Hidayatullah.com– Pesantren Tahfidz Griya Qur’an Indonesia menggelar wisuda santri penghafal al-Qur’an angkatan III bertempat di Auditorium Djokosoetono, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/06/2017).
Direktur Pesantren Tahfidz Griya Qur’an, Dr Muhammad Taufik Zoelkifli dalam sambutannya mengatakan, pihaknya ingin terus berkontribusi terhadap pendidikan al-Qur’an.
Hal itu, terangnya, karena sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.
“Itu yang menjadi motivasi kami,” ujar Taufik.
Sementara itu, Direktur Al-Qur’an Center Ali Akhmadi dalam pembekalan wisuda menyampaikan, jika seseorang di dalam dadanya tidak terdapat al-Qur’an, sebetulnya orang itu laksana mayat.
“Yang ada al-Qur’an di dadanya itulah yang hidup,” ungkapnya.
Apalagi, ia berpesan, ahli al-Qur’an memiliki keutamaan tersendiri, yakni disebut sebagai keluarga Allah Subhanahu Wata’ala.
Dalam wisuda bertema “Melahirkan Generasi Sukses Bersama Al-Qur’an” itu, sebanyak 58 santri terdiri dari 31 ikhwan dan 27 akhwat dinyatakan lulus dalam pembinaan hafalan al-Qur’an selama 2 tahun.
Pesantren Tahfidz Griya Qur’an berdiri sejak tahun 2011 di sebuah rumah di kawasan Beji, Depok, berawal dari 12 santri. Saat ini, terdapat seratusan santri yang mengafalkan al-Qur’an di tempat tersebut.*