Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Tahun Baru Hijriah 1435 H, Momentum Perubahan Peta Politik Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2013 13:02 1:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2013 13:02
Bagikan
puasa muharram
perubahan sistem adalah kontekstualisasi hijrah masa kini
Bagikan

PERLU  dipahami Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassalam beserta kaum Muhajirin, hijrah dari Mekah ke Madinah bukan dalam rangka eksodus atau pelarian diri dari siksaan dan kejaran kaum Quraisy kala itu, namun murni karena perintah Allah Subhanahu Wata’ala. Karenanya Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassalam pernah bersabda:

 “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang terbaik, dan aku mencintai bumi Allah kerana Allah, jika tidak karena aku dikeluarkan dari Makkah (diperintahkan untuk berhijrah), niscaya aku tidak akan keluar dari bumi ini.” (HR. Ahmad, no. 17966, dan At-Tirmidzi, no. 3860, lihat juga Penjelasan hadits ini dalam Tuhfah al-Ahwadzi).

Makna hijrah Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam sebenarnya lebih bermuatan politik, dengan ujung perjalanan menerapkan Islam secara menyeluruh dengan tegaknya sebuah negara (Daulah Islam), hal ini sesuai informasi Sirah Nabawiyah secara mutawatir historis. Bahkan seorang penulis Katolik berkebangsaan Inggris, Jhon Austin berkata: “Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, Beliau sudah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia. (Muhammad the Prophet of Allah, in T.P.’s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927).

Dengan demikian makna dibalik hijrah Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam adalah perubahan peta politik baik dalam negeri maupun luar negeri. Artinya kaum muslim tidak boleh menjadikan momen peringatan hijrah, hanya sebagai seremonial belaka, namun mesti memiliki efek signifikan dalam perubahan kondisi negeri yang mayoritas berpenduduk muslim ini, dari kondisi yang rusak menjadi kondisi yang Islami. Lalu jika memang sepakat dengan konteks ini, bagaimana cara mewujudkannya?

Pertama, melakukan edukasi atau penyadaran tentang kondisi kerusakan yang ada di negeri ini, hal ini tidak dimaksudkan menyerang individu tertentu, namun dimaksudkan agar umat memahami bahwa terdapat kerusakan yang terjadi sehingga mendorong mereka untuk memperbaikinya secara revolusioner, tidak parsial. Misal, masalah korupsi, kerusakan moral, birokrasi buruk, kezhaliman yang menimpa umat dan lain sebagainya. Semua diselesaikan mesti secara integral dan revolusioner.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Kedua, menyiapkan konsep atau sistem pengganti bagi sistem yang sudah diketahui secara nyata rusak dan mesti diganti.

Konsep atau sistem pengganti ini mesti digali berdasarkan istinbath dan istidlal yang sesuai Syariah. Ketika pemerintahan bersistem non Islam rusak, maka disiapkanlah konsep sistem pemerintahan Islam, yang mana dijelaskan di sana mampu membawa kepada kehidupan sesuai Islam dan mendapat keridha’an Allah Subhanahu Wata’ala.

Ingat bahwa perubahan sistem adalah kontekstualisasi hijrah masa kini, karena hijrah didefinisikan para ulama dengan keluar dari darul kufur menuju darul Islam, yakni keluar dari kondisi kekufuran dan menuju wilayah yang diterapkan Islam secara komprehensif disana.

Ketiga, melakukan gerakan secara terorganisir bersama kelompok atau kutlah (partai) dakwah yang hakiki memperjuangkan Islam dan ber-Ideologi Islam. Sehingga energi umat Islam bisa fokus dalam dua hal sebelumnya, sembari terus menciptakan kader-kader dakwah Ideologis sejati, yang jiwa dan raganya hanya demi Islam dan kemuliaan umat Islam. Sembari berhati-hati agar terus konsisten dengan ideologinya, mesti ada yang menawari dengan harta, tahta dan jabatan.

InsyaAllah dengan tiga hal tersebut perubahan peta politik umat Islam, yang asalnya selalu berpihak kepada musuh Islam, akhirnya berpihak kepada Islam. Setelah ketiga hal tadi dilakukan secara maksimal, dengan izin Allah, selanjutnya secara logis umat pasti akan memihak Islam dan mau memberikan kekuasaanya kepada Ideologi Islam, yang kelak akan dikristalkan menjadi entitas pelaksana pemikiran dalam bentuk Daulah Khilafah Islamiyyah. Wallahu A’lam.*

Yan S. Prasetiadi

Purwakarta 14 November 2013

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Luncurkan TVmu, Muhammadiyah Optimis Kelak Jadi Televisi Analog
Tulisan selanjutnya Tak Dapat Izin Aparat, Perayaan Asyuro Syiah di Bandung pindah ke Mutahhari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?