Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Mungkinkan Mahmoud Abbas Diganti?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2016 08:00 8:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2016 08:00
Bagikan
Mahmoud Abbas berada di barisan depan saat pemakaman Shimon Peres
Bagikan

Hidayatullah.com–Minggu depan kelompok Fatah  akan mengadakan kongres partai yang pertama dalam tujuh tahun. Kongres menentukan apakah Mahmoud Abbas masih berkuasa atau tidak.

Kongres diharapkan merombak komite pusat serta memberi  perubahan-perubahan politik jangka panjang.

Meski Mahmoud Abbas (81 tahun), telah berkuasa memimpin Fatah dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), kongres kemungkinan menyebabkan  ada orang berpotensi menjadi pemimpin menggantikannya.

Gerakan Nasional Pembebasan Palestina (Fatah), sebuah partai politik di Palestina yang didirikan pada tahun 1958.  Fatah secara teknis bukan merupakan partai politik, namun faksi terbesar dalam PLO.

Pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, kemungkinan besar terjadi perubahan terkait Palestina.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

“Ini sangat penting, kongres yang penting bagi Fatah untuk merestrukturisasi gerakan dan memperbaharui kewajaran tampuk kepemimpinan,” kata Jibril Rajoub, mantan Kepala Dinas Keamanan dan Intelijen Palestina di Tepi Barat yang juga akan bertanding untuk terpilih kembali.

“Periode berikutnya adalah bagaimana kami mengatur ulang seluruh sistem politik,” ujarnya dikutip Reuters di kantornya di Ramallah, di mana para anggota partai itu berkumpul pada minggu ini.

Para pejabat organisasi yang kebijakannya banyak membela Israel dan Amerika ini mengatakan, pertemuan Ramallah yang dimulai pada 29 November 2016 akan berlangsung selama tiga atau empat hari, akan mengatur posisi Mahmoud Abbas.

Puluhan nama baru akan dilantik ke dalam komite dengan 21 anggota, yang akan menentukan agenda partai.

“Saya mengharapkan kepemimpinan yang wajar apakah badan pertama, komite pusat atau badan kedua, Dewan Revolusi.

Muhammadiyah Mengapa ke Fatah, Bukan Rakyat Gaza?

“Saya berharap untuk melihat keragaman yang bersesuaian antara mereka yang kini memimpin badan dengan generasi baru, para perwakilan badan yang baru,” kata Nasser al-Qudwa, anak saudara lelaki Yasser Arafat.

Al Qudwa bergabung Fatah tahun 1969, menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Palestina tahun 1974, menjadi duta Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama 14 tahun dan pengurus pusat  Fatah.

Keputusan paling penting itu akan dibuat dalam waktu beberapa hari setelah kongres, di mana pengurus pusat yang baru akan berkumpul menunjuk seorang wakil untuk Mahmoud Abbas di kalangan anggotanya.

Pemimpin Baru

Para pejabat Palestina sebelum ini berulang-kali menyebut empat nama yang mungkin menjabat ; Qudwa, Rajoub, Tawfiq Tirawi, mantan Kepala Intelijen dan Mahmoud al-Aloul, mantan Gubernur Nablus, Tepi Barat.

Beberapa warga Palestina di Ramallah mengatakan mereka berharap keputusan kongres dapat membantu wilayah itu. Selain itu ada juga rencana untuk acara nasional Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya sejak 20 tahun.

Namun sinyal dari pejabat Palestina mengatakan, Mahmoud Abbas masih akan terus memegang posisinya sekarang.

Masalahnya, keberadaan organisasi ini selama ini dianggap lebih cenderung menjadi suara Amerika Serikat (AS) dan Israel, bukan suara rakyatnya sendiri.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FatahGerakan Nasional Pembebasan PalestinaHAMASisraelMahmoud AbbasPLO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KJRI Jeddah Gelar Pertemuan dengan Masyarakat Indonesia di Madinah
Tulisan selanjutnya Media dan Upaya Membangun Rasa Takut [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?