INSYAAllah, pada 6 dan 7 Maret mendatang Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT KLB OKI). KTT OKI ini akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. OKI adalah Organisasi Konferensi Islam yang beranggota 57 negara, salah satunya Indonesia.
Masalah Palestina dan Israel, akan jadi agenda utama yang bakal dibahas pada konferenasi kali ini. Sebagaimana dilansir berbagai media, setidaknya ada enam isu vital tentang persoalan Palestina dan Israel.
Palestina-Israel bakal jadi isu pertama yang akan dibahas dengan mendasarkan penetapan perbatasan yang awalnya sudah pernah ditetapkan Partition Plan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1947 silam.
Isu kedua berkaitan dengan pengungsi. Setidaknya sekitar empat juta warga Palestina terpaksa hidup di luar wilayah Palestina, di mana isu ini juga berhubungan dengan isu ketiga, yakni status resmi Yerusalem.
Sejak pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel pada 1967, Kota Yerusalem diklaim Israel sebagai Ibu Kota mereka. Hingga kini, tercatat hampir 37 persen populasi Yerusalem yang dikuasai Israel, tak lain adalah warga Palestina.
Isu berikutnya (keempat) yang akan didiskusikan puluhan anggota OKI nantinya, adalah kondisi kehidupan warga Palestina, terutama yang berada di wilayah timur.
Catatan Kementerian Luar Negeri RI menjabarkan, 75 persen warga Palestina di kawasan timur, hidup di bawah garis kemiskinan. Isu ini juga akan berkaitan dengan isu kelima, yakni akses terhadap kebutuhan akan air bersih.
Last but not least, isu keenam akan menyinggung perihal keamanan di antara kedua negara (Palestina dan Israel), terutama menyangkut Masjidil Aqsa di Yerusalem.
OKI menginginkan agar para warga muslim di Yerusalem, punya akses yang bebas soal Masjidil Aqsa, salah satu situs “keramat” selain Kabah di Mekah (Arab Saudi) bagi umat muslim dunia.*