Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Gurita Liberalis di Kampus UIN Jakarta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 September 2014 12:04 12:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 September 2014 07:57
Bagikan
Aktivis Formaci Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam sebua acara
Bagikan

MARAKNYA gerakan Islam liberal di kampus Uiniversitas Islam Negeri (UIN) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Pasalnya, sudah banyak tokoh-tokoh liberal di tanah air yang berasal dari kampus yang terletak di bilangan Ciputat ini. Selain itu, setidaknya, terdapat tiga hal yang menyebabkan orang melabeli UIN Jakarta sebagai sarang liberal, yakni: (1) adanya figur Harun Nasution, (2) adanya lembaga Formaci, dan (3) dan berbagai seminar-seminar yang ujungnya bernuansa kampanye paham liberal.

Prof Dr Harun Nasution

Harun Nasution merupakan salah seorang guru besar yang cukup lama menimba ilmu dan mengajar di UIN Jakarta. Tidaklah mengherankan jika namanya sudah dikenal luas oleh para mahasiswa UIN Jakarta. Karya-karya tulisanya banyak yang dijadikan referensi utama oleh sarjana-sarjana UIN Jakarta, khususnya di jurusan-jurusan agama. Selain itu, buku-buku karya Harun Nasution ini juga menjadi buku wajib dalam kurikulum di hampir semua program studi yang ada di UIN Jakarta. Salah satu buku Harun Nasution yang terkenal adalah Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya.

Sangat disayangkan, buku karya guru besar yang namanya dijadikan nama Auditorium Utama di UIN Jakarta ini justru sudah banyak menerima kritik dan bantahan. Bahkan,  bantahan terkenal atas buku Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya ini dibuat oleh guru Harun Nasution sendiri, yakni H.M Rasjidi.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

H. M Rasjidi berusaha mengungkap berbagai kerancuan pokok pikiran dalam karya-karya Harun melalui bukunya yang berjudul Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution, Tentang “Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya”. Dalam buku itu, Rasjidi menilai bahwa pikiran-pikiran Harun tentang Islam sangatlah berbahaya. Anehnya, walaupun buku Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya ini sudah banyak kritikannya, tetap saja buku yang dicetak ke dalam dua jilid ini masih dipakai oleh sebagian besar dosen. Dari sini terlihat jelas bahwa UIN Jakarta ingin tetap melestarikan pemikiran-pemikiran Harun Nasution dan menularkannya pada mahasiswa-mahasiswa UIN Jakarta.

Mahasiswa-mahasiswa Baru

Walaupun merupakan universitas berlabel Islam, UIN Jakarta saat ini sudah banyak membuka jurusan-jurusan umum yang sudah terakreditasi cukup baik.  Hal ini membuat banyak siswa-siswi SMA yang baru lulus tertarik untuk mendaftarkan diri pada jurusan-jurusan umum yang tersebut. Dampaknya, UIN Jakarta saat ini tidak hanya diisi oleh lulusan-lulusan pesantren atau Madrasah Aliyah, namun juga lulusan SMA yang cukup banyak.

Dengan pluralnya latar belakang pendidikan mahasiswa-mahasiswa baru ini, otomatis suasana lingkungan kampus pun semakin beragam. Perlu diketahui bahwa UIN Jakarta menerapkan kurikulum yang mewajibkan adanya matakuliah agama seperti filsafat, pengantar studi Islam dan lain sebagainya disemua jurusan. Yang dikhawatirkan adalah mahasiswa-mahasiswa baru dari SMA yang memang sebelumnya belum terlalu faham dengan pelajaran-pelajaran agama akan mudah terpengaruh atau mudah menerima ilmu dari dosen dan buku-buku yang ada di UIN Jakarta. Di sisi lain, tidak tertutup pula kemungkinan lulusan-lulusan pesantren dan Madrasah Aliyah lainnya juga terpengaruh dengan dosen-dosen lulusan universitas Barat dan buku-buku karangan para orientalis yang terdapat di UIN Jakarta.

Seminar-seminar Liberal

Seminar-seminar yang mengundang tokoh-tokoh liberal seperti Ulil Abshar Abdalla dan Zuhairi Misrawi tak jarang diselenggarakan oleh beberapa program studi di UIN Jakarta. Dengan tema yang cukup beragam dan kerap dianggap baru oleh sebagian orang, seminar-seminar yang diisi oleh tokoh-tokoh liberal ini hampir tak pernah sepi. Alhasil, doktrin liberal dapat dengan mudah disebarluaskan.

Tiga hal diatas adalah beberapa faktor utama di balik mengguritanya pemikiran liberal pada UIN Jakarta. Di UIN Jakarta, penumbuhan benih-benih pemikiran Islam liberal pada mahasiswanya relatif mudah dilakukan. Meski demikian, seiring dengan masifnya gerakan liberal, UIN Jakarta juga tak sepi dari gerakan-gerakan keislaman yang sangat menentang pemikiran para pengikut orientalis itu. Sebut saja LDK Syahid, ITJ Subchapter UIN Jakarta, dan gerakan-gerakan keislaman lainnya yang terus bergerak untuk melawan arus liberalisasi di kampus ini.*

Pengirim

Zalqornaen Ramdhana S. Gufron (tinggal di Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JILUIN
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantah Atheis, Dr. Said Faudah: Ketahui Dulu Kebenaran
Tulisan selanjutnya Pemimpin Aliran Sesat Malaysia Diduga Lari ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?