Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Dengan “Pribumi”, Anies Memancing Keluar Mereka yang Mencederai Demokrasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2017 11:00 11:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2017 10:45
Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato politik perdananya di Balai Kota, ditemani istrinya, Fery Farhati Ganis, Senin malam (16/10/2017).
Bagikan

DENGAN memajaskan kata “rakyat” menggunakan istilah “pribumi”, Bapak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah cerdas dan cerdik memancing keluar mereka yang suka mencederai demokrasi, penghisap darah rakyat, pengkhianat NKRI.

Saya katakan mereka mencederai demokrasi, karena mereka begitu marah dengan istilah “pribumi”.

Padahal kalimat Bapak Gubernur rada panjangnya kurang lebih: “Ratusan tahun Kolonial menjajah pribumi. Kini pribumi telah merdeka. Dan sebagai wujud merdeka, maka saatnya pribumi menjadi tuan di negeri sendiri.”

Bukankah demokrasi memberi ruang kebebasan kepada setiap individu/kelompok untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk pribumi?

Mereka tidak marah pada kalimat “Kolonial menjajah pribumi”. Melainkan marah pada kalimat “Saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri!”

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Mereka begitu marah pada kata pribumi menjadi tuan di negeri sendiri…

Padahal amanat demokrasi menyatakan, bahwa rakyat adalah pemilik mandat tertinggi dalam sebuah kepemimpinan.

Siapapun yang ingin menduduki kursi kepemimpinan, harus mengemis suara rakyat. Rakyat mayoritas penyumbang suara dalam setiap pesta demokrasi adalah pribumi. Sehingga kata “pribumi” dalam pidato Gubernur DKI adalah majas atau kata sifat. Kolonial sering menggunakan kata “pribumi” untuk menyebut rakyat/pejuang/mujahid.

Pemimpin yang cerdas (Pak Anies) sadar, bahwa tampuk kepemimpinan yang diembannya adalah amanat rakyat (pribumi). Sehingga sudah seharusnya, pemimpin menjadikan pribumi sang penyumbang suara yang menghantarnya pada tampuk pimpinan dituankan bukan ditinggalkan.

Menolak aktualisasi teori ini, jelas mencederai demokrasi. Atau memang tak paham sistem demokrasi?

Baca: Pidato Gubernur Anies: Pribumi Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri 

Pak Gubernur DKI Jakarta cerdas dengan statemen “saatnya pribumi menjadi tuan di negeri sendiri”. Yang disambung dengan alinea “akan dihidupkan kembali ruang-ruang musyawarah”.

Beliau paham demokrasi. Bahwa koalisi terbaik adalah bersama rakyat -sebagai bagian dari tawakal kepada Allah- bukan semata-mata dengan ring satu pemda, legislatif dan yudikatif, minus rakyat.

Apalagi ramai beredar “skenario menjegal kepemimpinan Anies- Sandi”. Itu artinya, jika benar oknum ring satu pemda, oknum legislatif dan oknum yudikatif bersekutu dalam makar (na’udzubillahi mindzalik) menjegal program Gubernur. Maka Gubernur sudah menginformasikan, bahwa rakyat harus berkoalisi penuh, supaya Gubernur bisa menjalankan programnya.

Pak Anies membahasakan “ancaman ” yang mungkin terjadi, dengan kalimat apik. “SAATNYA PRIBUMI MENJADI TUAN RUMAH”.

Artinya mari rakyat (notabenenya mayoritas pribumi baik yang kemarin memilih atau tidak memilih Anies-Sandi) yang ingin maju kotanya, bahagia warganya, saatnya berkoalisi penuh dengan Gubernur untuk mewujudkan program.

Atas nama dan bersama rakyat, maka pengkhianat amanat tidak berkutik. Bravo Jakarta!!!

Ferry Is Mirza DM | Wartawan Senior Jawa Pos

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanAnies Rasyid BaswedanAnies-SandidemokrasiDKI JakartaGubernur DKI Jakartakemerdekaan IndonesiakolonialismeNKRIpemimpin baru Jakartapenjajahanpidato Aniespribumirakyatrakyat Indonesiatuan rumah di negeri sendiriwarga Jakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih dari 6.000 Pengungsi Suriah Tak Kembali ke Turki Usai Idul Adha
Tulisan selanjutnya Turki Memulai Operasi Udara dan Tutup Perbatasan di Iraq Utara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?