksternal India, dari partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Modi.

Baca: Menjadi Muslim di India Hari ini Lebih Berat Daripada Sebelumnya

Para tersangka penjahat dihukum karena memukul mati seorang pedagang daging beragama Islam, Alimuddin Ansari (50), pada 29 Juni tahun lalu di daerah Bazaar Tand. Ansari diserang oleh massa setelah ia dicurigai membawa daging sapi di mobilnya.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Massa menyeret Alimuddin keluar mobil, dan memukulinya sampai mati di jalan. Termasuk membakar mobilnya. Protes besar-besaran terjadi sebagai tanggapan terhadap serangan tak berkemanusiaan itu dan sebelas orang secara mengejutkan dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan. Di antara terpidana adalah seorang politikus dari partai yang berkuasa, BJP.

Mendesak pengunduran diri Jayant Sinha, pihak kongres menilai tindakannya memperkuat keyakinan bahwa BJP secara diam-diam mendukung mereka yang dituduh dan dihukum atas kejahatan berat semacam itu.

Aksi warga masyarakat India yang main hakim sendiri dengan mengklaim sebagai ‘pelindung sapi’, hewan yang dianggap suci dan sakral oleh penganut Hindu semakin marak. Banyak korbannya adalah kaum Muslim.

Baca: Ketua Partai Nasionalis Hindu India Ancam Serang Islam

Tahun 2014, dua wanita Muslim dipukuli oleh kelompok warga Hindu yang main hakim sendiri, dengan alasan korban membawa daging sapi. Tahun 2015, seorang Muslim dibunuh kelompok warga Hindu yang menuduhnya menyimpan dan mengkonsumsi daging sapi.

Perdana Menteri India Narendra Modi pernah mengatakan, 70-80% dari serangan melibatkan orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai kelompok ‘pelindung hewan sapi’.

Di India, kekerasan terhadap Muslim dan orang-orang dari kasta lebih rendah meningkat cepat. Beberapa dari kekerasan ini telah dipicu oleh pihak pemerintah, yang dikuasai Partai Nasionalis Bharatiya Janata yang berhaluan kanan-jauh yang dikenal sebagai BJP. Massa ekstrimis yang mengikuti ideologi nasionalis Hindu, Hindutva, telah mengorganisir geng-gengkekerasan dan berulang kali memusnahkan orang India dari kelompok minoritas semata-mata karena mereka dituduh menjual daging sapi, tulis therealnews.com.

Menurut therealnews, Jayant Sinha dikenal seorang kapitalis terkemuka dari keluarga elit. Pernah belajar di beberapa sekolah top di Amerika Serikat (AS), termasuk Harvard Business School dan Ivy League University of Pennsylvania. Sinha kemudian bekerja di perusahaan konsultan global bergengsi, McKinsey and Company. Kemudian menjabat sebagai direktur pelaksana dan kepala investasi untuk Omidyar Network, perusahaan investasi filantrofi yang didirikan oleh miliarder Pierre Omidyar, pendiri eBay.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alimuddin AnsariBJPHarvardHinduJayant Sinhakarangan bungaMenteri India. Muslim IndiaMuslimnasionalis Hindupedagang dagingpelindung sapiPembunuhsapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Rumania Kembalikan Proyek Masjid Agung karena Kurang Dana
Tulisan selanjutnya Petugas Haji Indonesia Diharapkan Kasih Pelayanan Lebih Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?