Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Ada Sesuatu yang Busuk dalam “Negara” Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2018 21:21 9:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2018 18:23
Bagikan
Foto remaja Palestina 16 tahun, Fawzi al-Junaidi viral di media sosial. Matanya ditutup kain layaknya penjahat berbahaya dan dikelilingi lebih dari 20 tentara Israel yang menenteng senjata.
Bagikan

Oleh: Yossi Mekelberg

 

RIBUAN warga Israel telah turun ke jalan di akhir setiap hari Sabat Yahudi selama dua bulan terakhir untuk memprotes meluasnya korupsi pemerintah. Telah ada arus konstan laporan media tentang penyelidikan polisi terhadap politisi yang mengambil keuntungan dari kedudukan mereka untuk memperkaya diri mereka sendiri.

Ini adalah fenomena yang meluas yang melanda sebagian besar sistem politik (“negara” itu), mulai dari perdana menteri, beberapa menteri negara, anggota Knesset, hingga para wali kota. Tak satu hari pun berlalu tanpa ada berita baru tentang kesalahan penggunaan kekuasaan politik demi meraih keuntungan finansial dan keuntungan lainnya. Besarnya wabah fenomena ini membuat warga Israel bertanya-tanya apakah polisi memiliki waktu untuk menangani masalah-masalah lainnya, dan lebih buruk lagi, bertanya: Bagaimana dengan masyarakat Israel dan masa depannya? Korupsi dan pemerintahan yang buruk mengancam kesejahteraan  dan kelangsungan hidup jangka panjang warga Israel.

Sepanjang sejarahnya yang singkat, sistem politik Israel tidak asing dengan korupsi; Namun, fenomena destruktif ini telah mengumpulkan momentum belakangan ini. Dalam dekade terakhir seorang mantan perdana menteri, mantan menteri dalam negeri, mantan menteri Keuangan dan Kesehatan, serta sejumlah wali kota, telah diberi hukuman penjara bertahun-tahun karena menerima suap; puncak dari semua kasus ini, seorang mantan presiden telah dihukum karena perkosaan dan kejahatan seks lainnya.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Tingkat kemuakan yang diungkapkan warga biasa terhadap perilaku para pegawai negeri, yang dipilih atau ditunjuk, telah mencapai tingkat tinggi yang baru, yang menjelaskan demonstrasi besar tersebut. Pertemuan semacam itu belum pernah terlihat sejak 2011, ketika ratusan ribu orang berkemah di jalanan untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan kurangnya akomodasi yang terjangkau, sementara korupsi semakin meluas.

Baca: 12 Rahasia Kejahatan Yahudi dalam Kitab Suci

Daftar teratas kasus korupsi adalah opera sabun yang telah berjalan lama yang dikenal sebagai keluarga Netanyahu. Perdana menteri sendiri terlibat dalam apa yang diduga polisi sebagai perilaku korup dalam setidaknya dua kasus utama, dan dua kasus yang terjadi pada orang-orang di sekelilingnya. Bahkan jika penyelidikan mungkin tidak pernah sesuai dengan dakwaan – walaupun ada indikasi kuat bahwa mereka akan – membawa “hadiah” senilai ratusan ribu shekel Israel dalam bentuk cerutu, sampanye, dan perhiasan mahal dari teman-teman yang kebetulan memiliki kepentingan ekonomi di negara ini sebagai suatu perilaku yang tidak bermoral dan tidak pantas bagi seorang pemimpin terpilih.

Satu hal yang sama buruk dan tidak pantas adalah pembicaraan Perdana Menteri Netanyahu dengan penerbit surat kabar terkemuka yang menawarkan pertukaran bantuan politik untuk keuntungan ekonomi. Ini adalah tanda seorang pemimpin yang telah terlalu lama berkuasa dan menyalahgunakannya untuk mendukung gaya hidup hedonistik dirinya dan keluarganya.

Ada hal yang lebih dari sekadar menghilangkan perasaan dihakimi, disertai dengan perasaan yang kuat berhak mendapatkan keistimewaan. Tidak bisakah dia membeli cerutu dan sampanye sendiri, jika hanya untuk menghindari risiko pembongkaran publik terhadap perilaku semacam ini? Tapi bukan hanya Netanyahu. Juga istrinya Sara, yang terus-menerus menjadi berita utama yang menganiaya karyawan yang bekerja untuk Netanyahu, dan perilaku anak sulung mereka, Yair, yang jadi sumber perhatian.

