Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Umat Islam Pakistan Berpuasa di Bawah Suhu 46 Derajat Celsius

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juni 2017 08:50 8:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juni 2017 08:50
Bagikan
Suasana sahur di mess hostel kampus IIU Islamabad, Pakistan, Ramadhan 1438 H.
Bagikan

Hidayatullah.com– Menjalani ibadah puasa di negeri orang tentu berbeda dengan apa yang kita rasakan di negeri Indonesia tercinta.

Saat ini di Pakistan sedang mengalami musim panas, dan waktu berpuasa disini sekitar 16 jam. Beda jika saat musim dingin berpuasa hanya 10 jam.

Saya merasakan puasa Ramadhan di negeri Ali Jinnah ini, tepatnya di Islamabad, sudah tiga tahun.

Di negara yang mayoritas Muslim ini, penduduknya cukup taat menjalani puasa. Khususnya di Islamabad, jarang sekali -kalau boleh dikatakan tidak pernah- saya temui orang yang tidak berpuasa, apalagi dengan terang-terangan.

Pun demikian dengan non-Muslim. Mengetahui datangnya bulan Ramadhan, mereka menjaga diri untuk tidak makan minum di depan khalayak ramai.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Tak seperti di Indonesia, saya jarang sekali temui penjual penganan menu takjil di Islamabad. Di sini, toko-toko sudah mulai tutup setengah jam sebelum azan maghrib sebagai persiapan untuk berbuka. Jangan harap untuk melobi, karena kalau sudah urusan ini mereka tidak mau tawar-menawar lagi.

Menjalani ibadah puasa di musim panas juga merupakan sebuah tantangan, khususnya bagi yang belum pernah ke sini. Selain waktu puasa yang lebih lama dibanding di Indonesia, kaum Muslimin di sini juga menghadapi hawa panas yang cukup menyengat, bahkan sampai 46 derajat celsius.

Perlu diketahui, Pakistan merupakan negara yang masih kekurangan listrik. Sehari bisa 2-3 kali listrik padam, durasinya antara 2-3 jam.

Tak heran, bagi warga kampus International Islamic University (IIU) of Islamabad, ketika listrik mati, mereka menuju ke kamar mandi untuk mandi ataupun membasahi sarung/kain, yang nantinya akan diikat di kepala sebagai pereda panas. Tentu karena alat pendingin ruangan sedang tak bisa berfungsi.

Pun demikian dengan warga sekitar, bagi mereka yang mendapat jatah kerja tentu akan lebih berat lagi.

Hari yang ditunggu-tunggu warga Indonesia di sini adalah Jumat dan Sabtu. Dimana KBRI Islamabad selalu mengadakan acara buka puasa bersama bersama seluruh warganya. Hidangan yang disajikan merupakan hidangan khas Indonesia.

Dalam momentum ini pula, kita dapat bercengkrama dengan warga sekaligus merupakan momentum untuk mempererat silaturrahmi.

Dan memang benar, bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Alhamdulillah.* Kiriman Adnin Zahir, mahasiswa BS Islamic Studies, IIU, Islamabad

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paguyuban “Pulang Jumat Kembali Ahad” Bagikan Takjil Gratis di Kereta
Tulisan selanjutnya Penyelundup Kokain Berbentuk Tas Koper Ditangkap di Shanghai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?