Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Pemulung Itu Memilih Bayar Zakat daripada Beli Baju Lebaran

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 Agustus 2012 20:47
Bagikan
Edi & Erna Pasangan Pemulung Yang Tetap Istiqomah Berpuasa Ramadhan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meski bulan Ramadhan telah dibuka pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, toh hasil didikan syetan tetap melekat pada perilaku banyak orang. Jum’at (10/08/2012) dini hari,  di saat memasuki 10 hari terakhir di mana malam Lailatur Qadar menjanjikan banyak kemuliaan dan ampunan, justru banyak orang menghabiskan waktunya  dengan sia-sia.

Perilaku hedonis pemuda metropolitan masih terlihat. Sebut saja; balapan motor liar, nongkrong sampai pagi, berpacaran di atas motor di pojok-pojok kota di malam gelap juga masih bisa ditemukan.

Yang menarik, sepanjang jalur mulai dari depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang hingga Stasiun Senen terdapat pemandangan berbeda. Mereka itulah yang sering disebut “manusia gerobak”.

Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang menghabiskan hidupnya dengan mencari barang bekas (memulung). Di saat orang tengah terlelap di malam hari, mereka justru baru keluar setelah matahari beristirahat dari tugasnya menyinari bumi.

Seperti Ade Sulaiman (32), seorang kepala rumah tangga telah melakoni ini hidup ini selama 5 tahun lebih. Bersama sang Istri, Ernawati (37) mereka berdua menjalani pertarungan hidup bersama satu gerobak berwarna merah. Sekalipun menarik gerobak, orangtua yang sudah memiliki 4 orang anak ini tidak pernah meninggalkan ibadah puasanya selama Ramadhan.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

“Alhamdulillah mas, puasa jalan terus. Meski penghasilan segini aja tapi ibadah puasa jalan terus,” jelas Erna kepada hidayatullah.com.

Berbeda dengan yang lain. Bagi mereka, pekerja memulung di bulan Ramadhan justru sepi. Bahkan harga-harga barang bekas di bandar pemulung turun.Harga kardus contohnya, biasanya Rp. 1600/kg, di bulan ramadhan ini turun menjadi Rp.1000/kg. Gelas plastik yang biasanya Rp.7000/kg di bulan Ramadhan menjadi Rp.4000/kg.

Tapi bagi Ade, hidup di atas gerobak tak bisa selamanya jadi andalan.  Karenanya, ia mulai memberanikan diri mengambil kontrakan rumah petakan dibilangan Manggarai. Sejak mereka melabuh cinta di Depok sekitar 7 tahun yang lalu, ade sadar, anak-anak harus tetap mendapatkan hidup yang lebih baik. Sang istripun mulai menawarkan jasa cuci baju di sekitar Manggarai.

“Ya sejak istri juga bantu-bantu nyuci, lumayan ada pemasukan tambahan buat keluarga,” jelas Ade kepada hidayatullah.com di atas trotoar jalan Matraman, tepat di depan toko pusat Gramedia.

Bagi Ade, bekerja memulung tidaklah seperti pegawa negeri sipil (PNS) yang telah jelas penghasilannya dalam sebulan. Bekerja di jalanan tergantung kemauan. Jika mau keluar untuk bekerja ya mendapat penghasilan, jika tidak ya siap-siap saja tak mendapat rezeki.

Menurutnya, jika sedang ramai, dalam satu hari Ade bisa mendapatkan Rp. 200.000. Namun jika sepi barang bekas. Ade mengaku pernah merasakan selama satu minggu cuma dapat Rp. 40.000. Namun dari ketekunan dan kemauan pasangan Ade dan Erna untuk tetap ingin memperbaiki kehidupannya, maka salah satu usahanya tersebut, mereka berdua telah menyekolahkan anak sulungnya di sebuah Taman Kanak-Kanak.

“Hidup saya sudah seperti ini, anak-anak harus lebih baik dari orangtuanya kelak,” jelas Ade mengenang ketika dia harus berhenti sekolah saat masih di bangku sekolah dasar karena ketidakmampuan orangtuanya membiayai.

Bayar Zakat

Di belakang gerobak, terlihat kedua anaknya sedang pulas tertidur. Sementara satunya lagi di depan gerobak bermain-main dengan sang Ayah. Sedang anak yang terbungsu berada di pangkuan sang ibu karena badannya agak panas. Terlihat ada bisul di punggungnya sebesar kepalan tangan yang belum sembuh.

Ade mengaku dirinya masih minim dalam agama. Menurutnya, tak ada makna istimewa tentang perayaan Idul Fitri di hati mereka. Sebab baginya, berpuasa sebulan penuh saja sudah lebih dari cukup.

Ketika ditanya mengenai baju baru di hari raya untuk anak-anak, Ade pun tersenyum.

“Alhamdulillah anak-anak selalu nurut sama orangtuanya, daripada membeli baju baru, lebih baik uangnya saya pakai bayar zakat aja mas, masih banyak orang yang hidupnya lebih susah dari saya,” jelasnya kepada hidayatullah.com.

Dengan penampilannya yang masih lusuh, Ade dan Erna kemudian berlalu untuk terus melanjutkan perjalanan malamnya, berharap ada barang bekas yang bisa dibawa pulang.

Hari ini, bertambah lagi pelajaran kita tentang arti dan makna hidup dari seorang pemulung. Ia menolak membatalkan puasa di tengah kesulitan hidup dan ia yang seharusnya berhak mendapatkan zakat, justru memilih berkorban  untuk Muslim lain yang lebih membutuhkan dengan tetap membayar zakat.

Ya Rabbi,  semoga Engkau terus menyertainya dan tak ada lagi nikmatMu yang kami dustakan dalam hidup kami.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lab Swiss Mau Bantu Usut Kematian Arafat dengan Syarat
Tulisan selanjutnya Facebook Sediakan Game Judi Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?