Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Turki Pernah Pindahkan Cadangan Emas 220 Ton dari Bank Federal AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2018 17:31 5:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2018 17:31
Bagikan
Bagikan

Dalam sebuah langkah keuangan bersejarah Bank Sentral Turki telah memindahkan cadangan emasnya yang disimpan di Federal Reserve AS ke Turki, media Turki melaporkan pada 19 April 2018, mengutip sumber di pemerintahan.

Jumlah total cadangan emas Bank Sentral Turki yang disimpan di AS berjumlah 220 ton. Bank-bank Turki lain, seperti Ziraat dan Vakifbank, juga telah memindahkan cadangan emas berjumlah 95 ton dari AS ke Turki.

Cadangan emas Bank Sentral Turki bernilai hingga $25,3 miliar pada bulan Maret 2018.

Negara Turki kini berada di peringkat ke 11 dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar di dunia dan melepaskan diri dari ketergantungan US$ dolar. Peluncuran Petroyun China membuat terbentuknya pasar perdagangan baru.

Baca: Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China 

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, “Mengapa kita membuat semua peminjaman dalam bentuk US$ dolar? Mari gunakan mata uang lain. Saya menyarankan pinjaman harus dibuat berdasarkan emas. Dengan dolar dunia selalu di bawah tekanan nilai tukar. Kita harus menyelamatkan negara dan bangsa dari tekanan nilai tukar ini. Sepanjang sejarah emas tidak pernah menjadi alat penindasan “.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Sebelumnya Reuters melaporkan bahwa: “Iran beralih dari dolar ke euro untuk pelaporan mata uang resmi. Iran akan mulai melaporkan jumlah mata uang asing dalam bentuk euro daripada dolar AS, media resmi pemerintah mengatakan pada Rabu senagai bagian dsri upaya negara itu mengurangi ketergantungan pada mata uang AS karena ketegangan dengan Washington.

Kebijakan baru itu dapat mendorong perusahaan dan badan pemerintah yang berhubungan dengan negara untuk meningkatkan penggunaan euro dengan mengorbankan dolar. Gubernur bank sentral Valiollah Seif mengatakan minggu lalu bahwa Pemimpin Tertinggi Syiah Ayatollah Ali Khamenei menyambut sarannya untuk mengganti dolar dengan euro dalam perdagangan internasional, karena “dolar tidak punya tempat dalam transaksi kita hari ini”.

Selama bertahun-tahun Teheran telah mencoba melepaskan diri dari dolar, meskipun banyak perdagangan internasional negara itu masih melakukannya dalam dolar dan rakyat biasa Iran menggunakannya untuk bepergian dan penyimpanan.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan keluar dari kesepakatan nuklir 2015 yang Iran buat dengan negara-negara besar kecuali direvisi. Sanksi AS akan terus berlanjut kecuali Trump mengeluarkan “keringanan” baru untuk menangguhkannya pada 12 Mei.

Transaksi-transaksi bank melibatkan dolar sudah cukup menyulitkan Iran karena resiko hukum membuat bank-bank AS tidak mau berbisnis dengan Teheran. Perusahaan asing dapat terkena sanksi jika mereka melakukan transaksi Iran dalam dolar, bahkan jika operasi tersebut melibatkan cabang-cabang non-AS.

Baca: Persiapan Uang Emas Versi China, dan Kita? 

Akibatnya, Prancis akan mulai menawarkan kredit dalam denominasi euro kepada pembeli  Iran akhir tahun ini untuk mempertahankan perdagangannya dari jangkauan sanksi AS, kepala bank investasi Prancis milik negara Bpifrance mengatakan pada bulan Februari.

Ancaman sanksi AS telah mengguncang pasar valuta asing Iran beberapa bulan belakangan.

Riyal Iran kehilangan hampir setengah dari nilainya dalam pasar bebas antara September dan minggu lalu, melemah ke rekor rendah sekitar 60.000 terhadap dolar sebelum pihak berwenang menetapkan tingkat tetap 42.000 dan memperingatkan rakyat Iran bahwa mereka akan menghadapi hukuman karena menggunakan suku bunga lainnya.

Khamenei bulan April menyalahkan musuh asing untuk “masalah terbaru dalam pasar mata uang” dan meminta dinas intelejen Iran untuk meredakan plot terhadap Republik Islam itu.

Juru bicara kepolisian Saeed Montazer al-Mahdi juga dikutip oleh ISNA mengatakan bahwa 39 penukar mata uang telah ditangkap “karena mengganggu pasar” dan 80 toko pertukaran mata uang yang tidak berlisensi telah ditutup dalam beberapa hari terakhir. “*/ Ulasan Dr Shahid Qureshi di The London Post, 21 April 2018. Diterjemahkan Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASBank FederalBank Sentral TurkiCadangan EmasdolaremasFederal ReserveLiraTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UBN Pimpin Upacara Bendera di Pengungsian Korban Gempa NTB
Tulisan selanjutnya Bobol VPN, Amerika Serikat Mata-matai Aljazeera

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?