Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Apakah Mudik Kita karena Allah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Mei 2021 12:50 12:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Mei 2021 12:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | FENOMENA mudik atau pulang kampung di Indonesia setiap tahun,  khususnya di saat menjelang Idul Fitri memang sangat menarik perhatian umum. Bahkan untuk kegiatan ini, semua lapisan masyarakat.

Mulai aparat polisi, anggota TNI hingga masyarakat tertarik ikut menertibkan jalannya lalu lintas. Demikian presiden ikut turun tangan menginstruksikan jajarannya agar memberi kenyamanan bagi setiap pemudik.

TV , radio mengabarkan setiap peristiwa kepada pemirsa, kita bisa saksikan pelabuhan ramai, stasion kereta api membludak , bahkan tiket pesawat ludes. Tidak jarang kita dengar ada saja tumbal saat mudik karna tabrakan kendaran atau  kejahatan jalanan. Subhanallah.

Namun semua hal ini bukan penghalang bagi kebanyakan kaum muslimin Indonesia untuk tetap melakukannya. Setahu penulis, tidak ada peristiwa mudik paling fenomenal di dunia selain di negeri kita.

Kesalahan dalam mudik

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Seiring antusiasnya untuk pulang kampung di saat Hari Raya, namun tetap saja bisa kita dapati masih banyaknya kaum muslimin yang tidak menyadari begitu banyak yang memaksakan diri dari tanah perantauan pulang ke tanah kelahiran dengan berhutang kanan kiri padahal belum tentu bisa mengembalikannya.

Kesalahan-kesalahan lainnya adalah masih banyak kita dapati para pemudik meninggalkan sholat ketika dalam perjalanan, memamerkan kekayaan di kampung halaman,  tentu sikap tersebut di larang oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Mudik bisa bernilah ibadah jika niat kehadirannya karena Allah Subhanahu Wata’ala.

Jika dengan mudik membuat bahagia kedua orang tua, memanjangkan silaturrahim, menambah rasa kasih sesama kita dan tentunya keadaan kita juga mampu melakukannya maka mudik harus menjadi tradisi kita. Hal ini bisa termasuk dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala;

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al – Isro: 23).

Dan senada dengan sabda Rosulullah :ﷺ

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan  apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk Surga”. [dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî]

Mudik sesungguhnya

Walau dalam keadaan capek dan berpayah-payah, namun sering kita perhatian para pemudik tetap semangat, wajahnya ceria, gembira karna terbayang indahnya kampung halaman. Kenangan manis di masa kecil dan yang terpenting adalah adanya orang – orang yang dicintai, di sana ada ibu, bapak, nenek, kakek, kaka, adik dan keluarga bahkan kawan lama sewaktu kecil, hilang rasa   lelah dan letih.

Inilah gambaran mudik di dunia disiapkan dengan sungguh, mulai dari beli tiket sampai oleh – oleh buat orang terkasih, namun begitu jarang kita menyadari kampung akhirat, mudik kita yang sesungguhnya.

Mudik Rame-rame
Walau dalam keadaan capek dan berpayah-payah, namun sering kita perhatian para pemudik tetap semangat

Mudik ke kampung akherat adalah mudik yang tidak kembali lagi ke dunia tempat perantauan, mudik di dunia saja kalau kurang bekal kita was – was, khawatir bahkan gagal pulang kampung, lalu seberapa rindu kita pulang kampung akhirat?

Bilal bin Rabah RA berkata kepada istrinya yang menangis karena beliu terbaring sakit; “Jangan menangis tapi tersenyumlah karna aku akan bertemu dengan kekasihku Rasulullah ﷺ dan sahabat – sahabatku.”

Bagaimana bekal kita untuk mudik ke akhirat, seberapa banyak persiapan kita?

Abu Hurairah Radhiallahu anhu berkata ketika sakit yang mengantarkannya sampai wafat seraya meneteskan air mata. “Teramat panjang perjalananku namun teramat sedikit perbekalanku, ” katanya. Allahu Akbar sekelas Abu Hurairah Ra saja mengatakan itu.

Al -Qur’an menyebutkan :

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ

“Berbekalah kamu maka sebaiknya bekal adalah ketaqwaan. ” (QS: Baqarah: 197)

Ketaqwaan inilah sebenarnya tujuan besar dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

“Itik bukan sembarang itik,

Itik cantik berenang di tengah sawah,

Mudik bukan sembarang mudik,

Kami mudik niatnya ibadah.”*/N.Nurman Abu Hilyah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akheratibadahkampung halamanMudikPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya partai pelita din syamsuddin Din Syamsuddin: Kekuatan Oligarki Kendalikan Buzzer Melakukan Pembunuhan Karakter Figur-figur Umat Islam
Tulisan selanjutnya Tidak Berfatwa Selama Guru Masih Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?