Baca: Bani Israel, Ahlul Kitab, Yahudi dan Zionis

Dalam sebuah rekaman yang baru-baru ini terungkap, anak Netanyahu itu terdengar meminta seorang temannya – yang kebetulan adalah anak seorang konglomerat gas – uang tunai untuk membayar uang masuk klub tari telanjang, menyiratkan bahwa itu adalah sebuah bantuan kecil dibandingkan dengan dugaan manfaatnya senilai miliaran dari bantuan Netanyahu dalam mengamankan kesepakatan proyek gas. Para pemrotes di jalanan merasa muak pada bahasa yang digunakan Yair tentang wanita itu seperti yang terdengar dalam rekaman tersebut, dan juga oleh fakta bahwa dia menghabiskan waktunya di malam hari dengan sopirnya yang dibiayai oleh para pembayar pajak, termasuk biaya pengawalnya. Apa yang dia katakan ketika mabuk membutuhkan penyelidikan polisi yang mendalam.

Hal ini juga menjadi rasa malu nasional untuk melihat rutinitas para penyidik ​​polisi yang memasuki kediaman resmi perdana menteri untuk menanyainya tentang dugaan pemberian dan permintaan suap, dan penyalahgunaan dana publik. Bagi para pemrotes, pihaknya telah mengajukan pertanyaan besar mengenai kelayakannya untuk terus memerintah.

Namun, bukan hanya perdana menteri tapi orang-orang di sekitarnya, termasuk pengacaranya, yang diduga telah menerima suap dalam sebuah kesepakatan untuk membeli kapal selam dari Jerman, sebuah kesepakatan yang berakhir dengan Israel membeli kapal selam lebih banyak, dengan biaya yang sangat besar, daripada kebutuhan strategisnya. Selain itu, David Bitan, pembantu Netanyahu di Knessest dan rekan dekatnya, telah diinterogasi oleh polisi karena dicurigai melakukan penyuapan, pencucian uang, penipuan dan pelanggaran kepercayaan selama masa jabatannya sebagai wakil walikota Rishon Letzion, sebuah kota di dekat Tel Aviv.

Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, Bitan sendiri, sebelum dia dipaksa mengundurkan diri sebagai legislator dalam pemerintahan koalisi, mendorong undang-undang yang melarang polisi membuat rekomendasi ke jaksa agung untuk menentukan apakah akan mendakwa pada akhir penyidikan atas para pejabat tertinggi.

Ini bukan kasus terpisah yang telah membawa orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi, tapi akumulasi kejadian semacam itu yang membuat kesan sistem politik yang membusuk ke intinya. Ketika rakyat kebanyakan bekerja keras, dan merasa semakin sulit untuk membayar uang sewa dan memenuhi kebutuhan, para elit politik dan bisnis skala kecil menikmati standar kehidupan yang sangat tinggi dan dengan senang saling menjaga satu sama lain.

Netanyahu menyampaikan pesan tentang masalah ini dengan satu-satunya cara yang dia tahu – menyangkal adanya masalah tersebut, dan menuduh media dan partai sayap kiri melakukan perburuan layaknya penyihir. Lebih dari itu, dia menghabiskan lebih banyak dan lebih banyak lagi waktu untuk bepergian ke luar negeri, untuk menghindari polisi sementara dia mempermainkan pernyataannya. Dalam keberaniannya, garis pertahanan terakhirnya adalah menyampaikan pesan diam-diam bahwa di balik semua kesalahan pribadinya, Israel tidak memiliki pemimpin yang lebih baik yang dapat menjamin keamanan dan kemakmurannya. Kini sudah saatnya muncul pemimpin alternatif untuk membuktikan dirinya bersalah.*

Penulis profesor hubungan internasional di Regent’s University London, kepala Program Hubungan Internasional  juga merupakan anggota Program MENA di Chatham House. Kontributor reguler untuk media cetak dan elektronik internasional. Diterjemahkan Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisBenyamin NetanyahuisraelKorupsipalestinapenjajahyahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sering Dipolisikan, Ade Armando Mengaku Tak Kapok
Tulisan selanjutnya ‘100 Hari Kerja Anies-Sandi Mengecewakan Kaum Pesimis’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?