Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Maksimalkan Ramadhan, Keluarga Muslim Tinggalkan Televisi

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 6 Agustus 2012 10:40
Bagikan
Upaya MUI untuk melabelisasi halal-haram bagi tayangan telavisi patut didukung
Bagikan

Hidayatullah.com—Tayangan televisi pada bulan Ramadhan jauh dari nilai edukatif.  Sehingga banyak keluarga Muslim mulai meninggalkan televisi demi memaksimalkan ibadah pada bulan penuh ampunan ini.

Pernyataan ini disampaikan KH Wahfiudin Sakam, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jakarta Islamic Centre (JIC), saat berbincang dengan hidayatullah.com, Sabtu (04/08/2012) siang di Jakarta.

“Saya perhatiakan semakin banyak keluarga Muslim (khususnya pada waktu sahur) tidak mau setel televisi,” kata Kiai Wahfiudin.

Kata Kiai Wahfiudin, kaum Muslimin mulai sadar jika waktu sahur adalah waktu yang berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka semakin banyak keluarga Muslim yang memanfaatkan waktu sahurnya itu bukan untuk nonton televisi, melainkan untuk shalat dan berdoa.

“Kesadaran itu semakin tumbuh, mereka menghindari acara-acara yang sifatnya cengengesan,” tandasnya.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Kiai Wahfiudin tidak yakin jika stasiun televisi mau menayangkan acara-acara edukatif  yang dapat menjaga dan meningkatkan martabat umat Islam. Menurutnya industri televisi adalah etalase, display bagi kegiatan perdagangan bisnis. Dan yang paling dibidik itu konsumen individual, sehingga acara televisi itu sangat bergantung dengan rating.

“Oleh karena itu sulit ada tayangan keislaman di televisi yang edukatif, kontemplatif. Saya  sendiri dan keluarga jarang sekali nonton televisi,” katanya.

Beliau tak habis pikir, mengapa di Indonesia banyak sekali tayangan-tayangan televisi yang dapat merusak martabat masyarakat Indonesia yang menjunjung nilai-nilai ketimuran. Padahal di negara mana pun proteksi nilai-nilai martabat masyarakat benar-benar dijaga.

“Orang Amerika pun tidak mau nilai-nilai keamerikaannya dirusak  oleh tayangan televisi,” jelasnya.

Untuk itu, Kiai Wahfiudin sangat mendukung rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberi label halal atau haram bagi tayangan televisi.

“Harus diupayakan, supaya setiap Muslim yang merupakan mayoritas di negeri ini punya respek. Kita jangan tunduk oleh pemilik kekuatan modal,” tutupnya. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Canangkan Bangun Kios Umat di Seluruh Cabang
Tulisan selanjutnya Larangan Memakai Jilbab di Sekolah Filipina Timbulkan Kontroversi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Berita
5 September 2026 14:50
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?